Kejagung Periksa 3 Direktur PLN Terkait Pengadaan Proyek Flame Turbine Blok Belawan

Fadlan Syiam Butho - Kamis, 06-03-2014 19:35

Kejagung Periksa 3 Direktur PLN Terkait Pengadaan Proyek Flame Turbine Blok Belawan  : aktual.co
Kapuspenkum Kejagung Setia Untung Arimuladi (Foto: Aktual.co/Oke Dwi Atmaja)

Tiga Direktur yang diperiksa yakni Vickner Sinaga selaku Direktur Indonesia Timur PT PLN, Mochammad Harry Jaya Pahlawan selaku Direktur Operasi Indonesia Barat PT.PLN dan Ngurah Adnyana selaku Direktur Operasi Jawa Bali PT.PLN.


Jakarta, Aktual.co — Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) periksa tiga Direktur PT PLN tentang perencanaan pelaksanaan pengadaan dan pekerjaan Life Time Extention (LTE) Major Overhouls Gas Turbine. Pemeriksaan tersebut terkait dengan kasus dugaan korupsi proyek penggadaan Flame Turbine GT 2.1 dan 2.2, PLTGU Blok 2 Belawan, Sumatera Utara.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi mengatakan, tiga Direktur yang diperiksa yakni Vickner Sinaga selaku Direktur Indonesia Timur PT PLN, Mochammad Harry Jaya Pahlawan selaku Direktur Operasi Indonesia Barat PT.PLN dan Ngurah Adnyana selaku Direktur Operasi Jawa Bali PT. PLN.

Ketiganya diperiksa sebagai saksi," katanya di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (6/3)

Ketiga petinggi PLN tersebut memenuhi panggilan penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung. Sedangkan untuk pemeriksaan, ketiganya dicecar terkait kronologis serta proses pelaksanaan rapat Dewan Redaksi yakni 9 orang Direksi termasuk para Saksi mengenai perencanaan pelaksanaan pengadaan dan pekerjaan Life Time Extention (LTE) Major Overhouls Gas Turbine.

"Dalam rapat terdapat perubahan pengadaan flame turbine dari Penunjukan Langsung ke Pemilihan Langsung," jelasnya.

Selain tentang hal tersebut, ketiganya juga dicecar mengenani Persetujuan Penetapan Pemenang Lelang. "Terkait perubahan kebijakan penggunaan spare part dari Original Equipment Manufacture (OEM) menjadi Non Original Equipment Manufacture (OEM)," pungkasnya.

Dalam kasus ini, Kejagung menetapkan enam tersangka yakni Direktur Operasional PT Mapna Indonesia Mochammad Bahalwan, General Manager PT Kitsbu, Chris Leo Manggala, Manajer Sektor Labuan Angin, Surya Dharma Sinaga, Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia sekaligus mantan Dirut PT Nusantara Turbin dan Propulasi Supra Dekanto, Karyawan PLN Sumut Rodi Cahyawan, dan Muhammad Ali. Sementara satu tersangka yaitu Dirut CV Sri Makmur, Yuni yang hingga kini masih buron.

Penyidik menduga adanya penggelembungan harga dalam pengadaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi flame turbin di PLN Belawan tahun anggaran 2007, 2008, dan 2009. Saat itu PT Siemens Indonesia yang memiliki reputasi internasional terkait Original Equipment Manufacture (OEM) kalah dengan Mapna dari Iran yang kapasitasnya bukan non-OEM.

Panitia pengadaan barang dan jasa memenangkan penawar tertinggi dari Mapna. Harga spare part non OEM memang lebih murah 40 persen dibandingkan OEM, namun kenyataannya flame turbin tersebut tidak dapat dioperasikan karena rusak.
Febrianto
Berita Terkait

UCAPAN SELAMAT PRESIDEN


Berita Lainnya



eXTReMe Tracker