Moeldoko: Intelejen dan Media Massa Harus Kembangkan Kerjasama

Senin, 30-09-2013 21:31

Moeldoko: Intelejen dan Media Massa Harus Kembangkan Kerjasama : aktual.co
Jenderal TNI Moeldoko (Foto: Aktual.co/Tino Oktaviano)

"Kerjasama intelijen dan media massa, cara terbaik dalam rangka membangun dialog dan komunikasi, untuk menerapkan fungsi penggalangan terhadap rakyat dan objek lainnya dengan menggunakan pendekatan secara cerdas"


Jakarta, Aktual.co —Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan cara terbaik untuk membangun dialog dan komunikasi, komunitas intelijen nasional harus bekerjasama dengan komunitas media massa nasional.

"Kerjasama intelijen dan media massa, cara terbaik dalam rangka membangun dialog dan komunikasi, untuk menerapkan fungsi penggalangan terhadap rakyat dan objek lainnya dengan menggunakan pendekatan secara cerdas," katanya saat acara Sertijab Kabais TNI dari Laksda TNI Soleman B. Ponto, k Mayjen TNI Mohammad Erwin Syafitri, di Mako Bais TNI,  Kalibata Raya 24 Jakarta (30/9).

Dia juga berharap intelijen di Bais TNI agar meninggalkan cara berpikir dan analisis dengan cara paradigma yang usang. Perubahan yang begitu cepat dalam teknologi informasi dan komunikasi harus menjadi acuan cara pikir baru dalam mengembangkan komunikasi dan dialog.

"Buang cara berpikir flat, yang hanya berpikir rutinitas dalam pelaksanaan tugas. Sebaliknya para insan intelijen harus merubah cara berpikir, bahkan harus berani berpikir radikal, sebagaimana radikalnya ancaman yang berkembang saat ini," katanya.

Oleh karena itu, seorang intelijen harus memiliki kecakapan dan cerdas dalam membaca data dan informasi yang ada. Dia meminta agar pendekatan smart power dengan mengedepankan soft power dalam tugas intelijen karena intelijen bukan sosok yang menyeramkan apalagi misterius.

“Sesuai dengan makna dasar intelijen adalah kecerdasan, yang pada dasarnya dituntut bekerja sesuai dengan norma-norma ilmiah dan etika, sehingga diperoleh data yang reliable, dengan demikian seseorang intelijen seharusnya adalah sosok yang cerdas dalam menjalankan tugasnya," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Moeldoko telah menetapkan tiga prioritas agenda kerja yakni  penguatan sumber daya manusia (SDM), modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) milik TNI dan memastikan bahwa prajurit TNI tetap netral saat 2014 nanti.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Aktual, hadir dalam acara tersebut  Kasum TNI, Irjen TNI, Aspers Panglima TNI, pejabat di lingkungan Mabes TNI dan Kapuspen TNI.

