LCKI Jateng Angkat Seminar Bertajuk "Polri Masa Depan dan Crime Preventif"

Muhammad Dasuki - Selasa, 02-07-2013 23:44

LCKI Jateng Angkat Seminar Bertajuk
Dewan Pembina LCKI Jaten, Novel Ali (Foto: Aktual.co/Muhammad Dasuki)

"Ini juga menjadi masukan Polri agar secara praktik melakukan hal represif terhadap berbagai kejahatan yang muncul di masyarakat, karena selama ini mereka tahunya hanya upaya prefentif," tandas Adi


Semarang, Aktual.co — Menyikapi berbagai gejolak yang terjadi di masyarakat seperti berbagai tindak kejahatan serta pelanggaran HAM di Indonesia, Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Jawa Tengah menggelar seminar nasional yang mengangkat tentang "Perspektif Polri Masa Depan dan Crime Preventif, di Solo Paragon, Surakarta yange berlangsng sejak tanggal 4-6 Juli. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya melawan tindak kejahatan.

Ketua LKCI Jateng, Adi Siswanto Nugroho mengatakan, latar belakang diadakannya perbincangan seputar peran penegak hukum, serta masyarakat dalam proses penindakan kejahatan publik bertujuan untuk merumuskan serta menjadi masukan positif bagi DPR RI yang merancang undang-undang.

"Ini juga menjadi masukan Polri agar secara praktik melakukan hal represif terhadap berbagai kejahatan yang muncul di masyarakat, karena selama ini mereka tahunya hanya upaya prefentif," tandas Adi saat memberikan keterangan kepada Wartawan, di Semarang, Selasa (2/7).

Selain itu, kata dia, dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-67 ini, pihaknya dalam gagasan acara akan menghadirkan berbagai elemen seperti, Ketua LCKI Pusat, Dai Bachtiar, Kapolri, Polda Jateng, Gubernur Jateng dan SKPD, serta seluruh Kapolres di 35 Kabupaten/Kota di Jateng.

"Ini wujud peran serta LCKI yang peduli terhadap berbagai masalah di masyarakat. LCKI perlu melakukan kerjasama dengan berbagai elemen, seperti Polri, Ormas, Pers, LSM, dan masyarakat luas," jelasnya.

Senada dikatakan Juru Bicara LCKI Jateng yang merupakan mantan Kompolnas, Novel Ali menandaskan dari berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat seperti issue saling serang antar kelompok, serta pelanggaran terhadap berbagai tindak kejahatan yang setiap saat bisa mengancam siapa saja tanpa pandang bulu, harus segera disikapi.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri, sekarang banyak yang takut dengan ormas daripada Polri. Hal ini seolah-olah polisi sudah kwalahan dan negara seolah-olah kalah dengan kejahatan yang di mana-mana terjadi. Padahal Polri sendiri merupakan representasi dari negara yang tujuannya adalah pencegahan untuk menindak yang berbuat jahat, " terang Noval.

Polisi, tandas dia, dalam melawan berbagai tindak kejahatan dianggap pasang surut dalam mengurai kejahatan yang ada di masyarakat. Untuk mempersiapkan keberanian itu, kata dia, harus dimulai dari prinsip yang harus ditanamkan sejak dini, seperti perekrutan Kapolri yang memang berani menindak segala macam kejahatan.

"Calon Polri harus dilihat dari keberanian dan keberhasilan dalam melawan kejahatan dan premanisme. Dan kita (LCKI) menjadi akses referensi yang mampu mengelaborasi kepada masyarakat agar sadar akan pencegahan terhadap kejahatan," tandasnya.

Untuk itu, tandas dia, LCKI dalam hal ini tengah memprogramkan berbagai solusi tentang cegah kejahatan di masyarakat, seperti adanya posko pengaduan kejahatan, badan konsultasi kejahatan hukum serta berbagai acara yang lebih mengedepankan sinkronasi antar aparat keamanan dalam hal ini TNI, Polri dan Kompolnas.

"Agar prioritas aparat dalam melawan kejahatan tidak seumur jagung dan lebih pada alasan rasio yang menjadi acuan. Dengan begitu akan ada proses pembagian kinerja sehingga bisa dijadikan sebagai bahan intropeksi diri oleh aparat," pungkasnya.
Ismed Eka Kusuma -
Berita Terkait

UCAPAN SELAMAT PRESIDEN


Berita Lainnya



eXTReMe Tracker