REI Harus Jemput Bola Untuk Bantu Perumahan Buat Rakyat Miskin

Minggu, 21-10-2012 12:12

REI Harus Jemput Bola Untuk Bantu Perumahan Buat Rakyat Miskin : aktual.co
Hatta Rajasa (Foto: Aktual.co/Amir Hamzah)

REI perlu bersikap afirmatif atau jemput bola untuk membantu masyarakat miskin itu," ucap Menko Perekonomian.


Jakarta, Aktual.co,- Perbankan dan REI dalam mengembangkan bisnis perumahan seyogyanya diselaraskan dengan program pemerintah yang memberikan insentif bagi perumahan rakyat kecil. 

"BNI sudah memberikan dana cepat seperti pada expo (BNI-REI Expo 2012. red) ini, sementara pemerintah memiliki program pengembangan perumahan masyarakat miskin. Itu sebaiknya menghasilkan produk perumahan yang layak huni namun dengan harga terjangkau karena ada dana pemerintah sebagai insentifnya. REI perlu bersikap afirmatif atau jemput bola untuk membantu masyarakat miskin itu," ucap Menko Perekonomian, Hatta Rajasa di Jakarta (20/10) 

Sementara, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat REI Setyo Maharso berharap ada peningkatan aliran dana pemerintah pada pembangunan rumah rakyat. Ini dibutuhkan karena hingga saat ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) baru mengalokasikan anggaran pembangunan perumahan rakyat kurang dari 1 persen dari total belanja negara. 

"Tahun depan kami harap alokasinya lebih dari 1 persen. REI adalah mitra pemerintah. Sebagai mitra, kami mencatat terus membangun rumah sederhana sesuai program pemerintah. Sebagai gambaran, pada tahun 2006 kami membangun 100.000 unit rumah sederhana di Semarang, lalu 100.000 unit lainnya di Jonggol pada tahun 2006, lalu di Lamongan pada tahun 2008, dan pada tahun 2009 rumah sederhana bagi prajurit TNI," ujarnya.*

Ketua Penyelenggara BNI-REI Expo 2012, Eddy Hussy menyebutkan, pameran tersebut menargetkan 100.000 pengunjung yang diharapkan dapat mencatatkan transaksi pembelian produk  properti sebesar Rp 4 triliun. 
Faizal Rizki
Berita Terkait



