Penipuan Berkedok Barang Antik Marak di Rohil Riau

Rabu, 03-04-2013 10:34

Penipuan Berkedok Barang Antik Marak di Rohil Riau : aktual.co
Ilustrasi Barang Antik (Foto: Istimewa)

"Ada ibu yang kehilangan aset berupa tanah maupun uang dalam jumlah besar. Kami banyak menerima laporan dari korban aksi penipuan dengan menyatakan seolah-olah barang antik itu laku dijual hingga miliaran rupiah," kata Zakia Hada


Jakarta, Aktual.co — Komplotan sindikat penipuan berkedok penjualan barang antik marak di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau khususnya di Bagansiapiapi dengan sasaran ibu-ibu kolektor barang tersebut, padahal yang mereka beli ternyata benda yang tidak berharga sama sekali.

"Ada ibu yang kehilangan aset berupa tanah maupun uang dalam jumlah besar. Kami banyak menerima laporan dari korban aksi penipuan dengan menyatakan seolah-olah barang antik itu laku dijual hingga miliaran rupiah," kata Zakia Hada, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, di Bagansiapiapi, Selasa (2/4).

Setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru tutur Zakia, ternyata barang antik yang sudah terlanjur dibeli ibu-ibu tersebut hanya berupa kerajinan asal Jogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Korban sebagian sudah terkuras habis harta bendanya akibat tergiur bujuk rayu penjual yang diduga memakai jaringan sindikat itu.

Dalam meyakinkan calon mangsanya, para sindikat barang antik tidak segan-segan memperlihatkan daftar harga barang antik itu dari internet.

Selain itu kerja sindikat mencurigakan karena ketika penawaran berlangsung, beberapa orang menghubungi calon pembeli dengan membanding-bandingkan barang antik yang satu dengan yang lain dan menyebut kalau barang antik yang ditawarkan itu jauh lebih murah.

Zakia mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah. Biasanya yang menjadi korban para sindikat ini adalah para pengoleksi barang-barang antik yang sifatnya pribadi.

Berbeda halnya dengan museum milik pemerintah. Kalau museum pemerintah ingin menambah koleksi dengan cara membeli barang antik, maka pihak museum harus melakukan identifikasi dan pengujian terhadap barang antik tersebut terlebih dahulu dengan mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujian dari pihak Museum Nasional Jakarta.

"Setelah dinyatakan barang tersebut berharga oleh tim dari Museum Nasional, baru pemerintah daerah bisa membelinya. Kalau tidak, kami bisa masuk penjara. Sedangkan korban penipuan sindikat barang antik ini beragam mulai masyarakat awam hingga orang berpendidikan tinggi," ujarnya.

