//

 

Prabowo Bukan Malaikat Suci yang Tiba-tiba Datang!

Fadlan Syiam Butho - Minggu, 26-01-2014 22:05

Prabowo Bukan Malaikat Suci yang Tiba-tiba Datang! : aktual.co
Prabowo Subianto (Istimewa)

Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar Aziz, mengaku tidak percaya dengan survei abal abal yang belakangan menempatkan Prabowo diposisi teratas dalam segi ketegasan dalam pemberantasan korupsi. Apalagi survei tersebut mengklaim sebagai lembaga survei yang independen.


Jakarta, Aktual.co — Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto dalam beberapa lembaga survei meningkat popularitasnya. Namun naiknya popularitas Prabowo hasil lembaga survei belakangan menimbulkan tanda tanya besar.

Calon Presiden dari Partai Gerindra yang juga mantan petinggi militer di era Orde Baru  tersebut dinilai oleh beberapa lembaga survei sebagai pemimpin tegas dan paling kompeten dalam mengurai permasalahan bangsa.

Terkait hal tersebut, koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar Aziz, mengaku tidak percaya dengan survei abal abal yang belakangan menempatkan Prabowo diposisi teratas dalam segi ketegasan dalam pemberantasan korupsi. Apalagi survei tersebut mengklaim sebagai lembaga survei yang independen.

Menurutnya, hasil publikasi beberapa lembaga survei yang mengagungkan Prabowo sebagai calon presiden (capres) paling kompeten jelas mengabaikan sejarah kelam masa lalunya sebagai mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus).

"Survei semacam itu seperti tidak punya sejarah yang seharusnya diperhitungkan untuk kebaikan masa depan bangsa," kata koordinator Kontras Haris Azhar saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Minggu (26/1).

Haris melanjutkan, jika memang lembaga survei itu fair terhadap hasil penelitiannya, maka sewajarnya harus berani melihat sosok Prabowo di masa lalunya. Lembaga survei yang mengklaim kredibel dan independen harus menampilkan pengalaman, rekam jejak, kemampuan dan persoalan setiap calon presiden (capres)  dimasa lalu.

"Kan mereka bukan malaikat jibril yang suci dan tiba-tiba datang. Mereka pasti punya rekam jejak semua, termasuk Prabowo," tegas Haris.

Seperti diketahui, Survei Indonesia Survey Center (ISC) pada Minggu (26/1/2014) menempatkan Prabowo Subianto Djojohadikusumo di peringkat pertama sebagai calon Presiden (Capres) RI yang paling tegas, berani dan kompeten mengurai masalah bangsa termasuk  memberantas korupsi.

"Prabowo Subianto oleh publik dinilai sebagai figur terdepan yang paling mempunyai kompetensi (21,2%) dan paling berani dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia (23,4%)," kata Andry Kurniawan, Direktur Komunikasi ISC.

Survei lain yang menempatkan mantan panglima komando cadangan strategis (Pangkostrad) sebagai capres nomor urut pertama adalah  yang dilakukan Survei and Polling Indonesia (SPIN), minggu lalu.

Dalam survei tersebut ditegaskan Prabowo Subianto dinilai sebagai calon presiden yang memiliki kompetensi tertinggi, yaitu sebesar 26,5 persen.

"Prabowo mendapat apresiasi yang paling baik karena dipandang lebih punya ketegasan, keberanian, serta visi dan misi yang unggul," kata Direktur Eksekutif SPIN, Danny Indrianto saat merilis hasil surveinya di Jakarta, Minggu (19/1/2014). 

Berdasarkan, informasi yang dikutip dan dihimpum  dari Wikipedia, ketika menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis (Pangkorstrad)  diberikan sangsi  pengakhiran masa dinas TNI oleh Pimpinan ABRI atas rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira.

Akibat ketidak mampuannya mengetahui segala kegiatan bawahannya terhadap penculikan aktivis 1997/1998. Yakni, sebuah peristiwa penghilangan orang secara paksa atau penculikan terhadap para aktivis pro-demokrasi yang terjadi menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 1997 dan Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tahun 1998.