Berita Lainnya

  • 23 Nov 2014 10:25:19
    Kenaikan harga CPO domestik dapat mempengaruhi peningkatan uang beredar di tangan masyarakat. Hal ini dapat menimbulkan inflasi yang akhirnya memengaruhi apresiasi nilai tukar riil Rupiah
  • 22 Nov 2014 15:45:53
    "Kami bicarakan soal bagaimana kita bisa memulai membangun trans Sumatera. Jadi, saya sekarang menekankan betul bagaimana koordinasi antar BUMN agar dapat saling mendukung dalam membangun di satu kawasan. Jadi, tidak sendiri-sendiri," kata Rini, di Kementerian BUMN.
  • 22 Nov 2014 15:30:10
    "Investasi yang kami tanamkan untuk pembangunan empat tower mencapai Rp1 Triliun. Sedangkan pendanaan berasal dari joint venture Ciputra residence sebesar 51 persen dengan Mitsui Fudosan Co, Ltd sebesar 49 persen," ujar Managing Director Ciputra Grup, Budiarsa Sastrawinata di Jakarta, Minggu (22/11).
  • 22 Nov 2014 12:27:05
    Seorang pengrajin menata tempe yang diproduksi di Bekasi, Jawa Barat (22/11/2014). Industri tempe di Bekasi tidak terpengaruh dengan kenaikan harga BBM. Setiap harinya, pengrajin memerlukan 150 kg kedelai menghasilkan 500 potong tempe, dan mendapat omzet Rp. 20-30 juta/bulan. AKTUAL/AZZI YUPHIKATAMA
  • 22 Nov 2014 08:12:07
    "Jika kita memiliki LPS rate khusus syariah, masyarakat juga akan lebih yakin untuk menyimpan uangnya di bank syariah," kata Direktur Utama BNI Syariah Dinno Indriano di Jakarta, ditulis Sabtu (22/11).
  • 22 Nov 2014 07:00:18
    "Kami harapkan proyek-proyek Ciputra Grup menjadi sarana promosi dan edukasi tentang nilai seni dan estetika kepada generasi muda yang tentunya turut mendorong peningkatan kemampuan apresiasi seni yang lebih tinggi dan bermutu bagi semua masyarakat untuk masa-masa yang akan datang,” ujar Budiarsa.
  • 22 Nov 2014 06:26:08
    "Kami memutuskan melanjutkan hak pengelolaan blok Pase ke BUMD Aceh Yaitu PT Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh," kata Menteri ESDM Sudirman Said, di Kantor SKK Migas, Jakarta, Jumat (21/11).
  • 21 Nov 2014 21:36:22
    Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) masih mempertahankan suku bunga penjaminan (LPS Rate), meskipun Bank Indonesia (BI) telah meningkatkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 7,75 persen, yang dapat memicu ikut terangkatnya bunga simpanan perbankan.
  • 21 Nov 2014 20:29:55
    "Layaknya indeks saham, indeks obligasi secara ideal dihitung secara obyektif dengan menggunakan metodologi dan sumber data yang transparan dan realiable," ujar Direktur Utama IBPA, Ignatius Girendroheru dalam sambutan peluncuran INDOBeX di Jakarta, Jumat (21/11).
  • 21 Nov 2014 19:23:43
    Pada tahap pertama, SGX Platts PX CFR China and Futures akan diluncurkan pada 2 Desember tahun ini.
  • 21 Nov 2014 19:00:39
    "Perbankan tidak bisa konvensional lagi, musti lakukan new product development, new process development, dan mulai memikirkan yang terkait dengan branchless banking kemudian transaksi nontunai. Kalau hanya yang biasa-biasa saja, semua juga sudah punya produk itu," ujar Zulkifli di Jakarta, Jumat (21/11).
  • 21 Nov 2014 18:19:26
    "BI tidak panik, justru itu antisipatif. Karena kita sudah melihat dengan kenaikan BBM ini, inflasi sudah di depan mata," ujar Zulkifli di Jakarta, Jumat (21/11).
  • 21 Nov 2014 17:30:31
    "Pada 2015, skemanya akan kita perkuat untuk perbankan syariah, karena selama ini masih mengikuti tingkat penjaminan LPS yang umum," kata Kepala Eksekutif LPS Kartika Wirjoatmodjo di Jakarta, Jumat (21/11).
  • 21 Nov 2014 16:02:35
    "Dalam lima tahun terakhir duit Rp714 triliun kita bakar. Sekarang harus lebih ke hal yang produktif, yang bermanfaat," ujarnya di Rakernas Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di Jakarta, Jumat (21/11).
  • 21 Nov 2014 14:40:26
    "Ini bukan basa basi, 40 tahun saya berkecimpung di dunia bisnis pemerintah ini ramah dan reaching out kepada bisnis. Begitu sudah dilantik, langsung menghubungi Kadin ingin bertemu dengan pengusaha," ujar Suryo di Hotel Sahid Jakarta, Jumat (21/11).
  • 21 Nov 2014 14:11:02
    "Utang kita sebenarnya masih aman, kan batasnya 60 persen. Tapi pembayaran cicilan utang dan bunga sudah cukup membebani APBN kita. Ini yang harusnya jadi perhatian pemerintah." pungkasnya.
  • 21 Nov 2014 13:40:22
    "Utang negeri dengan swasta yang demikian besar pada dasarnya disebabkan oleh bunga pinjaman yang tinggi dalam negeri, sedang bunga pinjaman di luar negeri rendah," ujarnya di Hotel Sahid Jakarta, Jumat (21/11).
  • 21 Nov 2014 10:50:17
    "Dalam Rakernas ini kita ingin mengetahui secara langsung tentang rencana pemerintah Jokowi JK," ujar Hariyadi di Hotel Grand Sahid Jakarta, Jumat (21/11).
  • 21 Nov 2014 10:10:40
    "IHSG sedang melewati koreksi kecil yang diikuti dengan adanya potensi konsolidasi ringan sebelum bergerak melanjutkan kenaikannya. Indeks BEI masih berada dalam tren 'bullish' hingga akhir tahun," kata Chief Investment Strategist PT Astronacci International, Gema Goeyardi di Jakarta, Jumat (21/11).
  • 21 Nov 2014 10:04:59
    Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi bergerak menguat sebesar 26 poin menjadi Rp12.149 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.175 per dolar AS.
  • 21 Nov 2014 08:59:20
    "Pola Break Down terbentuk atas IDX mengindikasikan Bearish Reversal," ujar Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang dalam risetnya, Jumat (21/11).
  • 21 Nov 2014 08:48:41
    "Sasaran kami adalah pasar keuangan Indonesia sebagai salah satu pasar keuangan yang diperhitungkan di ASEAN, berdaya tahan tinggi, dan mampu mendukung transisi Indonesia ke negara maju," kata Gubernur BI Agus Martowardojo saat acara Bankers Dinner di Jakarta, Kamis (20/11).
  • 21 Nov 2014 08:39:19
    "Pergerakan IHSG mengalami tekanan wajar, sehingga memperlihatkan koreksi sehat yang terjadi," tulis Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya dalam riset hariannya, Jumat (21/11).
  • 21 Nov 2014 08:30:06
    "Langkah ini (menaikkan BI rate) menegaskan kembali bahwa kami menempuh kebijakan moneter bias ketat, sebagai langkah pre-emptive untuk memitigasi dampak lanjutan naiknya harga BBM pada tekanan inflasi ke depan," kata Gubernur BI Agus Martowardojo saat acara Bankers Dinner di Jakarta, Kamis (20/11) malam.
  • 21 Nov 2014 08:22:32
    "Tetapi, masih maraknya sentimen negatif dari sejumlah bursa saham global membuat laju IHSG cenderung tertekan dan masih menyimpan potensi pelemahan lanjutan," pungkasnya.


eXTReMe Tracker