Rencana Kerja Gubernur Baru Jateng Tentang Bansos Tuai Pro-Kontra

Muhammad Dasuki - Rabu, 12-06-2013 10:06

Rencana Kerja Gubernur Baru Jateng Tentang Bansos Tuai Pro-Kontra : aktual.co
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (Foto: Aktual.co/Muhammad Dasuki)

Menurutnya, dihapuskannya pos dana bansos justru akan menambah permasalahan bagi rakyat. Alokasi dana bansos dan hibah yang diperuntukkan kepada masyarakat bawah akan memperparah kondisi masyarakat.


Semarang, Aktual.co — Rencana penghapusan pagu anggaran dana bantuan sosial (bansos) dan hibah oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng) terpilih, Ganjar Pranowo ternyata menuai pro-kontra di elit masyarakat, terutama pandangan di jajaran legislatif.

Salah satunya, Syamsul Мa'ari Fadalah anggota Komisi E DPRD Jateng yang tidak meyepakati dana kemasyarakatan.

Menurutnya, dihapuskannya pos dana bansos justru akan menambah permasalahan bagi rakyat. Alokasi dana bansos dan hibah yang diperuntukkan kepada masyarakat bawah akan memperparah kondisi masyarakat.

"Kami menolak bansos dan hibah dihapus. Karena jika itu terjadi di kepemimpinan Pak Ganjar selaku gubernur Jateng yang baru nanti akan menutup dan mengurangi perhatian pemerintah kepada desa-desa, lembaga sosial serta pendidikan di masyarakat tidak diperhatikan," tanda Syamsul Ma'ari, di Semarang, Selasa (11/6) kemarin.

Selain itu, lanjut dia, isu mengenai dana bansos yang akan dialihkan ke APBD dianggap tidak tepat, mengingat bansos sendiri merupakan bantuan yang dikhususkan bagi lembaga-lembaga masyarakat yang tidak tersentuh dana APBD.

"Kalau bansos dialihkan ke infrastruktur ataupun ke APBD, maka tidak tepat dan tidak proporsional dan mengurangi perhatian pemerintah ke lembaga di masyarkat," jelasnya.

Komisi E sendiri telah memberikan masukan ke Fraksi PDI Perjuangan untuk menjadikan masukan bagi gubernur baru, Ganjar Pranowo.

"Kami telah sampaikan pandangan umum ke fraksi PDIP untuk dilanjutkan ke gubernur. Dan kebanyakan dari fraksi semuanya mendukung," tambahnya.

Menyoal adanya bansos yang selalu menimbullkan berbagai penyelewengan, Syamsul menjelaskan agar ditangani dan dikroscek ke dinas terkait. Pihaknya pun siap kasus bansos yang sampai saat ini masih ditangani agar diproses hukum.

"Masalah bansos ini kan pada permasalahan teknis pelasanaan. Silahkan saja ditindak jika melanggar hukum. Dan itu masalahnya kan pada LPJ, jadi harus ada ketegasan," ungkapnya.

Jadi permasalahannya, kata dia, lebih pada alamat fiktif dan lain-lain memang harus dikroscek secara benar. Mulai dari kerja dinas sosial sampai kabupaten kota agar dicek keasliannya.

"Secara umum, masalah itu tidak harus menjadi satu-satunya alasan untuk menghapus bansos, " terangnya.

Ditempat terpisah, Rabu (12/6) pakar Politik Universitas Diponegoro, Susilo Utomo menyatakan sikap demikian makin memperburuk citra DPRD dalam proses demokrasi.

Menurutnya, inisiatif penghapusan dana Bansos dan Hibah Provinsi Jateng oleh gubernur Jateng yang baru itu setelah melihat banyak kasus yang muncul dari alokasi Bansos selama ini bermasalah.

"Jadi keputusan tersebut telah sesuai, dan saya kira tepat. Apalagi melihat UU No 25 tentang pembangunan nasional, nanti kalau tidak malah repot," jelasnya.

Ia menerangkan, bahwa pelaksanaan Bansos dan Hibah sendiri adalah kinerja Eksekutif. Sedangkan legislatif seperti DPRD tidak punya hak untuk mempertahankan.

"Dalam hal ini DPRD harus kembali ke Khittah lah, yaitu sebagai inisiatif, budgeting dan pengawasan. Karena tentang kebijakan ini bukan domainnya DPRD," tambahnya.
Nur Lail -
Berita Terkait



