OJK: Kasus GTIS Diteruskan ke Satgas Investasi

Kamis, 07-03-2013 23:30

OJK: Kasus GTIS Diteruskan ke Satgas Investasi : aktual.co
Ilustrasi OJK (Foto: Istimewa) (Foto: Aktual.co/Istimewa)

Masyarakat jangan mudah percaya dengan produk investasi yang menawarkan imbal hasil tinggi dengan risiko rendah.


Jakarta, Aktual.co — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku kasus penipuan investasi emas di PT Golden Trader Indonesia Syariah (GTIS) sudah diteruskan ke Satgas Waspada Investigasi.

"Yang jelas masalah itu juga sudah masuk ke call center kita (pelaporan GTIS). Terus sudah diteruskan ke Satgas investigasi. Nanti, kalau memang sudah ada unsur-unsur melanggar tindak pidana, langsung pihak kepolisian yang mengatur," ujar anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti S. Soetiono di Jakarta, Kamis (7/3).

Ia menyayangkan kasus investasi bodong kerap terjadi dari tahun ke tahun. Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan produk investasi yang menawarkan imbal hasil tinggi dengan risiko rendah.

"Kita ingin frekuensi edukasi kepada masyarakat berkesinambungan terus-menerus karena tiap tahun selalu ada korbannya," katanya.

Deputi Komisioner OJK Bidang Pengawas Pasar Modal I, Robinson Simbolon, mengatakan bahwa keanggotaan Satgas Waspada Investasi itu diisi oleh Bank Indonesia, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Kemudian, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Koperasi, Kementerian Perdagangan, Bareskrim Mabes Polri, Kejaksaan Agung, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Pertemuan antarinstansi itu akan selalu digiatkan," kata dia.

Ia mengatakan bahwa PT Golden Trader Indonesia Syariah (GTIS) yang selama ini menjadi bahan pemberitaan media, bukanlah di bawah pengawasan OJK, Bappebti, ataupun Kementerian Koperasi. Hal itu dikarenakan surat izin usaha perdagangan (SIUP) perusahaan itu tidak dikeluarkan oleh ketiga lembaga itu.

Ia mengatakan bahwa media dapat menjadi pendamping masyarakat dalam memberikan edukasi investasi yang ada di Indonesia.

"Dengan edukasi yang intensif dapat meminimalisasi masyarakat yang terkena penipuan investasi," ujar dia.
(Ant)
Tri Wibowo -
Berita Terkait

UCAPAN SELAMAT PRESIDEN


Berita Lainnya



eXTReMe Tracker