UU Sisdiknas Sangat Multitafsir

Muchammad Nasrul Hamzah - Minggu, 30-12-2012 03:02

UU Sisdiknas Sangat Multitafsir : aktual.co
Mantan hakim Mahkamah Konstitusi A Mukhtie Fadjar (Foto: Aktual.co/Muchammad Nasrul Hamzah)

"Undang-Undang Sisdiknas itu termasuk UU yang mengambang dan dalam prakteknya kemungkinan menimbulkan distorsi, sehingga bisa menimbulkan ketidakpastian hukum"


Malang, Aktual.co — Mantan hakim Mahkamah Konstitusi A Mukhtie Fadjar menilai UU Sisdiknas mengambang dan kemungkinan dalam prakteknya terjadi distorsi.

"Undang-Undang Sisdiknas itu termasuk UU yang mengambang dan dalam prakteknya kemungkinan menimbulkan distorsi, sehingga bisa menimbulkan ketidakpastian hukum," katanya, Sabtu (29/12), di Malang.

Mukhtie juga menyatakan bahwa UU ini sangat multitafsir. "UU ini sangat multitafsir, jika diserahkan nantinya kepada eksekutif atau pengelola kemingkinan nanti akan sesuai dengan tafsir dia, UU ini kan sering diuji, berkaitan dengan penganggaran, BHMN, namun dibatalkan," tegasnya.

Mukhtie menyarankan agar permasalahan yang harusnya diangkat dalam UU ini adalah masalah yang sifatnya filosofis pendidikan untuk semua, bukan pendidikan yang mendiskriminasi.

"RSBI itu akibat dari kelatahan akan label-label internasional, padahal gak ada apa-apanya itu. Seperti bandara yang hanya menerbangkan satu pesawat ke Singapura sudah disebut Internasional, RSBI jelas mendiskriminasikan warga negara." ungkapnya.

Seperti diketahui, polemik soal UU Sisdiknas masih berlanjut. Banyak pihak yang menganggap bahwa UU Sisdiknas adalah upaya Kapitalisasi Pendidikan. Masalah BHMN pun juga banyak menimbulkan konflik di kalangan Mahasiswa, serta RSBI yang di anggap mendiskriminasikan warga negara.

UU Sisdiknas yang dinilai masih mengedepankan kapitalisasi dan komersialisasi di bidang pendidikan.
Faizal Rizki

UCAPAN SELAMAT PRESIDEN


Berita Lainnya



eXTReMe Tracker