Prabowo, Dahlan, dan Mahfud, Bisa Saja Daftar Konvensi Demokrat

Senin, 08-04-2013 21:45

Prabowo, Dahlan, dan Mahfud, Bisa Saja Daftar Konvensi Demokrat : aktual.co
Prabowo Subianto (Foto: Aktual.co/Oke Dwi Atmaja)

"Gagasan Pak SBY tentang konvensi diharapkan bisa memenuhi harapan masyarakat Indonesia dan secara otomatis citra Partai Demokrat menjadi lebih baik," ujar M. Yasin.


Jakarta, Aktual.co — Wacana penjaringan calon presiden (Capres) melalui konvensi yang dilontarkan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono mendapat sambutan positif dari sejumlah kader demokrat. Gagasan tersebut diharapkan akan menaikkan kepercayaan dan harapan masyarakat terhadap Partai Demokrat.

Ketua Umum Bakti Karya Perjuangan Demokrat (BKPD), Letjen (Purn) M. Yasin mengatakan, konvensi membuka ruang luas bagi tokoh-tokoh untuk bertarung dalam pemilu presiden 2014. Apalagi, menurutnya, syarat 20 persen perolehan suara pemilu untuk bisa mengusung capres dinilai sangat berat.

"Gagasan Pak SBY tentang konvensi diharapkan bisa memenuhi harapan masyarakat Indonesia dan secara otomatis citra Partai Demokrat menjadi lebih baik," ujar M. Yasin dalam keterangan pers, Senin (8/4).

Menurutnya, konvensi Demokrat akan mencari kandidat capres yang paling diharapkan rakyat saat ini, karena tidak ada partai lain yang mengagas penjaringan capres melalui konvensi. Diprediksikan, siapapun yang terpilih, akan menjadi pemenang dalam pilpres mendatang.

"Siapapun yang terpilih dalam konvensi akan muncul sebagai pemenang. Apalagi partai lain tidak ada yang memakainya," kata Ketua UMUM BKPD, ormas sayap Demokrat yang menggarap sektor petani, buruh dan nelayan tersebut.

Yasin menjelaskan, konvensi demokrat bisa diikuti oleh kader internal ataupun tokoh-tokoh eksternal.

"Bisa saja Prabowo, Dahlan Iskan dan Mahfud MD, ataupun tokoh lainnya ikut konvensi tersebut," kata mantan Sekjen Wantanas tersebut.

Seperti diketahui, SBY melontarkan gagasan untuk menjaring capres melalui konvensi. Wacana konvensi dilontarkan SBY dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi pada akhir pekan lalu.
Tri Wibowo -
Berita Terkait



