Petinggi Demokrat Ingatkan KPK Jangan Cari-cari Kesalahan

Wahyu Romadhony - Jum'at, 21-12-2012 09:38

Petinggi Demokrat Ingatkan KPK Jangan Cari-cari Kesalahan : aktual.co
Gede Pasek Suardika (Foto: Aktual.co/Amir Hamzah)

Beredar kabar KPK dalam waktu dekat ini akan menetapkan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum sebagai tersangka dalam kasus korupsi pembangunan sekolah olahraga di Bukit Hambalang.


Jakarta, Aktual.co — Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapatkan apresiasi dari Ketua Komisi Hukum DPR RI Gede Pasek Swardika.

"Adanya Jenderal dan menteri aktif (jadi tersangka) bisa memberikan efek psikologis itu," kata Pasek kepada wartawan, Jumat (21/12).

Meski begitu, Pasek berharap agar petinggi dan jajaran KPK bisa tetap tahan godaan dari pihak-pihak yang ingin memanfaatkan KPK untuk mengkriminalkan seseorang demi kepentingan politik. KPK dimintanya, untuk tidak bekerja berdasarkan desakan-desakan dari luar kalau menetapkan status seseorang sebagai tersangka untuk kasus tindak pidana korupsi.

KPK, menurut Pasek, tugasnya menemukan kesalahan (schuld) yang berpotensi menjadi perbuatan melawan hukum dan memenuhi unsur pidana atau delik. "Itu namanya penegakan hukum," kata Pasek.

Pasek mengingatkan, KPK bekerja bukan mencari-cari kesalahan yang kemudian dipaksakan dan direkayasa untuk memenuhi hasrat oknum kekuasaan. "Saya memang mendengar beberapa oknum petinggi memaksakan agar si A, si B bisa jadi tersangka untuk target politik tertentu. Semoga pimpinan KPK tahan godaan dan desakan dari oknum-oknum itu," harapnya.

Akhir tahun yang manis dari KPK seperti sekarang ini diharapkan tidak sampai dinodai oleh ulah dan pengaruh oknum-oknum petinggi tersebut.

"Menetapkan tersangka dengan mencari-cari kesalahan Itu namanya kriminalisasi. Saya yakin pimpinan KPK akan berani menolak desakan tersebut demi sejarah penegakan hukum yang beradab," kata Pasek.

Sebelumnya, beredar kabar KPK dalam waktu dekat ini akan menetapkan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum sebagai tersangka dalam kasus korupsi pembangunan sekolah olahraga di Bukit Hambalang.

