Warga dan Aparat Keamanan Bentrok Terkait Pengeboran PLTU Batang

M. Suhirman - Rabu, 31-07-2013 03:10

Warga dan Aparat Keamanan Bentrok Terkait Pengeboran PLTU Batang : aktual.co
Penolakan PLTU Batang di Tengah (Foto: Aktual.co/Muhammad Dasuki)

"Sampai saat ini perizinan belum turun, kenapa sudah melakukan kegiatan. Apalagi terjadi pada bulan suci ramadan. Seharusnya dari pihak BPI atau aparat keamanan menghormati bulan suci, kok malah memunculkan emosi warga," terangnya pada Aktual.co.


Pekalongan, Aktual.co — Gabungan warga Ponowareng, Karanggeng dan Roban Kecamatan Tulis Kabupaten Batang Jawa Tengah bentrok dengan aparat keamanan saat pihak PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) melakukan pengeboran tanah yang tak berijin.

"Sebanyak 50 orang TNI, 150 Polri, 80 orang satpam perusahaan di bawah Bhimasena dan 30 orang preman bayaran bentrok dengan warga. Bahkan ada warga sampai mengalami luka-luka akibat kejadian itu. Kurang lebih ada 15 orang cidera akibat pukulan, dan benturan benda keras," kata Kasmir Warga Karanggeneng Tulis yang melihat kejadian itu, Selasa (30/7) di Batang.

Menurut Kasmir aksi kemarahan warga terjadi karena belum berizin tanah pendirian PLTU.

"Sampai saat ini perizinan belum turun, kenapa sudah melakukan kegiatan. Apalagi terjadi pada bulan suci ramadan. Seharusnya dari pihak BPI atau aparat keamanan menghormati bulan suci, kok malah memunculkan emosi warga," terangnya pada Aktual.co.

Hal demikian juga di sampaikan oleh Kepala Desa Ponowareng Triyah.

"Dari BLH (Badan Lingkungan Hidup) semarang saja belum turun perizinan semenjak terjadi musyawarah AMDAL tanggal 5 Juli 2013, kok bisa-bisanya melakukan pengeboran, apalagi dari pihak BLH juga sudah mengingatkan untuk jangan melakukan kegiatan apa pun baik pengeboran tanah atau pendirian bangunan, tapi dari pihak BPI tetap melanggar. Sampai kapan pun kami akan memperjuangkan tanah kami," ujarnya pada Aktual.co, Selasa (30/7) di Batang.

Dalam pantuan Aktual.co bentrok antara warga kontrak PLTU tidak sampai memakan korban. Warga pingsan dan luka-luka dibawa ke rumahnya masing-masing.
Ismed Eka Kusuma -
Berita Terkait