Berita Lainnya

  • 1 Aug 2014 14:12:49
    "Armada yang melayani trayek ke arah timur itu maunya hanya melayani calon penumpang jarak jauh semua, padahal sesuai aturan mereka juga harus mau membawa calon penumpang tersebut, akibatnya banyak calon penumpang yang menumpuk di terminal," kata Kepala Terminal Bus Tirtonadi Solo Eko Agus Susanto, Jumat (1/8).
  • 1 Aug 2014 13:58:20
    Informasi yang dihimpun dari Badan Penyelamat Wisata Tirta Kabupaten Sukabumi, mayoritas wisatawan yang datang ke objek wisata laut itu tidak memperhatikan keindahan dan kebersihan pantai. Dengan seenaknya para pelancong tersebut membuang sampah sembarangan di pesisir pantai mulai dari kertas sampai plastik hingga yang berbahan besi.
  • 1 Aug 2014 11:14:35
    "Masyarakat khawatir tindakan kedua warga tersebut akan memicu kabut asap dan kebakaran yang lebih hesar mengingat saat ini musim kemarau," katanya.
  • 1 Aug 2014 00:45:00
    Kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah karena jumlah penumpang yang menggunakan jasa kereta api untuk hari ini masih belum tercatat seluruhnya
  • 1 Aug 2014 00:27:00
    Saya sarankan bagi yang mau pulang ke Jakarta bisa melalui jalur Cialong Wetan. Kalo memang mau pulang dan bukan untuk berwisata ke Puncak
  • 1 Aug 2014 00:05:00
    Stok air bersih kami sudah habis sejak dua minggu lalu, sehingga dengan sangat terpaksa kami memasak nasi menggunakan air parit
  • 31 Jul 2014 23:48:27
    Ke sini sama keluarga, habisnya kita bingung mau liburan ke mana. Padahal liburnya masih agak lama
  • 31 Jul 2014 23:38:23
    Kepada pengunjung pantai dan warga di sekitar perairan Selat Karimata, Utara Bangka dan Selat Galasa agar berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan karena tinggi gelombang di sekitar perairan itu berkisar dua hingga tiga meter
  • 31 Jul 2014 23:26:41
    Saya mulai berjualan sejak 25 Juli lalu. Rencananya akan berdagang sampai tanggal 16 Agustus 2014
  • 31 Jul 2014 22:49:55
    Kepadatan kendaraan roda dua ini masih difokuskan penempatannya pada satu dermaga secara bergantian menyesuaikan dengan kapal feri yang siap berlayar
  • 31 Jul 2014 22:08:04
    "Stok air bersih kami sudah habis sejak dua minggu lalu, sehingga dengan sangat terpaksa kami memasak nasi menggunakan air parit"
  • 31 Jul 2014 18:40:26
    Hingga kini korban yang hilang masih dalam pencarian tim SAR gabungan dari SARDA, Polri, TNI, BPBD dan warga sekitar dengan menggunakan kapal seadanya.
  • 31 Jul 2014 17:35:34
    700 personil gabungan Dalmas Polrestabes Surabaya, Brimob Polda Jatim, TNI dan Satpol PP, mendatangi lokalisasi Jarak dan Dolly Surabaya.
  • 31 Jul 2014 17:15:42
    Berbeda dengan informasi dari pejabat di Labuhanbatu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat menyebutkan bahwa kapal yang tenggelam di perairan Sungai Berombang, Panai Hilir, Labuhanbatu, Sumatera Utara berpenumpang 20 orang.
  • 31 Jul 2014 16:20:07
    Namun kali ini warga Dolly kembali resah setelah adanya empat warga Dolly yang diciduk oleh sejumlah orang misterius pada Kamis (31/7) dinihari. Apakah polisi atau bukan, yang jelas pelaku yang menangkap mereka adalah sekelompok orang berpakaian preman tanpa dibekali surat tugas.
  • 31 Jul 2014 14:39:46
    Belasan rumah toko di Jalan Sultan Muhammad, Kecamatan Pontianak Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, terbakar sejak Rabu malam (30/7) hingga Kamis (31/7) pagi.
  • 31 Jul 2014 14:12:03
    Sejumlah tempat wisata pemandian di Pulau Ambon ramai dipadati pengunjung selama libur lebaran. Pantauan di lokasi pada Kamis (31/7), sejumlah lokasi wisata pemandian seperti di Pantai Natesepa, pantai Liang, dan pemandian air panas Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu (Pulau Ambon), Kabupaten Maluku Tengah dipadati pengunjung sejak pagi hari.
  • 31 Jul 2014 13:58:01
    Ketua DPRD Kota Surabaya M. Machmud menyatakan ada indikasi memuluskan izin operasional tempat hiburan keluarga, Surabaya Carnival Night Market, yang hingga kini masih bermasalah karena belum melengkapi izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)lalu lintas.
  • 31 Jul 2014 13:32:47
    Penjual jasa pelayanan pergantian dan tambal ban kendaraan roda dua dan roda empat di Kota Bandarlampung laris pelanggan akibat banyaknya pengunjung sementara masih banyak pelayanan jasa tersebut yang tutup.
  • 31 Jul 2014 13:21:36
    Muchtar Muhammad Ketua Umum Laskar Jokowi tengah mengajukan nama-nama calon Menteri Kabinet yang rencananya bernama "Kabinet Trisakti" dalam kepemimpinan Jokowi-JK nantinya.
  • 31 Jul 2014 12:25:56
    Tim Pemenangan Prabowo-Hatta kota Malang bakal menanyakan KPUD Kota Malang terkait adanya dugaan penghitungan suara ulang pasca turunnya surat edaran KPU Pusat.
  • 31 Jul 2014 12:16:47
    "Kami akan melakukan investigasi bila hal itu memang ada, kami bergerak bila ada laporan masyarakat dan hasil temuan kami," tutur Ketua Panwaslu kota Malang, Yanuar Tri kepada Aktual.co, Kamis (31/7).
  • 31 Jul 2014 12:02:13
    “Pembukaan peti suara tersebut merupakan perintah dari KPU melalui surat Nomor 1449/KPU/VII/2014 tanggal 25 Juli 2014,” kata Depa yang dihubungi, Kamis (31/7).
  • 31 Jul 2014 11:35:08
    Tim SAR masih terus melakukan pencaharian terhadap dua korban perahu terbalik di sekitar Perairan Nabire, terutama disekitar Pulau Yaur.
  • 31 Jul 2014 09:04:17
    "Tidak ada hambatan, semua moda transportasi yang mengangkut para pemudik Lebaran berjalan cukup lancar," kata Kepala Dinas Perhubungan Sulteng, Hendro Surahmat, di Palu, Kamis (31/7).


eXTReMe Tracker