Yudi Setiawan Ungkap Borok PKS Dibawah Kendali "Kekuasaan"

Wahyu Romadhony - Senin, 20-05-2013 21:50

Yudi Setiawan Ungkap Borok PKS Dibawah Kendali
Tumpukan Uang (Foto: Aktual.co/Tino Oktaviano)

Sebanyak 25 perusahaan fiktif dibuat Yudi untuk melakukan kejahatan.


Jakarta, Aktual.co — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebut sedang menyiapkan dana untuk pemenangan pemilu 2014 sebesar Rp2 triliun. Keterangan tersebut diungkapkan oleh tersangka pembobol Bank Jabar Banten (BJB), Yudi Setiawan, yang juga pembobolan Bank Jatim.

Sebanyak 25 perusahaan fiktif dibuat Yudi Setiawan untuk melakukan kejahatan. Yudi juga sempat terlibat dalam korupsi di Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala untuk pengadaan barang dan jasa berupa lelang buku pada 2011 senilai Rp1,2 miliar. Dalam kasus inilah Yudi ditangkap.

Polda Kalimantan Selatan menangkap Yudi di aparteman Sudirman Oktober tahun lalu. Namun yang mengejutkan saat Yudi Setiawan ditangkap bersama dengan  asisten staf khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial Andi Arief yang bernama Wisnu Agung Prasetyo. "Sabu dan senpi ilegal akan ditangani penyidik Polda Metro. Di situ ada pula Wisnu, dan keduanya dibawa ke Polda Meto," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto(14/10/12).

Wisnu Agung Prasetyo sempat dikabarkan tertangkap pihak kepolisian saat penggeledahan di Apartemen Sudirman, Rabu (10/10/12) siang. Saat itu, Wisnu ada bersama seorang pria bernama Yudi Setiawan yang selama ini menjadi target kepolisian

Namun Wisnu akhirnya dilepaskan setelah dites urine dan dimintai keterangan ternyata negatif narkoba. Wisnu juga membantah bahwa dirinya ditangkap.

Sekedar mengingat, Andi Arief merupakan pihak yang pernah melaporkan politisi PKS saat itu Mukhamad Misbakhun dalam kasus LC di Bank Century. Meskipun kemudian dalam kasus tersebut Misbakhun yang saat ini menjadi politisi Partai Golkar dinyatakan tidak bersalah.

Informasi yang dihimpun Aktual.co setelah penangkapan Yudi, informasi mengenai sepak terjang pimpinan PKS ditelanjangi oleh "kekuasaan" tertentu. Dari Yudi lah yang juga Direktur PT Cipta Inti Parmindo, KPK pada Maret-April 2013 meminta keterangan mengenai keterkaitan nya dengan para petinggi PKS.

Yang lebih menarik, kuasa hukum Yudi Setiawan, Eben Eser Ginting meminta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengambil alih kasus yang sedang menimpa kliennya. Eben mengatakan, permohonan pengambilalihan perkara Yudi Setiawan oleh KPK, karena dia menilai, penanganan perkara kliennya di Kepolisian Polda Kalsel tidak maksimal. “Kita minta KPK segera mengambil alih kasus ini,” kata Eben dalam siaran persnya kepada wartawan, Sabtu (2/3/13) pagi. Padahal Polda Kalsel menjadikan Yudi target penangkapan dalam kasus korupsi di Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala untuk pengadaan barang dan jasa berupa lelang buku pada 2011 senilai Rp1,2 miliar.

Seperti dilansir Majalah Tempo edisi pekan ini. Yudi mengaku memiliki semua rekaman, dokumentasi dan catatan keuangan terkait petinggi PKS. Yudi mengaku melakukan pertemuan bersama Luthfi Hasan Ishaaq pada 12 Juli 2012 dalam perjamuan makan siang di kantor Yudi, Jalan Cipaku I nomor 14, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Luthfi saat itu masih menjadi Presiden PKS. Dia ditemani karibnya, Ahmad Fathanah.