Berita Lainnya

  • 19 Sep 2014 20:21:15
    "Saya kira pak Sukhyar layak jadi Menteri ESDM karena rekam jejaknya yang baik, bukan dari partai. Selain itu pak Sukhyar memiliki integritas dan kapabilitas di bidangnya," ungkap Milton di gedung DPR, Jum'at (19/9).
  • 19 Sep 2014 19:20:52
    Pengamat Politik Ray Rangkuti menilai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terpilih Periode 2014-2019 yang statusnya tersangka dan bermasalah dengan hukum tidak patut dilantik sebagai wakil rakyat.
  • 19 Sep 2014 18:32:06
    Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (Kedua kanan) bersama presiden terpilih Joko Widodo (kedua kiri), Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani (kiri), dan Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo (kanan), hadir pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDI Perjuangan di Semarang, Jateng, Jumat (19/9/2014). Rakernas yang diikuti 1.590 kader PDI Perjuangan itu akan berlangsung hingga 21 September mendatang. AKTUAL/ANTARA FOTO/R. Rekotomo
  • 19 Sep 2014 18:01:15
    Pembukaan Rakernas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke-IV yang berlangsung di gedung Marina Convention Center (MCC) Semarang yang berlangsung pada Jum'at (19/9) dihadiri para petinggi partai politik.
  • 19 Sep 2014 17:59:16
    Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyentil pemimpin RI harus memiliki wawasan geopolitik.
  • 19 Sep 2014 17:24:44
    "Setelah selesai disinkronisasi hasilnya langsung diberikan kepada pemberi mandat, yakni pak Jokowi-JK," kata Akbar kepada wartawan, di rumah transisi, Jakarta Pusat, Jumat (19/9).
  • 19 Sep 2014 15:35:44
    Akan tetapi, Heri tidak membantah jika dalam pemerintahan nanti akan muncul istilah "Matahari Kembar". Ia menilai dengan gaya kepemimpinan seorang JK yang realistis dan cepat dalam mengambil keputusan sehingga dominasi itu sangat terlihat nantinya.
  • 19 Sep 2014 14:45:35
    "Golkar saat ini tengah menggodok sejumlah nama yang dianggap layak untuk disodorkan sebagai Ketua DPR. Pekan depan nama calon Ketua DPR sudah bisa ditetapkan," ungkap Tantowi di gedung DPR, Jum'at (19/9).
  • 19 Sep 2014 14:05:49
    "Kami masih yakin Partai Demokrat adalah bagian dari Koalisi Merah Putih," ujar Tantowi di gedung DPR, Jum'at (19/9).
  • 19 Sep 2014 13:55:19
    "Pengangkatan Dato Tahir sebagai penasihat Panglima TNI bidang kesejahteraan prajurit merupakan hal yang aneh dan baru kali ini terjadi dalam sejarah TNI," ujar Hasanuddin di gedung DPR, Jum'at (19/9).
  • 19 Sep 2014 11:40:50
    "Jika yang 10 itu diakomodir Kementerian Dalam Negeri, nyaris sempurna lah RUU Pilkada. Panja RUU Pilkada pekan depan disusul Raker Mendagri dengan parlemen, lalu dikunci di Paripurna DPR RI 25 September 2014," ujar Ramadhan di gedung DPR, Jum'at (19/9).
  • 19 Sep 2014 08:35:00
    Hasto mengungkapkan, pemerintahan Jokowi sebagai kepala pemerintahan ke depan melihat masalah energi ini persoalan fundamental yang harus segera diselesaikan.
  • 19 Sep 2014 08:06:00
    "Presiden membutuhkan pengakuan masyarakat di akhir masa jabatannya, agar orang mengenang dia. Kita bisa melihat SBY bermain disitu. Bahwa ada kepentingan ingin menutup masa jabatan dengan manis (terkait sikapnya dalam RUU Pilkada)," kata Ardian di Jakarta, Kamis (18/9).
  • 19 Sep 2014 07:43:00
    "Kapan sih omongan gue salah. Pak SBY sangat menghormati demokrasi sehingga mendengarkan suara rakyat. Lagipula, sejak kapan Demokrat gabung ke Koalisi Merah Putih," ungkap Ruhut di Gedung DPR, Kamis (18/9).
  • 19 Sep 2014 06:46:00
    "Saya mengharapkan Jokowi-JK mengangkat kami kaum waria yang rendah pendidikannya, rendah ekonominya, rendah tingkat kesehatannya akibat terpinggirkannya kami oleh masyarakat," ujar Yulianus Rettoblaut salah satu waria di rumah transisi, Jakarta Pusat, Menteng, Kamis (18/9).
  • 19 Sep 2014 06:20:00
    "Ini tentu berarti mendekatkan," kata Jusuf Kalla saat menghadiri peluncuran buku fotografi Palang Merah Indonesia yang berjudul "Menembus Batas: Catatan Perjalanan Kemanusiaan" di Jakarta, Kamis (18/9).
  • 19 Sep 2014 06:05:00
    "Sudah ada keputusan DPP bahwa Partai Demokrat sebagai penyeimbang dan tidak ingin kursi menteri di kabinet mendatang," ujar Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan di Jakarta, Kamis (18/9).
  • 19 Sep 2014 05:04:00
    "KPK (akan uji) integritas masih nanti, pada saat jumlahnya lebih kecil untuk 18 kementerian dari profesional diangkat 70-80 baru selesi interigtasnya dimulai," ucap dia di rumah transisi, Jakarta Pusat, Kamis (18/9).
  • 18 Sep 2014 23:40:20
    Ketiga saksi yang dari HMI adalah Bahrur Rossi, Rian Adi Tama dan M. Cesar Regitama. Saksi pertama Bahrur Rossi mulai menjelaskan tentang kronologi kejadian.
  • 18 Sep 2014 22:56:16
    "Ada 10 catatan dari partai. Jika semuanya masuk dalam RUU maka Demokrat mendukung pilkada langsung," ujar Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan dalam jumpa pers di Kantor DPP di Jakarta, Kamis (18/9).
  • 18 Sep 2014 22:50:01
    "Ada empat tugas utama, yakni mulai dari perencanaan yang sifatnya strategis sampai nanti memberikan informasi intelejen kepada presiden dalam satu mekanisme di dalam kantor kepresidenan," paparnya.
  • 18 Sep 2014 22:42:52
    "Kami sudah menduga bahwa Mendagri yang akan maju mundur. Memang dulu inisiasi oleh DPR, tetapi rancangan akademik oleh Mendagri. Sekali lagi bahwa pemerintah ini Presidennya adalah dari Partai Demokrat," tambahnya.
  • 18 Sep 2014 22:28:22
    Anggota Presidium JSKK, Maria Katarina Sumartis mengatakan hal ini langsung kepada Tim Transisi. Kemudian pesan ini akan disampaikan ke Jokowi-JK.
  • 18 Sep 2014 19:49:48
    Terdapat empat butir yang menjadi poin aspirasi Geram untuk disampaikan pada Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2014 Jokowi-JK, yang diantaranya ialah, mendesak Jokowi-JK agar tidak memasukan para mafia migas dalam struktur kabinetnya serta bebas dari intervensi asing demi kedaulatan bangsa.
  • 18 Sep 2014 19:14:22
    Martin juga mengkritik soal Jokowi yang mengalokasikan 16 kursi menteri untuk kader partai berbanding terbalik dengan pernyataanya untuk membentuk kabinet tanpa syarat. "Buka bagi-bagi untuk partai, nah tetap saja bagi-bagi juga kan," ujarnya.


eXTReMe Tracker