Sosiolog Unas 'Sentil' Pernyataan SBY Tentang Kenaikan Harga BBM

Novrizal Sikumbang - Jum'at, 17-05-2013 10:55

Sosiolog Unas 'Sentil' Pernyataan SBY Tentang Kenaikan Harga BBM : aktual.co
Petugas SPBU (Foto: Aktual.co/Amir Hamzah)
Jakarta, Aktual.co —  Peryataan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), supaya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk tidak dipolitisasi, dinilai sebagai peryataan yang kurang etis dilontarkan oleh seorang kepala negara. 

Demikian disampaikan Sosiolog Universitas Nasional (Unas), Nia Elvina, melalui surat eletroniknya kepada Aktual.co, di Jakarta, Jumat (17/5).

"Karena akan memberikan efek negatif kepada publik, yang menilai bahwa dikalangan eksekutif dan legislatif, makna poltik cenderung negatif atau lebih dekat kepada makna 'permainan'," ucapnya.

Menurut dia, hal tersebut dapat menambah kepercayaan publik terhadap proses politik, aktor politik dan terutama kepada para politisi semakin menurun tajam. 

Dan hal itu, sambung Nia, tidak baik bagi proses pengembangan demokrasi didalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Dimana, pengaruh feodalisme dan kapitalisme masih sangat tinggi. Pembangunan demokrasi itu sangat penting sekali. Seharusnya, para pemimpin ataupun anggota legislator memberikan contoh dan mendidik masyarakat bahwa politik itu merupakan alat untuk mewujudkan kebaikan dan keselamatan bersama," terangnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, jika pemimpinnya saja telah mengisyaratkan politik itu merupakan suatu respresentatif tindakan yang melanggar norma umum, maka hal itu semakin membuat masyarakat menjadi apatis dalam kehidupan berbangsa.

Sebelumnya, sembat diberitakan, SBY menilai, pembahasan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi, dipolitisasi. Segala sesuatunya, kata SBY, dikait-kaitkan dengan kepentingan politik, kepentingan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.

Sebab, kondisi yang demikian, sambung SBY, membuat pembahasan dan pemikiran terkait opsi ini berjalan kurang objektif dan rasional. 

Padahal, menurutnya, pemerintah mengajukan opsi kenaikan harga BBM semata-mata untuk menyelamatkan perekonomian nasional.
Nur Lail -

Berani Melangkah
Komentar
Nama
Email
Komentar
Kode Verifikasi