Akibat Kesal, Mobil Polisi Dirusak

Jum'at, 04-10-2013 07:00

Akibat Kesal, Mobil Polisi Dirusak : aktual.co
Mobil Polisi Dirusak (Foto: Aktual.co/Istimewa)

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Timur, Komisaris Besar Fajar Setiawan membenarkan terjadinya pengrusakan mobil patroli milik Polsek Muara Komam, Kabupaten Paser, oleh warga terkait penembakan yang melukai salah seorang warga setempat.


Jakarta, Aktual.co — Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Timur, Komisaris Besar Fajar Setiawan membenarkan terjadinya pengrusakan mobil patroli milik Polsek Muara Komam, Kabupaten Paser, oleh warga terkait penembakan yang melukai salah seorang warga setempat.

"Saat itu warga sedang menuju ke Kantor Polsek Muara Komam dan melihat mobil patroli diparkir di depan rumah kepala desa. Warga yang sudah emosi langsung membalikkkan mobil tersebut," ungkap Fajar Setiawan dihubungi dari Samarinda, Jumat (4/10) dinihari.

Pengrusakan mobil patroli milik Polsek Muara Komam itu, kata Fajar Setiawan, merupakan buntut tertembaknya salah seorang warga saat dilaksanakan operasi gabungan "ilegal logging" atau pencurian kayu yang digelar Polda Kaltm bersama Polres Paser dan Polsek Muara Komam.

"Sebelumnya, Polda Kaltim bersama Polres Paser dan Polsek Muara Komam melaksanakan operasi pencurian kayu dan memang sudah ada TO (target operasi). Saat itu, melintas tujuh truk sedang membawa kayu kemudian petugas mencoba menghentikannya," katanya.

"Tetapi, salah satu truk tidak mau berhenti kemudian dikejar namun sopir truk tersebut mencoba menabrak petugas. Truk itu berhasil dihentikan namun saat diperiksa ternyata sopirnya tidak bisa menunjukkan dokumen," ungkap Fajar Setiawan.

Sopir truk itu, lanjut Fajar Setiawan, kemudian menelpon rekan-rekannya dan tidak lama berselang sekitar 10 orang dengan membawa senjata tajam mendatangi Polsek Muara Komam.

"Karena situasi sudah berbeda apalagi warga membawa senjata tajam sehingga petugas terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan. Namun, upaya polisi tidak digubris dan mereka terus mengacung-acungkan parang ke arah petugas hingga ada yang yang terserempet peluru," ujar Fajar Setiawan.

Mendengar ada yang tertembak, lanjut dia, warga kemudian berdatangan ke Polsek Muara Koman.

"Dalam perjalanan ke polsek itulah warga yang sudah terbakar emosi melihat mobil patroli di parkir di depan rumah kepala desa langsung membalikkan. Tembakan peringatan itu sudah sesuai prosedur karena adanya ancaman yang membahayakan petugas," ungkap Fajar Setiawan.

Mendengar situasi memanas kata Fajar Setiawan, Kapolres Paser Ajun Komisaris Besar Irwan kemudian datang ke Polsek Muara Komam.

"Setelah Kapolres datang, situasi akhirnya bisa dikendalikan. Dari pertemuan tersebut disepakti, polisi yang mengeluarkan tembakan dan warga yang membawa senjata tajam akan diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Fajar Setiawan.

Hingga Jumat dinihari, kata dia, situasi Kecamatan Muara Komam sudah kondusif sementar warga yang terkena tembakan saat ini dirawat di Rumah Sakit di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Ant)
Zaenal Arifin -
Berita Terkait

