Fenomena Jokowi-Ahok Bukti Teori 'Underdog Effect'

Rafkha - Rabu, 18-07-2012 10:07

Fenomena Jokowi-Ahok Bukti Teori 'Underdog Effect' : aktual.co
Jokowi-Ahok (Foto: ahok.org)

Foke-Nara yang diketahui memiliki "bekal" berlebih ternyata kalah.


Jakarta, Aktual.co — Hampir semua lembaga survei memiliki afiliasi politik. Pendapat itu dikemukakan Ketua Fraksi PAN DPR RI Tjatur Sapto Edi. Menurutnya, hasil survei hanya digunakan untuk mendongkrak partai yang membayarnya.

"Terkadang survei hanya memotret realitas satu sisi dan menutupi realitas yang bertolak belakang," kata Tjatur di Jakarta, Selasa (17/7).

Tjatur melihat fenomena itu pasca-Pilkada DKI Jakarta yang justru dimenangi Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. Pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi yang digadang-gadang sejumlah lembaga survei menang, justru berada di urutan ke dua.

Fenomena Jokowi ini lanjut Tjatur akan terulang di Pemilihan Presiden 2014 mendatang. "Siapapun yang mampu melakukan pencitraan yang baik hingga lapisan bawah masyarakat, peluang menang akan besar," kata Tjatur.

Pengamat Politik dari Developing Countries Studies Center (DCSC) Indonesia Zaenal A Budiyono membenarkan strategi Jokowi akan sangat efektif diterapkan pada Pilpres 2014 nanti. "Tinggal pintar-pintar membungkus model kampanye merakyat dengan data dan kinerja yang telah dicapai sebelumnya," kata dia.

Selain itu, posisi mesin politik sangat penting. Kekalahan Alex Noerdin-Nono Sampono dari pasangan calon independen Faisal Basri-Biem Benjamin memperlihatkan hal ini. Kekalahan Alex menunjukkan mesin politik mereka tak bekerja efektif," ujarnya.

Adapun soal faktor latar belakang kesukuan Jawa dan non-Jawa untuk capres, terbukti tak efektif. "Sentimen kejawaan ternyata tak berdasar. Bahkan mayoritas orang Jawa (73,3 persen) mengatakan faktor keturunan tidak penting," katanya.

Zaenal menambahkan, sebagaimana fenomena Jokowi, kejutan kerap terjadi seperti yang pernah dialami Barrack Obama, Julia Gillard, dan Angela Merkel. "Teori underdog effect seperti kemenangan Presiden Amerika Rosevelt atas Lyndon, selalu akan berulang pada pemilihan presiden," katanya.

Peneliti di Habibie Centre Bawono Kumoro menekankan agar parpol sebagai tempat persemaian calon pemimpin, harus memiliki karakteristik yang khas. "Problem parpol di Indonesia adalah susah membedakan antara satu partai dengan partai lain. Cenderung main di tengah," ujarnya. Menurutnya, jika parpol ingin mendapatkan kepercayaan masyarakat, maka harus berani berbeda, tak terkecuali dalam pilihan ideologi.
Faizal Rizki
Berita Terkait