Selama periode 1997/1998, KONTRAS mencatat 23 orang telah dihilangkan oleh alat-alat negara. Dari angka itu, 1 orang ditemukan meninggal (Leonardus Gilang), 9 orang dilepaskan penculiknya, dan 13 lainnya masih hilang hingga hari ini.

Sembilan aktivis yang dilepaskan adalah Desmond Junaidi Mahesa, Haryanto Taslam, Pius Lustrilanang, Faisol Reza, Rahardjo Walujo Djati, Nezar Patria, Aan Rusdianto, Mugianto dan Andi Arief.

Ke-13 aktivis yang masih hilang dan belum kembali adalah Petrus Bima Anugrah, Herman Hendrawan, Suyat, Wiji Thukul, Yani Afri, Sonny, Dedi Hamdun, Noval Al Katiri, Ismail, Ucok Siahaan, Hendra Hambali, Yadin Muhidin, dan Abdun Nasser. Mereka berasal dari berbagai organisasi, seperti Partai Rakyat Demokratik, PDI Pro Mega, Mega Bintang, dan mahasiswa.
Ari Purwanto
Berita Terkait



Berita Lainnya

  • 19 Apr 2015 10:43:25
    "Selama berlangsung acara peringatan KAA ke-60 di Jakarta, 19-23 April, sebanyak 144 petugas pelayanan teknis disiagakan di beberapa tempat yang menjadi prioritas"
  • 19 Apr 2015 10:31:27
    "Praktik pengelolaan dana desa masih bersifat top down dan diintervensi pusat,"
  • 19 Apr 2015 10:02:44
    Anggaran yang sudah disiapkan untuk konferensi Asia Afrika dan sudah kelihatan ke publik, baru sebesar Rp171.354.516.000.
  • 19 Apr 2015 08:44:54
    Perdana Menteri Hamdallah akan mengadakan pertemuan resmi dengan beberapa pejabat Indonesia dan beberapa pemimpin negara lainnya soal dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina.
  • 19 Apr 2015 08:13:37
    Pertemuan selama kurang lebih 7 hari itu menghasilkan sebuah kesepakatan penting yakni "Ten Principles of Bandung ". Atau yang lebih dikenal dengan Dasa Sila Bandung.
  • 19 Apr 2015 07:28:41
    Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Politik, Dewi Fortuna Anwar mengatakan, perlu dibentuk suatu lembaga yang menjadi pusat kerja sama wilayah Asia-Afrika.
  • 18 Apr 2015 22:30:56
    "Setelah adanya keputusan MPG dan dikuatkan dengan SK Menkumham, maka Partai Golkar yang sah adalah hasil Munas Jakarta," katan Leo Nababan di Jakarta, Sabtu (18/4).
  • 18 Apr 2015 22:08:00
    Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuziy berpendapat, dualisme kepemimpinan di tingkat pusat, tidak berpengaruh pada penjaringan bakal peserta pemilihan kepala daerah di Indonesia.
  • 18 Apr 2015 21:53:05
    "Jika berpeluang menang (dalam pilkada), itu kita pertimbangkan," kata Ketua Harian DPP Partai Gerindra Moekhlas Sidik usai membuka Rapat Pimpinan Daerah Partai Gerinda se-Sumatera Utara di Medan, Sabtu (18/4).
  • 18 Apr 2015 21:18:08
    "Kami tinggal menentukan bagaimana 'win-win solution' dengan PKS dalam memunculkan paket calon kepada daerah yang akan kami usung Desember nanti," katanya.
  • 18 Apr 2015 20:00:17
    "Kita harus bertransformasi untuk meninggalkan mental priyayi menjadi birokrat yang melayani," tuntas Yuddy.
  • 18 Apr 2015 19:07:07
    "Pernyataan itu disampaikan Tommy Soeharto beberapa kali ketika saya bertemu dengan Tommy di rumahnya di Cendana, empat hari lalu," kata Leo Nababan, di Jakarta, Sabtu (18/4).
  • 18 Apr 2015 18:45:52
    "Bisa saja undangan para elit tanggal 21 April untuk meredam gerakan elemen mahasiswa," katanya, Sabtu (18/4).
  • 18 Apr 2015 17:15:23
    Kasus TKI itu sangat seksi untuk dipolitisir, Pemerintah ini hadir-hadir saja, tapi mereka tidak tulus, mereka setengah hati mengatasi masalah-masalah TKI," ujarnya dalam diskusi bertema 'Elegi TKI' di Jakarta, Sabtu (18/4).
