IMF: Dua Perubahan Global Ganggu Ekonomi Indonesia

Jum'at, 30-08-2013 07:42

IMF: Dua Perubahan Global Ganggu Ekonomi Indonesia  : aktual.co
Mata Uang Rupiah (Foto: Aktual.co/Tino Oktaviano)

David Cowen memaparkan, perubahan pertama adalah adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi di pasar negara berkembang ("emerging markets") secara global dampak kepada volatilitas sejumlah komoditas dalam beberapa tahun terakhir.


Jakarta, Aktual.co — Dana Moneter Internasional (IMF) menyoroti dua perubahan yang terjadi dan berhubungan erat dengan kerentanan kondisi perekonomian global pada saat ini.

"Dalam konteks global, terdapat dua perubahan besar global," kata Advisor IMF Asia and Pacific Department David Cowen  di Jakarta, Kamis (29/8). 

David Cowen memaparkan, perubahan pertama adalah adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi di pasar negara berkembang ("emerging markets") secara global dampak kepada volatilitas sejumlah komoditas dalam beberapa tahun terakhir.

Sedangkan perubahan kedua, ujar dia, adalah prospek jalan keluar bertahap ("gradual exit") yang dilakukan Amerika Serikat terkait dengan berkurangnya kebijakan kelonggaran moneter yang dilakukan oleh Fed (Bank Sentral Amerika Serikat).

Menurut dia, kebijakan moneter yang tidak biasa ("unconventionally monetary policies"/UMP) yang selama ini dilakukan oleh AS dinilai positif dan masih dibutuhkan.

"Ke depannya, kebijakan harus berfokus kepada sektor fiskal, finansial, dan reformasi struktural," katanya.

Ia juga mengatakan, bagi sejumlah negara berkembang butuh untuk berupaya keras dalam mencapai reformasi yang lebih mendalam tetapi pada saat yang bersamaan juga harus mengelola risiko dari ketidakstabilan finansial.

Sebelumnya, Ketua IMF Christine Lagarde pada Jumat (23/8) mengatakan bahwa stimulus bank sentral Amerika Serikat masih dibutuhkan untuk perekonomian dunia, dan memperingatkan risiko yang tidak diketahui ketika itu ditarik kembali.