Berita Lainnya

  • 16 Sep 2014 21:52:27
    "Terserah Presiden saja mau seperti apa Menterinya, kami hanya mendukung jika beliau berencana menempatkan seorang yang profesional dan nonpolitik sebagai calon menteri," kata Sofjan dengan nada gusarnya saat dihubungi Aktual.co, Selasa (16/9).
  • 16 Sep 2014 19:30:27
    "Batu bara yang diangkut oleh Djakarta Lloyd diperuntukan dalam memenuhi kebutuhan Independent Power Producer (IPP) PT Sumber Segara Primadaya (S2P) berkapasitas 2 x 300 Mega Watt (MW). Sementara Adaro akan memasok batu bara buat PLTU IPP S2P Cilacap," ujar Helmi di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (19/8).
  • 16 Sep 2014 12:10:50
    "Tidak perlu repot-repot buat Satgas, menurut saya langkah yang kongkrit itu bisa dilakukan dengan empat cara. Pertama, beri saja KPK wewenang dan SDM yang lebih lagi agar bisa menjangkau sektor migas dengan mudah dan percayakan persoalan mafia migas pada mereka saja. Mafia itu juga kan koruptor," tutur Boyamin
  • 16 Sep 2014 11:53:29
    Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat 719 dari 966 pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak wilayah atau NPWP setempat.
  • 16 Sep 2014 11:17:33
    "Para kontraktor swasta dapat melakukan berbagai macam upaya dalam memanipulasi produksi, dana cost recovery dalam rangka memaksimalkan penerimaan mereka," tambahnya.
  • 16 Sep 2014 10:29:29
    "Kita harus kembali pada konteksnya. Kita kan berdiri berdasar perpres. UU nya kan sedang diproses, jadi kita harus dorong. Kita tunggu bagaimana nanti produk politiknya yang berupa UU. Tidak benar kalau ilegal," kata Widjonarko dengan nada kesal saat ditemui di DPR RI, ditulis Aktual Selasa (16/9).
  • 16 Sep 2014 10:09:17
    "Poltak Sitanggang menurut polling dari mahasiswa Singapura dalam situs Beranilawanmafia.com menempati peringkat tertinggi sebagai yang dianggap paling berani memberantas mafia migas. Peringkat Poltak Sitanggang mengalahkan 3 kandidat lainnya," jelasnya.
  • 16 Sep 2014 09:27:04
    "Berdasarkan kategori non-partai yang dikemukakan Jokowi, maka nama-nama seperti Kurtubi, Arif Budimanta dan Darmawan Prasodjo sudah gugur," ujar Ketua Solidaritas Para Pekerja Tambang Nasional (SPARTAN), Juan Forti Silalahi dalam rilis yang diterima Aktual, di Jakarta Selasa (16/9).
  • 16 Sep 2014 08:55:55
    "Siapa tuh Darwin Silalahi. Saya tidak tahu, belum pernah bicara mengenai hal itu," kata JK sembari melenggang tenang masuk ke dalam mobilnya saat ditemui di Hotel Dharmawangsa usai menghadiri silaturahmi dengan relawan Komunitas Pengusaha Indonesia, Senin malam (15/9).
  • 15 Sep 2014 21:00:42
    "Setelah 'first oil' pada Maret, maka April-Mei 2015 mencapai 90.000 barel per hari, Juni naik 130.000 barel, dan puncaknya sebesar 165.000 barel per hari pada Juli-Agustus 2015," ujar Pelaksana Tugas SKK Migas J Widjonarko saat rapat kerja Komisi VII DPR dengan Pelaksana Tugas Menteri ESDM Chairul Tanjung di Jakarta, Senin (15/9).
  • 15 Sep 2014 18:26:50
    "Lifting minyak di 900 ribu bph itu target yang masih rendah, tidak sulit. Gak perlu ngebor baru atau menambah kapasitas produksi juga, cukup tingkatkan pengawasan dan pengetatan produksi serta distribusinya. Cukup itu saja, kalau optimal pasti akan dapat angka 900 ribu bph," ujarnya.
  • 15 Sep 2014 18:10:36
    "Meskipun dia orang Indonesia, tapi dikhawatirkan dia akan mengutamakan kepentingan asing atau yang biasa kita kenal dengan sebutan antek-antek asing," tutur Pendiri MAKI itu.
  • 15 Sep 2014 17:30:47
    "Tidak bisa dipaksakan, harus diperhatikan juga teknisnya. Kalau dipaksakan lalu receivernya jebol gimana? nanti akhirnya kita justru gak dapat apa-apa, jadi kita akan mitigasi kembali," kata Widjonarko saat ditemui di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/9).