UCAPAN SELAMAT PRESIDEN


Berita Lainnya

  • 30 Oct 2014 20:21:10
    Berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: Print-26/F.2/Fd.1/10/2014, tanggal 30 Oktober 2014, tersangka ditahan selama 20 hari di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI terhitung dari tanggal 30 Oktober 2014 sampai 18 November 2014
  • 30 Oct 2014 19:38:25
    Terdakwa kasus dugaan suap di lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Artha Meris Simbolon (kanan) mengikuti sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (30/10/2014). Artha Meris Simbolon didakwa menyuap mantan kepala SSK Migas, Rudi Rubiandini sebesar 522.500 dolar AS untuk menurunkan formula harga gas yang dijual Pertamina kepada PT Kaltim Parna Industri. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB
  • 30 Oct 2014 19:36:03
    Terdakwa Direktur Utama PT Rifuel, Riefan Afrian (tengah) ketika menjalani sidang lanjutan kasus videotron dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (30/10/2014). Jaksa penuntut umum menghadirkan lima orang saksi dalam kasus videotron yang melibatkan Riefan Afrian disebut yang merugikan negara sebesar Rp 5,3 miliar pada proyek pengadaan videotron di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB
  • 30 Oct 2014 19:34:19
    Bila perlu saya bersujud. Tolong maafkan anak saya. Saya tidak tahu harus bicara apa lagi. Bila perlu tukar dengan nyawa saya
  • 30 Oct 2014 19:27:52
    Kita kan berdasarkan alat bukti. Nggak ada itu didandani seperti direktur memangnya sandiwara
  • 30 Oct 2014 16:27:21
    Sejumlah notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (30/10/2014). Unjuk rasa merupakan bentuk solidaritas menolak kriminalisasi yang dialami rekannya, Theresia Pontoh. Notaris di Jayapura yang dipidanakan dalam proses jual beli tanah yang telah menjadi kewenangannya. AKTUAL/TINO OKTAVIANO
  • 30 Oct 2014 16:11:10
    Kalau ini pembahasan terhambat, ada kemungkinan perguruan tinggi akan terganggu sejak Januari. Siswa juga akan terganggu lalu terhambat
  • 30 Oct 2014 15:10:04
    Saya tidak kenal pak hakim. Saya di sana cuma main dan makan siang bersama anak saya
  • 30 Oct 2014 14:13:32
    Saya tahu semenjak saya tidak dapat berjualan amoniak
  • 30 Oct 2014 13:20:02
    Dia pun berpesan kepada Menteri Kabinet Kerja Jokowi yang telah dilantik oleh Presiden untuk segera menyerahkan LHKPN. Karena hal tersebut, merupakan kewajiban sebagai penyelenggara negara
  • 30 Oct 2014 13:11:39
    Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi RAC
  • 30 Oct 2014 13:05:29
    Ada peningkatan tapi saya lupa nanti KPK akan mengungkapkan. Sudah lengkap, sudah diklarifikasi
  • 30 Oct 2014 13:00:24
    Saya tidak ingat. Di luar kota Jakarta, di Bandung. Saya lupa nama lapangan golfnya. Saya sedang makan siang, ada restonya, kaya club gitu
  • 30 Oct 2014 12:34:27
    Iya sudah diperiksa, di Jalan Taman Suropati. Di rumah beliau, rumah dinas Gubernur
  • 30 Oct 2014 11:33:28
    Sudah diperiksa, saya lupa tanggalnya. (Jokowi) sudah memberikan keterangan. Berkas sudah rampung dan sudah di Kejaksaan Agung
  • 30 Oct 2014 11:32:08
    Yang bersangkutan bakal dimintai keterangan sebagai saksi SDA
  • 30 Oct 2014 10:52:43
    Yang bersangkutan akan bersaksi untuk JW
  • 30 Oct 2014 10:45:00
    Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk KCK
  • 30 Oct 2014 10:42:39
    Keduanya bakal dimintai keterangan sebagai saksi untuk Sugiharto
  • 30 Oct 2014 03:37:29
    Kemarin Pengadilan Tinggi Jakarta telah menjatuhkan putusan atas nama Hendra Saputra. Setelah kami mempertimbangkan, kami melakukan upaya hukum kasasi
  • 30 Oct 2014 01:29:40
    Sejauh ini kita masih mengumpulkan bukti dari keterangan tersangka maupun saksi untuk menjerat pihak lain
  • 29 Oct 2014 22:22:10
    Hari ini kami mendaftarkan ke PTUN dan tim kami sudah ada yang kesana. Sebentar lagi saya akan dapat nomor registrasinya
  • 29 Oct 2014 21:32:16
    Pak Jokowi baru dapat kami mintai keterangan pada tanggal 10 Oktobe
  • 29 Oct 2014 21:09:47
    Direktur PT Papua Indah Perkasa (PIP), Teddy Renyut, saat mengikuti sidang dengan agenda vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu (29/10/2014). Terdakwa Teddy Renyut dengan perkara suap terkait rencana proyek pembangunan rekonstruksi tanggul laut (talud) dan proyek-proyek lain yang bersumber dari Angggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 di Biak Numfor, divonis dengan pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan. Serta, denda Rp 150 juta subsider tiga bulan kurungan. Sebab, terbukti memberikan uang Sing$ 100.000 kepada Bupati Biak Numfor. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB
  • 29 Oct 2014 21:01:44
    Bupati Biak Numfor nonaktif Yesaya Sombuk saat mengikuti sidang di Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu (29/10/2014). Tipikor menggelar sidang dengan agenda pembacaan vonis. Yesaya Sombuk divonis pidana penjara empat tahun dan enam bulan. Serta, pidana denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan. Sebab, dinyatakan terbukti menerima suap sebesar Sing$ 100.000 dari Direktur PT Papua Indah Perkasa, Teddy Renyut. Dengan tujuan mendapatkan proyek pembangunan rekonstruksi tanggul laut (talud) untuk mencegah Abrasi Pantai dan proyek-proyek lain yang bersumber dari Angggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 di Biak Numfor. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB


eXTReMe Tracker