Di dalam pertemuan, itu Luthfi mengungkapkan partainya butuh mitra pebisnis guna mengumpulkan dana. Ada papan tulis yang mencatat semua pembicaraan, dan seorang karyawan Yudi yang memotretnya.

Di papan tulis itu ada beragam program PKS guna menjaring dana. Pada kolom teratas disebutkan tertulis PKS dan angka Rp2 triliun. Di sebelahnya ada nama Luthfi dan Hilmi. Berikutnya pada tiga kolom tertulis masing-masing Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Sosial.
Tri Wibowo -
Berita Terkait

UCAPAN SELAMAT PRESIDEN


Berita Lainnya

  • 24 Nov 2014 13:01:14
    Jadi kita bergerak secara perlahan. Dari bawah terlebih dahulu, baru ke pihak atas. Arahnya menuju ke sana (petinggi Tangsel), Kami menduga yang bersangkutan mengetahui proyek tersebut
  • 24 Nov 2014 12:58:55
    Artha Theresia selaku Hakim Ketua menyatakan Al Jona terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan memanipulasi rekapitulasi sejumlah item pembayaran pegawai KY.
  • 24 Nov 2014 12:47:13
    "Yang pertama berkaitan dengan tindak lanjut kajian KPK dan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan tentang TKI," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di gedung KPK Jakarta, Senin (24/11).
  • 24 Nov 2014 12:42:51
    Terlebih lagi, Prasetyo dinilai sulit menuntaskan kasus dugaan penyalahgunaan dana talangan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang merugikan keuangan negara hingga 600 triliun rupiah.
  • 24 Nov 2014 11:52:53
    Memunculnya nama Prasetyo dianggap bakal mempengaruhi institusi tersebut dalam menegakkan keadilan. Hal tersebut pun banyak keraguan di kalangan masyarakat menyangkut prospek penegakan hukum pada era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
  • 24 Nov 2014 11:24:13
    Selain Reza, kerabat korban Anggi Nasution (28) dan Meily Sitorus (17) mendapat perawatan intensif di rumah sakit karena mengalami luka-luka serius.
  • 24 Nov 2014 11:16:32
    Hanif mengatakan, kehadirannya ke KPK selain menjadi menteri ke-12 yang menyerahkan LHKPN, Hanif juga berdiskusi masalah ketenagakerjaan dengan pimpinan KPK. Dia menyebutkan masalah ketenagakerjaan yang musti diperbaiki antara lain pada tata kelola ketenagakerjaan di Indonesia ke depannya.
  • 24 Nov 2014 11:15:09
    "Pemerintahan masih berjalan normal dan tidak ada hambatan. Saya masih menjalankan roda pemerintahan, juga masih dibantu wakil bupati, sekda dan seluruh jajaran pemerintahan yang ada," kata Marthen, di Kupang, Senin (24/11).
  • 24 Nov 2014 11:05:37
    "Kita masih mengkaji apakah memenuhi unsur penculikan atau tidak," kata Wahyu di Jakarta, Senin (24/11).
  • 24 Nov 2014 10:28:57
    Dia bakal diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk berbasis nomor induk kependudukan nasional secara elektronik (e-KTP) tahun anggaran 2010-2012 di Kementrian dalam negeri.
  • 24 Nov 2014 09:14:38
    "Kondisinya belum stabil, tetapi proyektil peluru sudah berhasil dikeluarkan dari pinggangnya," kata Ardiansyah, paman Hendro, Senin (24/11).
  • 24 Nov 2014 01:52:23
    Rinciannya biaya perjalanan dinas anggota Dewan ke Jakarta untuk sekali konsultasi sekitar Rp20 juta. Jadi kalau dua kali konsultasi Rp40 juta, sehingga dengan jumlah 10 anggota Banleg dua kali konsultasi biayanya Rp400 juta.
  • 24 Nov 2014 00:40:14