(Ant)
Epung Saepudin
Berita Terkait



Berita Lainnya

  • 28 Apr 2015 13:20:14
    "Iya jadi, nanti saya ketemu presiden dulu," ujar Bambang usai mengisi acara Tropical Landscapes Summit di Jakarta, Selasa (28/4).
  • 28 Apr 2015 12:49:41
    "Saya harus mengatakan bahwa pernyataan Pak Jokowi tsb salah. Indonesia sudah melunasi semua utang kpd IMF pada th 2006 lalu," lanjut SBY.
  • 28 Apr 2015 12:13:50
    "Setiap orang ada jatah biaya Rp 200 juta termasuk seluruh kebutuhan yang diperlukan dari awal sampai pelaksanaan," katanya dalam acara Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI di Jakarta, beberapa waktu lalu.
  • 28 Apr 2015 10:30:41
    Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini, Selasa (28/4) akan melakukan lelang Surat Utang Negara dalam mata uang Rupiah. Jumlah indikatif yang dilelang sebesar sepuluh triliun rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2015.
  • 28 Apr 2015 09:48:40
    Setelah ditutup turun tajam 3% lebih dan ditutup di 5.245,446 pada perdagangan Senin (27/4) kemarin, IHSG pagi ini, Selasa (28/4) dibuka turun 34,308 poin (0,65%) ke 5.211,138. Indeks LQ45 juga dibuka turun 8,715 poin (0,96%) ke 901,934.
  • 28 Apr 2015 09:35:15
    Setelah melemah sebesar 78 poin ke level Rp12.973 pada penutupan perdagangan Senin (27/4) kemarin, pagi ini Rupiah menguat tipis sebesar tiga poin menjadi Rp12.970 per dolar AS.
  • 28 Apr 2015 09:25:59
    Untuk memulai sebuah proyek infrastruktur besar, kata Jokowi, memang butuh persiapan termasuk proses lelang. "Masih proses lelang tapi lihat dua hari ini Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera Insya Allah," ujar Jokowi.
  • 28 Apr 2015 09:00:17
    Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Senin (Selasa pagi WIB), karena investor menunggu hasil pertemuan Federal Reserve yang dipantau secara cermat pada pekan ini.
  • 28 Apr 2015 08:40:35
    “IHSG masih terus berusaha bangkit di tengah tekanan yang terjadi, support 5.218 sedang mengalami ujian, perlu dipertahankan supaya dapat terus berada dalam dalam jalur uptrend dalam timeframe jangka menengah,” kata William dalam risetnya yang diterima Aktual di Jakarta, Selasa (28/4).
  • 28 Apr 2015 08:30:02
    Pada Selasa (28/4), Reza memprediksikan laju Rupiah berada di atas target level resisten 12.935, yakni Rp12.930-12.919 (kurs tengah BI). Menurutnya, adanya kenaikan meski belum cukup mengkonfirmasi penguatan lanjutan.
  • 28 Apr 2015 08:20:05
    "Jika kondisi ini dibarengi dengan membaiknya laju bursa saham global dan berkurangnya aksi jual maka posisi IHSG pun memberikan peluang yang bagus untuk rebound. Namun demikian, tetap cermati masih adanya potensi pelemahan," pungkasnya.
  • 28 Apr 2015 04:30:05
    "Untuk 'pilot project'nya kita targetkan 200.000 nasabah tiap bulannya, dengan ditambah 1.750 agen operator," kata Senior Vice President Transaction Banking Retail Rahmat Broto Triaji di Jakarta, Senin (27/4).
  • 28 Apr 2015 03:30:55
    "Telah terjadi perlambatan aktivitas ekonomi yang nyata pada kuartal I 2015 yang menyebabkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menurun sedikit di bawah 5 persen, terendah dalam lima tahun terakhir," ujar Anggito Abimanyu dalam konferensi pers BRI bertema "Perlambatan Ekonomi Indonesia dan Dampaknya Terhadap Likuiditas Perbankan 2015" di Jakarta, Senin (27/4).
  • 27 Apr 2015 22:32:37
    "Kita harus mendorong akses keuangan pada pengusaha pemula, memperbaiki akses, serta terus mendorong kewirausahaan dengan geliat ekonomi nasional secara keseluruhan," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, saat membuka Seminar Nasional Revitalisasi Modal Ventura di Indonesia, Jakarta, Senin (27/4).
  • 27 Apr 2015 22:08:39
    "Secara jujur kita mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir perkembangan di modal ventura kurang menggembirakan jika dibandingkan dengan industri lain, baik dalam lingkup lembaga pembiayaan maupun industri keuangan nonbank," kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Firdaus Djaelani dalam acara Seminar Nasional Revitalisasi Modal Ventura di Indonesia, Jakarta, Senin (27/4).
  • 27 Apr 2015 21:01:37
    "Kita masih mengkaji akan mengalokasikan anggaran atau tidak, dan kita belum memutuskan itu," katanya.
  • 27 Apr 2015 20:01:02
    "Kita harap dengan adanya program ini akses keuangan ke seluruh masyarakat bisa tercapai. Konsep kerja sama seperti ini yang pertama kali di Indonesia," kata Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Hery Gunardi di Jakarta, Senin 927/4).
  • 27 Apr 2015 19:08:07
    "Secara nilai memang tidak ditetapkan karena dalam kajian kami, selama dua tiga tahun terakhir ini, seringkali kita 'stuck' (terjebak) pada persyaratan," kata Franky dalam jumpa pers Tropical Landscapes Summit: A Global Opportunity di Jakarta, Senin (27/4).
  • 27 Apr 2015 18:39:42
    "Kalau kita lihat ada beberapa industri yang terkait dengan perubahan iklim, yaitu pertanian, kehutanan gambut, energi, dan limbah," ujar Siti saat konferensi pers Tropical Landscape Summit di Jakarta, Senin (27/4).
  • 27 Apr 2015 18:09:32
    "Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek perseroan di seluruh pasar terhitung sejak sesi dua perdagangan pada hari ini (Senin, 27/4)," papar PH Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Non Group BEI, Natal Naibaho dalam siaran pers di Jakarta, Senin (27/4).
  • 27 Apr 2015 18:01:44
    "Ekspektasi data produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada periode kuartal I-2015 yang melambat mejadi salah satu faktor penekan mata uang rupiah," ujar Analis PT Platon Niaga Berjangka, Lukman Leong di Jakarta, Senin (27/4).
  • 27 Apr 2015 18:01:32
    "Padahal pupuk tersebut sangat dibutuhkan petani saat musim tanam baru dimulai. Kalau tidak, maka produktivitas petani bakal turun, potensi kehilangan pendapatan petani di Kalbar mencapai Rp320 miliar," kata Daniel Johan di Pontianak, Senin (27/4).
  • 27 Apr 2015 17:31:54
    "Salah satu faktor penurunan IHSG BEI yakni kinerja emiten yang cenderung mengalami penurunan pada kuartal I 2015 ini," ujar Chieft Economist BRI, Anggoto Abimanyu di Jakarta, Senin (27/4).
  • 27 Apr 2015 17:24:52
    "Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk obligasi itu adalah idA (single A, dengan outlook stabil). Dan bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk," paparnya.
  • 27 Apr 2015 17:17:05
    "Sebelum terlalu jauh BUMN menjadi ajang bagi-bagi jabatan dan bagi-bagi proyek elite politik maka menteri Rini harus mundur. Dia gagal membangun profesionalisme di tubuh BUMN," jelasnya,


eXTReMe Tracker