Surat Suara Tercoblos, Pilkada Maluku Tenggara Ditunda

Selasa, 11-06-2013 10:27

Surat Suara Tercoblos, Pilkada Maluku Tenggara Ditunda : aktual.co
pilkada (Foto: Aktual.co/Istimewa)

Ternyata setelah dibuka semua surat suaranya telah dicoblos untuk pasangan tertentu, sehingga akhirnya dilaporkan kepada Panwas dan KPU setempat.


Jakarta, Aktual.co — Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu membenarkan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) yang seharusnya berlangsung Selasa (11/6) pagi pukul 07.00 WIT, diundur karena ditemukan banyak surat suara yang telah dicoblos.

"Saya telah menerima laporan dari KPU Maluku maupun Maluku Tenggara yang memutuskan pilkada di kabupaten tersebut ditunda karena terjadi banyak kecurangan," kata Gubernur Karel Ralahalu.

Menurut Gubernur, berdasarkan laporan yang diterimanya dari KPU Maluku dan Malra, ternyata lebih dari 40 kota suara untuk Kecamatan Kei Besar dan Kei Kecil telah dicoblos pada Senin (10/6) malam.

Awalnya warga di dua kecamatan tersebut merasa curiga dengan kondisi kotak suara yang segelnya telah rusak, dan memaksa kotaknya segera dibuka. Ternyata setelah dibuka semua surat suaranya telah dicoblos untuk pasangan tertentu, sehingga akhirnya dilaporkan kepada Panwas dan KPU setempat.

Hasil temuan tersebut kemudian dilaporkan ke KPU Maluku untuk dicari solusi penyelesaiannya.

"Hasil temuan tersebut juga dilaporkan kepada saya dan saya mengarahkan KPU Maluku untuk berkoodinasi dan mengambil keputusan tepat, agar tidak menimbulkan masalah di masyarakat," katanya.

Berdasarkan arahan dan pertimbangan tersebut, KPU Maluku Tenggara akhirnya memutuskan penundaan Pilkada yang seharusnya berlangsung serentak dengan Pemilihan Gubernur-wakil Gubernur Maluku periode 2013-2018 serta Pilkada Kota Tual.

"Saya pun selaku pemerintah telah meminta KPU Maluku, KPU Maluku Tenggara maupun Panwas dan Bawaslu untuk bekerja cepat sesuai tugas dan fungsi masing-masing untuk menuntaskan masalah ini," ujar Gubernur.

Gubernur menegaskan, tidak ingin mencampuri berbagai masalah yang terjadi terkait dengan penundaan Pilkada Malra, tetapi mengarahkan semua komponen yang bertanggung jawab untuk bekerja optimal, sehingga tidak menimbulkan eksses di masyarakat.

"Saya pun telah meminta Bawaslu dan Panwas untuk sesegera mungkin memproses kasus ini hingga ke pengadilan, karena termasuk ketegori pelanggaran berat. Siapa pun yang terlibat harus ditindak tegas termasuk tim sukses dan pasangan calon, jika mereka ikut bermain di belakang kasus ini," katanya.

Dia juga telah meminta pihak Kepolisian setempat untuk membantu Panwas dan Bawaslu melakukan penyelidikan dan penyidikan sekaligus memproses hukum para pelakuknya.

"Jadi penundaan hanya untuk Pilkada Maluku Tenggara, sedangkan Pilkada Kota Tual maupun Pilgub Maluku di kabupaten Malra dan Tual berlangsung dengan lancar," ujarnya.

Pilkada Maluku Tenggara diikuti enam pasangan yakni Longginus Sangur-Abdur Rasid Wokanubun (LOGIS) nomor urut satu, Andrias Rentanubun-Yunus Serang (AYU) yang adalah pasangan patahana dengan nomor urut dua.

Pasangan H.M.Thaher Hanubun-Gabriel Habel Hukubun (TEGAR) nomor urut tiga, Samuel Resubun-Muti Matdoan Nomor urut empat, Josep Renmeuw-Wardatu Uar nomor urut lima serta pasangan Yosep Sikteubun-Dzulkifli Rettob nomor urut enam.

Pilkada Malra akan diikuti 68.011 mata pilih dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) 270 unit.
(Ant)
Ismed Eka Kusuma -
Berita Terkait

UCAPAN SELAMAT PRESIDEN


Berita Lainnya



eXTReMe Tracker