Secara Historis, Sabah Tetap Milik Kesultanan Sulu

Kamis, 07-03-2013 05:30

Secara Historis, Sabah Tetap Milik Kesultanan Sulu : aktual.co
Sultan Sulu dan pasukannya (Foto: malaysia-today.net)
Aktual.co — Setelah Malaysia mencaplok Sipadan-Ligitan, yang sebenarnya masuk wilayah Indonesia, kini nasib yang sama dialami Kesultanan Sulu, Filipina. Tanah warisan sejak ratusan tahun silam, ingn direbut negeri jiran. Bedanya dengan pemimpin Indonesia, Sultan Sulu dan masyarakatnya berani mempertaruhkan nyawanya untuk merebut wilayah leluhur mereka, Negara Bagian Sabah.

Berdasarkan penelusuran dari wikipedia, wilayah Sabah sebenarnya milik Kesultanan Brunei, yang kemudian diberikan ke Sultan Sulu, lantaran telah membantu negara kecil itu dalam meredam konflik antar warga sipil. 

Permintaan untuk mengakui Sabah sebagai wilayah Sulu ini bukan yang pertama. Di masa Presiden Filipina Diosdado Macapagal pernah mengajukan klaim agar wilayah itu dikembalikan pada Kesultanan Sulu, namun tidak ditanggapi hingga menjadi berlarut-larut dan Malaysia keburu membentuk negara federasi yang menggabungkan Sabah serta Sarawak untuk menjadi bagian dari negaranya. Namun, secara adat jelas, Sabah milik Sulu.

Tak punya penyelesaian yang pasti, Kesultanan Sulu hendak merebut kembali wilayah mereka. Sekitar 100 orang Sulu dengan kapal berukuran sedang merapat ke wilayah Lahat Datu dan menduduki tempat itu sebagai basis pertahanan demi kembalinya tanah leluhur mereka. Bukannya menempuh jalan damai, pemerintah Malaysia justru mengambli langkah represif dengan mengusir orang-orang Sulu dari tanah diklaim milik Negeri Jiran yang sah.

Sulu meradang. Mereka melawan semampunya dan ini pun membuahkan hasil lantaran pihak militer Malaysia banyak jatuh korban. Genderang perang dikibarkan oleh Perdana Menteri Najib Razak berbalas ancaman serupa dari orang-orang Sulu sebagian besar menempati wilayah selatan Filipina.

Semakin darurat, Malaysia kebakaran jenggot dengan mengerahkan armada jet tempur. Najib mengatakan Negeri Jiran tidak mempunyai pilihan selain menumpas habis musuh yang mengancam negaranya. Najib mungkin sudah lupa jika ada jalan bernama diplomasi sebagai opsi pertama agar konflik ini tidak memakan korban, seperti dilansir surat kabar the Australian (5/3).
Tri Wibowo -

Berani Melangkah
Komentar
  • riko iskandar
    8 Mar 2013 18:12:30
    malaysia sudah sombong mentang2 ada inggris di belakang nya.dasar anjing british
Nama
Email
Komentar
Kode Verifikasi