Polisi Ngaco Tangani Kasus Korupsi Bank Jatim, KPK Harus Ambil Alih

Jum'at, 01-03-2013 18:05

Polisi Ngaco Tangani Kasus Korupsi Bank Jatim, KPK Harus Ambil Alih : aktual.co
Logo Bank Jatim (Foto: logofreebies.blogspot.com)

“Kita minta KPK segera mengambil alih kasus ini,” kata kuasa hukum Direktur PT Cipta Inti Parmindo Yudi Setiawan, Eben Eser Ginting.


Jakarta, Aktual.co — Kuasa hukum Direktur PT Cipta Inti Parmindo Yudi Setiawan, Eben Eser Ginting, meminta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengambil alih kasus yang sedang menimpa kliennya.

Eben mengatakan, permohonan pengambilalihan perkara Yudi setiawan oleh KPK sehubungan dengan perkara hukum yang sedang menimpa Yudi Setiawan. Ia menilai, penanganan perkara kliennya di Kepolisian tidak maksimal.

“Kita minta KPK segera mengambil alih kasus ini,” kata Eben dalam siaran persnya kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (3/3)

Menurutnya, klien kami telah disangka turut serta melakukan tindak pidana korupsi pada kredit model Keppres Bank Jatim cabang HR Muhammad Surabaya. 

Dijelaskannya, kepolisian tidak berimbang dan tidak obyektif dalam melakukan pemeriksaan terhadap Yudi. Mengingat, dalam kasus tindak pidana korupsi pada Bank Jatim penyidik tidak pernah mengusut penerima aliran dana dari rekening-rekening yang telah disita menjadi barang bukti.

“Dalam kasus ini Polri telah tebang pilih. Karena, penyidikan hanya berkutat disekitar keluarga klien kami saja,” ujarnya.

Namun, menurut Eben, ada yang lebih penting lagi ketimbang kasus ini. Dalam kasus Tipikor pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Barat dan Banten (tbk) cabang Surabaya kepada PT. Cipta Inti Parmindo, bahwa proses pencairan dana itu tidak lepas dari peran Ibu Elda Devianne Adiningrat.

“Ada dugaan kuat dananya mengalir ke Ahmad Fahanah dan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq,” ujarnya.

Masih menurut Eben, dana tersebut digunakan untuk keperluan pengamanan proyek di Kementerian Pertanian. Dana dari Bank BJB ini juga digunakan untuk keperluan pembiayaan quota daging sapi impor, dimana ketiganya saat ini telah dijadikan tersangka oleh KPK.

“Dengan demikian sudah sepatutnya sebaran aliran dana yang begitu besar kepada 'penikmat' dana tersebut diusut secara tuntas. Adanya dugaan gratifikasi ini harus diusut,” jelasnya
Tri Wibowo - Febrianto
Berita Terkait



Berita Lainnya



eXTReMe Tracker