    "Motif pembunuhan yaitu tersangka merasa marah diajak oleh korban untuk melakukan hubungan intim yang tidak disukai pelaku Mkh. Tersangka akhirnya marah terhadap korban," ujarnya di Medan, Minggu (23/11).
  • 23 Nov 2014 23:45:34
    "Untuk kasus penganiayaan terhadap rekan-rekan jurnalis itu, penyidik sudah menetapkan dua orang tersangka dan keduanya dari satuan Brimob," ujar Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Endi Sutendi di Makassar, Minggu (23/11).
  • 23 Nov 2014 21:57:38
    Pengungkapan pencurian minyak bermula saat staf keamanan Pertamina EP mandapatkan laporan tindakan "illegal tapping" (melubangi pipa secara ilegal). Atas laporan tersebut, tim segera menggerebek ke lokasi.
  • 23 Nov 2014 17:10:23
    Apakah Prasetyo bisa komitmen menegakkan hukum soal BLBI, HAM yakni Munir, kasus Semanggi Mei 98 dan kasus yang banyak terjadi di kejaksaan, dan itu sudah memiliki bukti yang cukup
  • 23 Nov 2014 14:30:41
    Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar mengatakan, kasus dugaan penggelapan tersebut perlu dilihat lebih teliti agar tidak merugikan banyak karyawan perusahaan.
  • 23 Nov 2014 12:25:17
    "Upaya penegakan peraturan perundang-undangan di bidang kelautan dan perikanan terus kita lakukan melalui operasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
  • 23 Nov 2014 11:32:09
    Pernyataan Anang tersebut menyusul penggerebekkan tiga pengedar sabu asal Tiongkok di kawasan Muara Karang, Jakarta Utara. Para pengedar tersebut memasukkan narkoba ke Indonesia melalui jalur laut.
  • 23 Nov 2014 09:42:59
    Tiga warga Cina yang ditangkap masing-masing bernama Xiao Jin Zeng (43), Chen Wei Biao (44), dan Li Lin Fei (32). Anang menuturkan, penangkapan in iberawal dari informasi masyarakat bahwa akan ada pengiriman sabu-sabu dalam jumlah besar dari Cina melalu jalur laut.
  • 23 Nov 2014 08:40:20
    Namun, pemilihan mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum itu, memang cukup mendadak alias tanpa ada pemanasan sama sekali melalui pemberitaan. Dan tiba-tiba saja, pada Kamis (20/11) pukul 14.00 WIB, dilantik di istana.
  • 23 Nov 2014 08:20:43
    Ray menilai, ada tiga kecacatan dalam pemilihan Prasetyo sebagai Jaksa Agung. Pertama, proses pemilihan Jaksa Agung dilakukan dengan cara yang tertutup. Kedua, proses yang tidak transparan. Terakhir adalah, pribadi Prasetyo bukanlah figur yang menonjol di lingkungan kejaksaan.
  • 23 Nov 2014 07:10:47
    "Tindakan yang dilakukan jajaran Polri ini dapat dikategorikan sebagai perilaku yang kejam, karena melukai rasa kemanusiaan, merendahkan martabat perempuan dan diskriminatif terhadap perempuan yang merupakan calon Polwan," kata Pemerhati masalah sosial di Makassar Hurriah di Makassar, Minggu (23/11).
  • 22 Nov 2014 22:15:00
    "Sebelumnya Polisi mendapat laporan dari masyarakat, kemudian setelah dilakukan penyelidikan dan pengejaran, tersangka RS warga Jalan Sidomulyo, Kecamatan Tampan berhasil diamankan di Jalan Harapan Raya. Dari tersangka RS, maka DP berhasil diamankan di rumahnya yang beralamat di Jalan Bukit Barisan Kecamatan Tenayan Raya," kata Kasat Res Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Hicca Alexfonso Siregar melalui Wakasat Narkoba Iptu Musadi Pekanbaru, Sabtu (22/11).
  • 22 Nov 2014 20:52:33
    "Ada 150 Kg sabu yang disita," kata juru bicara BNN Sumirat.


eXTReMe Tracker