(Ant)
Ismed Eka Kusuma -
Berita Terkait



Berita Lainnya

  • 23 Sep 2014 20:10:41
    Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menahan Pembantu Rektor III Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Eko Haryanto, dalam kasus dugaan korupsi senilai Rp10 miliar di perguruan tinggi itu.
  • 23 Sep 2014 20:00:48
    Anggota Satpol PP Kota Kendari, Jayus (50), meninggal setelah terjatuh ketika berupaya menyelamatkan diri dari kejaran warga saat petugas akan melakukan penertiban pedagang di Pasar Kota Kendari, Selasa (23/9), sekitar pukul 09.00 WITA.
  • 23 Sep 2014 18:00:52
    Seorang perwira menengah Polda Sulawesi Tengah, Kompol Mappiedar, kabur karena diduga menjanjikan warga menjadi anggota Polri setelah menerima imbalan Rp500 juta.
  • 23 Sep 2014 15:37:49
    Dalam fakta persidangan, terungkap para saksi yang diminta keterangan mejelis hakim membenarkan penunjukan Koperasi Serba Usaha "Sejahtera" sebagai Lembaga Keuangan Mikro dan Lokasi perumahan swadaya yang ditujukan kepada Kemenpera RI itu dipaksakan. Koperasi itu lama mengalami kolaps pada 1999 lalu.
  • 23 Sep 2014 15:10:51
    Kabareskrim Reskrim Polri Komjen Pol Suhardi Alius mengharapkan masyarakat untuk tidak berasumsi adanya jasa pengamanan "backingan" terkait bentrok antara TNI dan Polri di Batam, Minggu (21/9).
  • 23 Sep 2014 14:41:08
    Pengadilan Tipikor kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi pembangunan perumahan bersubsidi Griya Lawu Asri senilai Rp 11,8 miliar TA 2007-2008 dengan terdakwa mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih.
  • 23 Sep 2014 14:20:49
    Kecelakaan beruntun terjadi di pintu tol Jembatan Suramadu, Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa, sekitar pukul 11.00 WIB, dan menyebabkan sebuah mobil Honda Jazz berwarna merah muda ringsek.
  • 23 Sep 2014 14:20:43
    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Silvanus Tibo mengatakan, staus Gunung Rokatenda di Kecamatan Palue yang meletus terakhir pada 10 Agustus 2013 lalu, kini sudah berubah status menjadi waspada.
  • 23 Sep 2014 14:00:30
    Gedung Sarekat Islam di jalan Gendong Selatan Nomor 1144, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Semarang Timur mulai hari ini, Selasa (23/9) dilakukan pemugaran.
  • 23 Sep 2014 13:40:14
    Peredaran narkoba di kalangan universitas kini menjadi perhatian Badan Narkotika Nasional (BNN). Beberapa universitas di kota Malang kini bakal melakukan program tes urine yang diwajibkan bagi mahasiswa.
  • 23 Sep 2014 13:25:13
    Rehabilitasi kini menjadi kunci penanganan terhadap pemakai narkotika yang dicanangkan Badan Narkotika Nasional (BNN). Perubahan cara penanganan ini dilakukan, karena pemakai narkoba murni saat ini dianggap sebagai korban.
  • 23 Sep 2014 12:36:56
    Direktorat Polair kepolisian daerah Kepri menangkap kembali dua kapal tanker yang tengah melakukan "kencing" BBM solar bersubsidi di perairan Pulau Buluh, Sagulung, Sabtu (20/9) lalu, sekitar pukul 14.30 Wib.
  • 23 Sep 2014 11:54:49
    Pulau Bali diguncang gempa berkekuatan 4,6 SR. Gempa yang terjadi pukul 05.05 WITA itu cukup membuat warga Bali yang hendak melakukan aktivitas terkejut.
  • 22 Sep 2014 22:11:42
    Puluhan advokat yang tergabung dalam Gerakan Advokat Indonesia melakukan aksi unjukrasa di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura Surabaya.
  • 22 Sep 2014 20:47:41
    Saling tembak terjadi antara jajaran Polsek Gubeng dan pelaku pencurian terjadi di Jalan Biliton Surabaya.
  • 22 Sep 2014 18:20:39
    Wali Kota Malang, Moch Anton, menegaskan kasus pemerasan yang dilakukan oleh Suharnoto, Lurah Purwantoro, Kota Malang adalah kesalahpahaman semata.
  • 22 Sep 2014 17:52:18
    Trafo dengan daya 50 KVA milik PT PLN Lhokseumawe di Desa Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, dicuri oleh orang tak dikenal, Senin (22/9). Akibatnya, arus listrik ke ratusan rumah di kawasan itu padam total. Peristiwa itu terjadi untuk ketiga kalinya.
  • 22 Sep 2014 17:20:14
    Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus baru-baru ini menghentikan perederan distribusi buku sejarah agama Islam kelas I Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang menyebutkan benda berhala masa kini adalah makam para wali.
  • 22 Sep 2014 17:10:40
    Nazriel Irham atau Ariel 'Noah' kini resmi menyandang satus bebas setelah mendapat surat keterangan selesai bimbingan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas 1A Kota Bandung.
  • 22 Sep 2014 17:01:39
    Tega benar tindakan Ahmad Riyadi alias Ahmadenan (44). Ia nekat mendalangi pembunuhan majikannya sendiri yang merupakan juragan ayam.
  • 22 Sep 2014 16:40:21
    Kabar mengenai penculikan anak di wilayah Malang Raya kini meresahkan warga. Senin (22/9), siang pihak Tim Buser Polsek Pagak berhasil mengamankan dua orang yang dicurigai sebagai penculik anak.
  • 22 Sep 2014 16:20:40
    Ratusan massa, Senin (22/9) melakukan aksi menuntut penutupan tempat maksiat di depan kantor Balaikota Malang.
  • 22 Sep 2014 16:00:21
    Merebaknya tempat mesum di kota Malang ditengarai terkait dengan penutupan lokalisasi Dolly yang ada di Surabaya. Sebab, kota Malang sebagai kota besar dan berdekatan dengan Surabaya rawan terkena imbas ekspansi pekerja seks komersial (PSK).
  • 22 Sep 2014 14:17:35
    Dalam kasus mafia BBM di Sikka NTT terungkap kalau Aminah salah satu pelaku memiliki peranan menyimpan BBM hasil pembelian Dewanti menggunakan rekomendasi dari pemerintah.
  • 22 Sep 2014 14:00:42
    Polres Sikka, Nusa Tenggara Tiur berhasil mengungkap kasus dugaan mafia BBM bersubsidi. Dari hasil ungkap tersebut aparat menahan lima pelaku dengan barang bukti 400 liter solar bersubsidi.


eXTReMe Tracker