  • 18 Apr 2015 15:15:00
    "Namun, bila diperhatikan, undangan itu jelas diberikan setelah beredarnya informasi akan adanya aksi dari berbagai elemen pemuda dan mahasiswa pada 20 mei mendatang sebagai upaya koreksi total terhadap rezim Jokowi-JK, " katanya di Makassar, Sabtu (18/4).
  • 18 Apr 2015 14:10:47
    Personel Kopaska mengikuti apel pasukan pengamanan Peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) di Mako Koarmabar Jakarta, Sabtu (18/4). Koarmabar menyiagakan sekitar 1000 pasukan laut, enam kapal perang, satu Pesawat U-618, dua Helikopter dan dua sea rider untuk mendukung pengamanan tamu VVIP pada peringatan KAA 19-24 April mendatang. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
  • 18 Apr 2015 14:00:21
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid menilai, ada yang salah dalam proses rekruitmen TKI di Indonesia. Sehingga, TKI-TKI yang terjerat permasalahan hukum di luar negeri sulit mendapat bantuan.
  • 18 Apr 2015 13:45:03
    Koordinator Aliansi TKI Menggugat Yusri Albima mengkritik sikap pemerintah yang terkesan menyalahkan pihak swasta, yakni jasa penyalur TKI yang dianggap 'lepas' tangan saat TKI di luar negeri terjerat masalah.
  • 18 Apr 2015 12:45:15
    Wakil Presiden Jusuf Kalla, Sabtu, memeriksa kesiapan Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 mulai dari penyambutan kedatangan tamu negara di Bandara Halim Perdanakusuma hingga gladi bersih upacara pembukaan di Jakarta Convention Center, Sabtu (18/4).
  • 18 Apr 2015 12:30:03
    Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko melakukan mutasi kepada 58 perwira tinggi TNI dalam rangka pembinaan organisasi TNI guna mengoptimalkan tugas TNI yang semakin berat ke depan.
  • 18 Apr 2015 12:15:19
    Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali tuai kontroversi. Kali ini, rencana Ahok yang akan rekrut anggota TNI-Polri untuk jadikan "beking" pemprop DKI Jakarta sebagai Satpol PP honorer.
  • 18 Apr 2015 10:54:07
    Dari kiri ke kanan, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Analis Kebijakan Migrant Care Wahyu Susilo, Moderator Pangeran Ahmad, Koordinator Aliansi TKI Menggugat Yusri Albima, Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kemlu Lalu Muhammad Iqbal saat menjadi pembicara pada acara diskusi polemik di Doble Tree Hotel, Cikini, Jakarta, Sabtu (18/4/2015). Diskusi yang bertema "Elegi Untuk TKI" ini membahas eksekusi mati terhadap TKI di Arab Saudi Siti Zaenab dan Karni Binti Medi Tarsim. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB
  • 18 Apr 2015 10:47:35
    Beredar dalam jejaring sosial, Dewan pertimbangan Presiden (Wantimpres) mengundang sejumlah elemen mahasiswa untuk menjadi narasumber dalam diskusi terbatas yang bertema "Dialog Mencari Solusi Permasalahan Bangsa".
  • 18 Apr 2015 10:15:24
    Menanggapi insiden gagal "Take Off" pesawat tempur F-16 di Halim Perdana Kusuma, Kamis (16/4). DPR meminta pemerintah Indonesia mengevaluasi alutsista hasil hibah dari negara lain. DPR RI memastikan tak menginginkan hibah pesawat tempur dengan kualitas yang diragukan.
  • 18 Apr 2015 10:00:50
    Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan yang sekarang "memegang realitas kekuasaan" di Istana, karena memiliki peran dan kewenangan yang kuat atau 'powerful".


eXTReMe Tracker