UCAPAN SELAMAT PRESIDEN


Berita Lainnya

  • 20 Dec 2014 10:08:44
    Bahwa pada prinsipnya penting menjaga nilai-nilai institusional dan kepercayaan di tengah perubahan sosial kemasyarakatan yang terus berkembang dan menggerakkan konstituen untuk memiliki pengetahuan Pilkada itu sendiri
  • 20 Dec 2014 10:00:34
    "Kader juga ingin Pak SBY mengayomi kita semua menuju Indonesia yang lebih aman, adil, demokratis, sejahtera dan dihormati dunia,"
  • 20 Dec 2014 09:44:47
    "Sudah selayaknya Indonesia dapat memanfaatkan INDCs sebagai peluang untuk memastikan berjalannya proses pembangunan nasional yang sekaligus akan memberikan kontribusi pada upaya bersama untuk mencegah kehancuran dan bencana akibat terjadinya perubahan iklim,"
  • 20 Dec 2014 09:19:30
    "Saya optimistis Mendikbud akan tindak lanjuti temuan ICW. Kalau memang ada temuan lain yang serius harus dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),"
  • 19 Dec 2014 19:20:02
    Tudingan yang dilayangkan pemerintahan Jokowi yang menilai bahwa anjloknya nilai tukar rupiah atas dollar Amerika Serikat (AS) merupakan warisan pemerintahan SBY.
  • 19 Dec 2014 18:41:22
    Menurut Ardian, kebijakan Rini semakin memperburuk keadaan. "Sekarang masyarakat belum terpuaskan dengan janji-janji Jokowi yang sampai hari ini belum ada yang dirasakan," ungkapnya.
  • 19 Dec 2014 17:50:36
    Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan jika dewan akan tetap mempertanyakan kebijakan demi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah secara sepihak. Pasalnya, kebijakan itu dikeluarkan tanpa koordinasi dengan parlemen.
  • 19 Dec 2014 16:51:52
    Direktur Eksekutif Energy Watch (EWI) Ferdinan Hutahea mengatakan bahwa Menteri BUMN Rini Soemarno merupakan anak buah Presiden Jokowi yang perlu di reshufle dalam evalaluasi kinerja 100 hari kabinet kerja.
  • 19 Dec 2014 16:39:15
    Seluruh elite dan kader Partai Golkar, seharusnya mulai bersama untuk mewaspadai adanya "penumpang gelap" yang hendak mengambil keuntungan dari kekisruhan in
  • 19 Dec 2014 16:19:37
    Bendahara Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Bali Bambang Soesatyo menantang DPP Partai Golkar hasil Munas Jakarta untuk saling membuktikan keabsahan dokumen-dokumen pada penyelenggaraan Munas di Pengadilan.
  • 19 Dec 2014 15:29:47
    Wakil Ketua Umum PAN Dradjat H Wibowo menegaskan partainya tetap solid menjelang pelaksanaan Kongres 2015 sehingga tidak akan ada perpecahan seperti yang terjadi di Partai Golkar dan PPP.
  • 19 Dec 2014 13:34:12
    Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa tak setuju dengan wacana pelantikan gubernur di Istana Negara. Ia menilai pelantikan di Istana hanya memboroskan anggaran negara saja.
  • 19 Dec 2014 13:27:41
    Diundurnya pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak dari 2015 menjadi 2016 menuai pro kontra. Pasalnya, kesiapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi salah satu pertimbangan untuk mengundur pelaksanaan Pilkada serentak tersebut.
  • 19 Dec 2014 13:20:09
    Pusat Kajian Trisakti (Pusaka Trisakti) menyatakan agar Jokowi-JK meminta pendapat KPK dan BPK sebelum memutuskan menalangi utang PT Minarak Lapindo sebesar Rp 781 miliar.
  • 19 Dec 2014 11:14:14
    Jelang kongres Partai Demokrat pada 2015 nanti, sejumlah dukungan untuk kembali SBY kembali memimpin partai bintang mercy terus mengalir.
  • 19 Dec 2014 10:50:54
    Para pelajar sekolah dasar memberi hormat kepada bendera merah putih berukuran raksasa pada upacara peringatan Hari Bela Negara di Jakarta, Jumat (19/12/2014). Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Tedjo Edy Purdjiatno menjadi inspektur upacara, sementara I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai atau yang lebih akrab dikenal sebagai Ade Rai bertindak sebagai pemimpin upacara. AKTUAL/TINO OKTAVIANO
  • 19 Dec 2014 10:40:40
    Sejumlah kader partai Demokrat menyakini jika dalam kongres nanti SBY akan kembali menjabat sebagai ketua umum secara aklamasi. Alasannya, dikarenakan elektabilitas SBY yang masih mempuni sehingga menjadi kader terkuat nantinya.
  • 19 Dec 2014 10:32:27
    Rencana pemerintah meningkatkan ekspor sektor industri untuk penguatan rupiah, dinilai tidak berdampak besar.
  • 19 Dec 2014 10:24:16
    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, saat ini media sudah terbuka dan bebas sekali, apa pun dan siapapun bisa diberitakan, ada yang dapat berita baik, jelek dan sedang-sedang saja. Namun demikian, Presiden mengingatkan, berita media jangan melukai, menusuk.
  • 19 Dec 2014 10:10:45
    Direktur Eksekutif Energy Wacth Indonesia (EWI) Ferdinan Hutahea mengatakan sejumlah peryataan maupun keputusan yang menimbulkan kontroversi di publik, merupakan bentuk ketidakpahaman Menteri BUMN, Rini Soemarno terhadap tugasnya.
  • 19 Dec 2014 07:54:12
    Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengaku geram dengan isu yang beredar terkait larangan berjilbab, celana katung dan berjenggot bagi pegawai Kementerian BUMN. Menurutnya hal itu hanya selintingan isu yang tidak benar adanya.
  • 19 Dec 2014 07:25:58
    Politisi PDIP, Hendrawan Supratikno tak setuju bila wacana penjualan gedung BUMN dilakukan tanpa alasan yang kuat.
  • 18 Dec 2014 23:20:12
    Direktur The Jakarta Institute (TJI), Rahmat Sholeh mengingatkan panitia seleksi (Pansel) lelang jabatan Dirjen Pajak harus tetap berkoordinasi dengan KPK, PPATK, dan badan Intelejen Negera (BIN). Hal ini agar proses seleksi benar-benar bersih dan mumpuni.
  • 18 Dec 2014 21:11:23
    50 orang aktivis dari "Papua Itu Kita" melakukan aksi bakar lilin sebagai bentuk solidaritas Papua itu kita di Bunderan HI, Kamis (18/12/2014). Aksi tersebut sebagai bentuk mengenang, mendoakan dan menuntut keadilan atas penembakan 4 orang warga Paniai Papua saat bentrokan 8 Desember 2014. Selain itu mendesak Komnas HAM membentuk komisi penyelidikan pelanggaran HAM yang independen, juga meminta Presiden Jokowi untuk bersuara tentang penembakan dan bentrokan tersebut. AKTUAL/MUNZIR
  • 18 Dec 2014 20:50:00
    Wakil Ketua Umum DPP Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, jika kebesaran suatu partai politik itu tidak bisa dinafikan bahwa ketokohan seseorang itu sangat berpengaruh.


eXTReMe Tracker