Febrianto
Berita Terkait



Berita Lainnya

  • 23 Aug 2014 17:39:43
    Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait (kiri), Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro (kedua kiri), Moderator Jaka Lelana (tengah), Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Drajad Wibowo (kedua kanan) dan Wakil Ketua Baliitbang Golkar Ali Muchtar Ngabalin (kanan) ketika menjadi pembicara dalam Diskusi Polemik Warung Daun, Jakarta, Sabtu (23/8/2014). Diskusi polemik tersebut bertajuk Peta Politik Pasca Pilpres 2014. Aktual/Junaidi Mahbub
  • 23 Aug 2014 16:55:09
    "Saya belum memutuskan soal itu," kata Cak Imin, Sabtu (23/8) di Malang, Jawa Timur.
  • 23 Aug 2014 16:40:35
    "Seperti halnya di partai politik dan parlemen, keterwakilan perempuan di kabinet juga perlu diarusutamakan, khususnya di bidang-bidang tertentu, tempat perempuan bisa mengabdikan dirinya sesuai dengan kompetensinya," katanya di Semarang, Sabtu (23/8).
  • 23 Aug 2014 16:28:55
    "Kekuasaan itu cenderung korup dan otoriter. Bukan tidak mungkin Jokowi-JK akan korup dan memerintah otoriter," kata Ali.
  • 23 Aug 2014 15:59:34
    "Saya menerima titipan tolong disampaikan kepada Pak Joko Widodo," kata Presiden Yudhoyono dalam sambutannya di acara puncak Sail Raja Ampat 2014 di Pantai Waisai Torang Cinta, Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (23/8).
  • 23 Aug 2014 15:32:33
    "Iya ada komunikasi politik, bisa dilihat dari hubungan komunikasinya yang baik, kalau tidak ada tidak mungkin ada komunikasi antar SBY dan Jokowi yang harmonis," kata Maruarar saat dikonfirmasi seusai diskusi bertema peta politik pasca Pilpres di daerah cikini, Jakarta, Sabtu (23/8).
  • 23 Aug 2014 15:10:43
    "Salah satu tantangan berat pemerintahan Jokowi-JK adalah kenaikan BBM. Karena akan berimbas kepada perekonoimian ke depan," ungkap Drajad.
  • 23 Aug 2014 14:55:29
    "Publik sangat-sangat berharap dengan kabinet kerja. Postur kabinet baru menjadi dasar, kita bisa melihat bagaimana apakah komitmen dan janji-janji kampanye yang akan diisi oleh kalangan profesional dan ahli di bidangnya bisa terpenuhi," ujar Faisal saat dihubungi Aktual.co, Sabtu (23/8).
  • 23 Aug 2014 14:40:50
    "Politik itu dinamis, sehingga saya mengingatkan agar mengeluarkan statemen tidak terlalu berlebihan, nanti malu sendiri," kata Maruarar dalam diskusi bertema peta politik pasca Pilpres di daerah Cikini, Jakarta, Sabtu (23/8).
  • 23 Aug 2014 14:25:48
    "Pada saat Oktober nanti akan ada perubahan konstalasi politik, siapa yang berubah, paling sedikit satu partai yang berubah, paling banyak ada empat partai," kata Maruarar dalam diskusi bertema peta politik pasca Pilpres di daerah cikini, Jakarta, Sabtu (23/8).
  • 23 Aug 2014 13:25:06
    "Saya mengajak seluruh kader dan simpatisan PAN untuk menghormati putusan itu," kata Hatta dalam akun twitternya, @hattarajasa, Sabtu (23/8).
  • 23 Aug 2014 13:10:32
    "Hingga saat ini masih belum ada komunikasi soal menteri, nanti pada September," ujar Muhaimin Iskandar, saat mendatangi acara Harlah PKB di Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (23/8).
  • 23 Aug 2014 12:55:40
    Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai beberapa Partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih akan membelok ke koalisi pemerintahan Jokowi-JK.
  • 23 Aug 2014 12:10:10
    "Ical tidak akan tanda tangan kader yang masuk dalam kabinet Jokowi-JK, karena kita sudah memilih berada diluar dan kita konsisten," kata Ali dalam diskusi bertema peta politik pasca Pilpres di daerah cikini, Jakarta, Sabtu (23/8).
  • 23 Aug 2014 11:10:38
    "Jokowi juga harus segera menyusun kabinet professional non partisan, jadi gak usah ngajak, nunggu, ngarep parpol koalisi MP untuk gabung," tegasnya.
  • 23 Aug 2014 10:55:25
    "Meminta Jokowi membuat kebijakan yang memajukan bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesia," tambahnya.
  • 23 Aug 2014 08:31:42
    Ia menjelaskan bahwa penilaian terhadap Ketua Umum Partai Demokrat SBY itu cukup beralasan karena saat Partai Demokrat dipimpin oleh kader muda justru terjadi perpecahan partai.
  • 23 Aug 2014 07:35:06
    Evaluasi perlu dilakukan, untuk perbaikan pada masa mendatang, dan dari hasi evaluasi itu nantinya bisa dilakukan kritik terhadap putusan tersebut, misalnya perlunya catatan karena adanya pelanggaran yang dilakukan penyelenggara pilpres itu.
  • 23 Aug 2014 07:11:00
    Seharusnya, pemerintah tidak perlu sungkan dalam menempatkan menhan yang baru nanti berlatar militer. Sebab, dengan kemampuannya, militer lebih mengetahui apa yang dibutuhkan dalam memperkuat pertahanan Indonesia.
  • 23 Aug 2014 07:01:58
    "Kita kan biasa dirayu, dan kita tidak mudah dirayu. Karenanya saya lebih condong kita berada di luar pemerintahan," kata dia.
  • 23 Aug 2014 06:54:56
    "Sebagai partai politik, tidak bisa pagi bilang 'oncom' dan siang bilang 'tempe'," katanya.
  • 23 Aug 2014 06:45:52
    Menurut Jimly, Pilpres 2014 menjadi pengalaman paling berharga bagi Indonesia. Untuk pertama kalinya, ada dua pasangan calon yang bertarung dan kemungkinan besar tidak akan terulang pada Pemilu 2019. Pasalnya, Pemilu 2019 digelar secara serentak, sehingga masing-masing partai politik akan mengajukan calonnya sendiri.
  • 23 Aug 2014 06:02:00
    Setelah kalah, Ketum Akbar Tanjung kemudian terjungkal dan digantikan Jusuf Kalla. Di tangan Jusuf Kalla, partainya menyatakan dukungannya pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, hal yang disesali partainya tidak mendapatkan apa-apa.
  • 23 Aug 2014 05:09:41
    Disampaikan, hingga kini atau sehari paska putusan Mahkamah Konstitusi (MK), partainya tetap konsisten berada di Koalisi Merah Putih (KMP). Yakni bersama Gerindra, PAN, PKS, PPP, Golkar dan PBB.
  • 23 Aug 2014 04:39:00
    "Kalau katakanlah sekarang dibutuhkan, kenapa tidak sejak awal. Dulu merasa tidak butuh Golkar, kok sekarang katakanlah minta-minta gabung," kata Ketua DPP Golkar Firman Soebagyo di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Jumat (22/8).


eXTReMe Tracker