Elda dan Suami Kembali Digarap KPK

Nebby Mahbubirrahman - Jum'at, 26-04-2013 11:25

Elda dan Suami Kembali Digarap KPK : aktual.co
Priharsa Nugraha (Foto: Aktual.co/Istimewa)

“Elda diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AF dan LHI,“ ujar Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha.


Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur PT Radina Niaga Mulia, Elda Deviane Adhiningrat. Mantan Ketua Asosiasi Benih Indonesia itu rencananya diperiksa untuk dua tersangka, mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq dan Ahmad Fathanah.

“Elda diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AF dan LHI,“ ujar Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Jumat (26/4).

Terkait kasus suap jatah import daging, KPK hari ini juga melakukan pemanggilan terhadap suami dari Elda Direktur PT Radina Bio Adicita Denni Pramudia Adiningrat. Selain itu juga ada beberapa nama dari pihak swasta. Mereka antara lain adalah Tri Kurnia Rahayu,Caroline, Vitalia Shesya, Yuni Kustianingsih, Marcel Oma Moey.

LHI ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus suap yang diberikan PT Indoguna Utama sebesar Rp1 miliar. Uang itu diterima oleh koleganya yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka Ahmad Fathanah.

Anggota Komisi I DPR RI itu juga telah ditetapkan sebagai tersangka untuk TPPU terkait kasus itu.
Ismed Eka Kusuma -
Berita Terkait

UCAPAN SELAMAT PRESIDEN


Berita Lainnya

  • 30 Oct 2014 20:21:10
    Berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: Print-26/F.2/Fd.1/10/2014, tanggal 30 Oktober 2014, tersangka ditahan selama 20 hari di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI terhitung dari tanggal 30 Oktober 2014 sampai 18 November 2014
  • 30 Oct 2014 19:38:25
    Terdakwa kasus dugaan suap di lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Artha Meris Simbolon (kanan) mengikuti sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (30/10/2014). Artha Meris Simbolon didakwa menyuap mantan kepala SSK Migas, Rudi Rubiandini sebesar 522.500 dolar AS untuk menurunkan formula harga gas yang dijual Pertamina kepada PT Kaltim Parna Industri. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB
  • 30 Oct 2014 19:36:03
    Terdakwa Direktur Utama PT Rifuel, Riefan Afrian (tengah) ketika menjalani sidang lanjutan kasus videotron dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (30/10/2014). Jaksa penuntut umum menghadirkan lima orang saksi dalam kasus videotron yang melibatkan Riefan Afrian disebut yang merugikan negara sebesar Rp 5,3 miliar pada proyek pengadaan videotron di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB
  • 30 Oct 2014 19:34:19
    Bila perlu saya bersujud. Tolong maafkan anak saya. Saya tidak tahu harus bicara apa lagi. Bila perlu tukar dengan nyawa saya
  • 30 Oct 2014 19:27:52
    Kita kan berdasarkan alat bukti. Nggak ada itu didandani seperti direktur memangnya sandiwara
  • 30 Oct 2014 16:27:21
    Sejumlah notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (30/10/2014). Unjuk rasa merupakan bentuk solidaritas menolak kriminalisasi yang dialami rekannya, Theresia Pontoh. Notaris di Jayapura yang dipidanakan dalam proses jual beli tanah yang telah menjadi kewenangannya. AKTUAL/TINO OKTAVIANO
  • 30 Oct 2014 16:11:10
    Kalau ini pembahasan terhambat, ada kemungkinan perguruan tinggi akan terganggu sejak Januari. Siswa juga akan terganggu lalu terhambat
  • 30 Oct 2014 15:10:04
    Saya tidak kenal pak hakim. Saya di sana cuma main dan makan siang bersama anak saya
  • 30 Oct 2014 14:13:32
    Saya tahu semenjak saya tidak dapat berjualan amoniak
  • 30 Oct 2014 13:20:02
    Dia pun berpesan kepada Menteri Kabinet Kerja Jokowi yang telah dilantik oleh Presiden untuk segera menyerahkan LHKPN. Karena hal tersebut, merupakan kewajiban sebagai penyelenggara negara
  • 30 Oct 2014 13:11:39
    Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi RAC
  • 30 Oct 2014 13:05:29
    Ada peningkatan tapi saya lupa nanti KPK akan mengungkapkan. Sudah lengkap, sudah diklarifikasi
  • 30 Oct 2014 13:00:24
    Saya tidak ingat. Di luar kota Jakarta, di Bandung. Saya lupa nama lapangan golfnya. Saya sedang makan siang, ada restonya, kaya club gitu
  • 30 Oct 2014 12:34:27
    Iya sudah diperiksa, di Jalan Taman Suropati. Di rumah beliau, rumah dinas Gubernur
  • 30 Oct 2014 11:33:28
    Sudah diperiksa, saya lupa tanggalnya. (Jokowi) sudah memberikan keterangan. Berkas sudah rampung dan sudah di Kejaksaan Agung
  • 30 Oct 2014 11:32:08
    Yang bersangkutan bakal dimintai keterangan sebagai saksi SDA
  • 30 Oct 2014 10:52:43
    Yang bersangkutan akan bersaksi untuk JW
  • 30 Oct 2014 10:45:00
    Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk KCK
  • 30 Oct 2014 10:42:39
    Keduanya bakal dimintai keterangan sebagai saksi untuk Sugiharto
  • 30 Oct 2014 03:37:29
    Kemarin Pengadilan Tinggi Jakarta telah menjatuhkan putusan atas nama Hendra Saputra. Setelah kami mempertimbangkan, kami melakukan upaya hukum kasasi
  • 30 Oct 2014 01:29:40
    Sejauh ini kita masih mengumpulkan bukti dari keterangan tersangka maupun saksi untuk menjerat pihak lain
  • 29 Oct 2014 22:22:10
    Hari ini kami mendaftarkan ke PTUN dan tim kami sudah ada yang kesana. Sebentar lagi saya akan dapat nomor registrasinya
  • 29 Oct 2014 21:32:16
    Pak Jokowi baru dapat kami mintai keterangan pada tanggal 10 Oktobe
  • 29 Oct 2014 21:09:47
    Direktur PT Papua Indah Perkasa (PIP), Teddy Renyut, saat mengikuti sidang dengan agenda vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu (29/10/2014). Terdakwa Teddy Renyut dengan perkara suap terkait rencana proyek pembangunan rekonstruksi tanggul laut (talud) dan proyek-proyek lain yang bersumber dari Angggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 di Biak Numfor, divonis dengan pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan. Serta, denda Rp 150 juta subsider tiga bulan kurungan. Sebab, terbukti memberikan uang Sing$ 100.000 kepada Bupati Biak Numfor. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB
  • 29 Oct 2014 21:01:44
    Bupati Biak Numfor nonaktif Yesaya Sombuk saat mengikuti sidang di Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu (29/10/2014). Tipikor menggelar sidang dengan agenda pembacaan vonis. Yesaya Sombuk divonis pidana penjara empat tahun dan enam bulan. Serta, pidana denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan. Sebab, dinyatakan terbukti menerima suap sebesar Sing$ 100.000 dari Direktur PT Papua Indah Perkasa, Teddy Renyut. Dengan tujuan mendapatkan proyek pembangunan rekonstruksi tanggul laut (talud) untuk mencegah Abrasi Pantai dan proyek-proyek lain yang bersumber dari Angggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 di Biak Numfor. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB


eXTReMe Tracker