  • 15 Sep 2014 16:20:55
    "Maraknya penjualan BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran, membuat Pertamina semakin meningkatkan pengaturan dan pembinaan kepada seluruh SPBU di wilayah Kalimantan umumnya," kata Humas PT Pertamina Regional V Kalimantan Andar Titi Lestari di Pontianak, Senin (15/9).
  • 15 Sep 2014 15:10:06
    "Asumsi ICP dalam RAPBN 2015 kami usulkan USD105 per barel. Sementara, lifting minyak bumi, dengan kondisi capaian 2014, kami usulkan asumsi minyak bumi 845.000 barel per hari," kata CT dalam rapat kerja di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/9).
  • 15 Sep 2014 14:40:20
    "Kalau mengangkat Menteri, haruslah mengangkat dari orang-orang profesional, kredibel, dan tentunya harus independen," kata dia ketika dihubungi Aktual, Senin (15/9).
  • 15 Sep 2014 13:51:18
    "Jokowi tidak akan mampu memberantas mafia migas dari Indonesia karena tipologi yang tidak tegas terhadap orang asing," tegasnya kepada Aktual, Senin (15/9).
  • 15 Sep 2014 12:41:47
    "Darwin adalah mafia migas. Ini menunjukan bahwa Jokowi dikendalikan oleh mafia asing di sektor migas. Pemilihan Darwin Silalahi sebagai menteri ESDM adalah hal yang buruk. Akan menimbulkan blunder politik," tegasnya.
  • 15 Sep 2014 12:13:06
    "Apakah Jokowi-JK serius, lihat postur kabinet. Ada nama Darwin Silalahi. Kaderisasi ada sesuai sesain jadi menteri di DPR, jadi orang penting di BUMN," kata dia di Jakarta, Senin (15/9).
  • 15 Sep 2014 10:10:33
    “Integrasi sistem ini membuat kinerja institusi menjadi lebih cepat, tepat, efektif, dan efisien,” kata Pengawas Internal, SKK Migas, Budi Ibrahim dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (15/9).
  • 15 Sep 2014 09:46:48
    “Total investasi keduanya mencapai Rp 13,6 triliun,” kata Pelaksana Tugas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), J. Widjonarko dalam keterangan resmi yang ditulis Aktual Senin (15/9).
  • 15 Sep 2014 09:24:13
    "Sebagian besar minyak dan gas yang diproduksi oleh CPI berasal dari blok Rokan, Riau, termasuk di dalamnya lapangan Duri dan Minas. Beberapa lapangan minyak kecil lainnya yang tersebar di blok Rokan juga memegang peranan penting dalam mencapai target produksi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah," kata Manager Communication Sumatra PT CPI, Tiva Permata lewat pesan elektronik yang diterima di Jakarta, Senin (15/9).
  • 14 Sep 2014 18:40:15
    Mantan Deputi SKK Migas Ahmad Syahroza (kiri) menyampaikan pendapatnya didampingi Direktur Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo (tengah) dan pengamat politik energi Hendrajit (kanan) saat diskusi mengenai kebijakan energi pemerintahan Jokowi-JK mendatang di Jakarta, Minggu (14/9/2014). Diskusi tersebut menyoroti pentingnya perubahan sistem secara mendasar seperti perundang-undangan di sektor migas yang berpihak kepada bangsa dan negara Indonesia, bukannya sekadar pembentukan satgas anti mafia migas. AKTUAL/TINO OKTAVIANO
  • 14 Sep 2014 17:29:00
    "Terakhir bagaimana peran BUMN dan swasta nasional di sektor energi tanpa mengganggu kepentingan asing," kata di sebuah diskusi yang bertema 'Membaca Arah Kebijakan Energi Jokowi - JK; Perlukah Satgas Mafia Migas?,di salah satu restoran di Jakarta, Minggu (14/9).
  • 14 Sep 2014 16:41:41
    "Jokowi-JK merespon harapan publik dan berjanji akan berantas mafia migas, ini patut kita dukung, walaupun kita belum mengetahui strategi apa yang akan dilakukan," katanya dalam sebuah diskusi yang bertema 'Membaca Arah Kebijakan Energi Jokowi - JK; Perlukah Satgas Mafia Migas?,di salah satu restoran di Jakarta, Minggu (14/9).


eXTReMe Tracker