RAPBN Masih Merujuk Paradigma Lama
Vicky Anggriawan
17 Aug 2012 14:03:39
Koordinator KAU Dani Setiawan (Foto:thejakartapost.com)
Jakarta, Aktual.co — Pidato Nota Keuangan RAPBN 2013 yg dibacakan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono di depan anggota DPR dan DPD RI, Kamis (16/8) kemarin, masih menggunakan paradigma lama.
"Pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada investasi dan utang. Paradigma ini terbukti tidak berhasil menciptakan pemerataan ekonomi dan
kemakmuran seluruh rakyat," tandas Koordinator Koalisi Anti Utang Dani
Setiawan di Jakarta, Jumat (17/8).
Ia menjelaskan, dalam paradigma RAPBN yang digunakan oleh Pemerintahan
SBY itu hanya menciptakan ketimpangan dan ketidakadilan sosial di
tengah-tengah rakyat.
Menurutnya, APBN selama ini tidak dibuat secara terbuka, tidak
bertanggung jawab dan tidak disusun sebagai instrumen politik untuk
kemakmuran rakyat. Sementara seharusnya sektor pertanian serta sektor industri pengolahan yang menyerap lapangan pekerjaan yang
sangat besar lah yang menjadi prioritas politik anggaran pemerintah.
Seperti diketahui, semalam Presiden mengatakan, bahwa RAPBN Tahun 2013
disusun dengan berpedoman pada Kerangka Ekonomi Makro, Pokok-pokok
Kebijakan Fiskal, dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2013 Sesuai
dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
RAPBN Tahun Anggaran 2013 beserta Nota Keuangannya merupakan wujud dari
pengelolaan keuangan negara, yang dilaksanakan secara terbuka dan
bertanggung jawab untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat
Oki Baren
Kirim Komentar