Zaenal Arifin
Berita Terkait



Berita Lainnya

  • 28 Mar 2015 05:01:55
    Anggaran sebesar Rp8,9 triliun tersebut diperoleh dari APBD 2013 yang tidak terserap oleh Pemda DKI Jakarta. Kemudian, dari APBD 2014 hanya 61 persen yang terserap.
  • 28 Mar 2015 04:42:09
    Mundurnya rencana awal turunnya PKPU itu, tahapan-tahapan pilkada yang sudah disusun KPU Cianjur, harus disesuaikan kemballi karena undang-undang tentang Pilkada sudah disahkan dan sudah menjadi dokumen negara tertuang dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Pilkada.
  • 28 Mar 2015 03:40:48
    Dirinya berpendapat hingga saat ini kepercayaan publik semakin menurun terhadap pemerintahan. Masyarakat membutuhkan perubahan yang nyata dari Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo.
  • 28 Mar 2015 02:45:00
    "Dana otus sudah sejak 2008, tapi berbagai program yang dijalankan masih belum optimal,"
  • 28 Mar 2015 01:50:42
    KPU pusat sudah merancang 10 aturan dalam melaksanakan pilkada serentak tersebut. Namun KPU Bali sudah mempersiapkan diri terkait anggaran tersebut.
  • 28 Mar 2015 00:04:29
    Ia menjelaskan, pentingnya koordinasi adalah agar misi yang dijalankan bisa fokus kepada target, serta masyarakat mendapat info yang terpercaya, bukan hanya pencitraan.
  • 27 Mar 2015 22:30:02
    Komisi V menemukan hydran BBM di terminal 1, sementara di terminal 2 masih menggunakan tangki sehingga memerlukan biaya lebih mahal.
  • 27 Mar 2015 22:08:47
    Dari kiri ke kanan, Ketua KM UGM 1997-1998 Haryo Setyoko, Koordinator Pendudukan DPR/MPR 1998/Ka BPM UI 1997 -1998/Jubur JAK UI Heru Cokro, SekJend BEM UI 1998-2000 Arie Wibowo dan Koord FKSMJ 98/Ka SM UNJ 1997-1998 Henri Basel, saat diskusi urun rembug aktivis lintas kampus dan generasi yang bertemakan 'Menatap Masa Depan Demokrasi di Indonesia' di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2015). Peserta diskusi yang di isi oleh para mantan aktivis 98 menyoroti Indonesia hari ini mirip dengan 98, instrumen pemerintahan mati suri, eksekutif-legislatif saling serang, parpol pecah belah, lembaga peradilan berkelahi dan saling sandera. AKTUAL/MUNZIR
  • 27 Mar 2015 21:13:57
    "Pada saat ini tepat bagi kelas menengah dan mahasiswa menyuarakan kegelisahan,"
  • 27 Mar 2015 21:10:51
    "Saya kita pergerakan mahasiswa harus bisa mencapai kondisi itu dan mendorong agar Jokowi bisa melakukan reshuffle menteri yang memang tidak bisa melakukan tugas dengan baik,"
  • 27 Mar 2015 20:44:35
    "Nggak lah. Masa kita mau ikut-ikutan (melaporkan ke Bareskrim), kayak anak kecil,"
  • 27 Mar 2015 20:29:15
    "Kami membutuhkan simbol pemersatu karena sekarang musimnya partai pecah. Figur atau sosok yang mampu menjaga soliditas partai ada pada Pak SBY,"
  • 27 Mar 2015 19:30:14
    "Kalau PKS lebih solid lah ya, karena memang kaderisasi dan kepengurusan mereka juga bagaimana cara mereka memanage kelembagaan partai politiknya lebih ketat dan lebih mampu menkontrol internalnya,"
  • 27 Mar 2015 19:13:15
    "Saya tak pernah keluarkan surat kop DPP Golkar. Itu surat dari mana, buat di mana. Itu surat palsu, dan stempel palsu. Sama modusnya dengan munas Jakarta,"
  • 27 Mar 2015 19:08:25
    "Itu bagus karena punya konsep dan ide baru Selamat buat PSI,"
  • 27 Mar 2015 18:35:32
    "Buat apa menggunakan pengamanan yang sebegitu ketat di sana (ruang fraksi pimpinan Golkar),"
  • 27 Mar 2015 17:19:18
    "Ini diluar kelaziman, saya ngga bilang aneh. Kalau hanya (disambut) wamenlu emang tanda tanya besar, apa yang terjadi sebenernya?"
  • 27 Mar 2015 16:27:16
    Anak Ketua Umum Golkar versi Ancol, Agung Laksono yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dave Laksono, terkejut saat tiba di ruang Fraksi Golkar di lantai 12 Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (27/3/2015). Adanya aparat kepolisian yang berjaga di ruangan Fraksi Golkar ini lantaran adanya informasi bahwa Partai Golkar kubu Agung Laksono ingin mengambil alih ruangan fraksi yang kini masih diduduki oleh kubu Aburizal Bakrie. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB
  • 27 Mar 2015 16:13:24
    Keinginan Kubu Agung Laksono untuk menduduki fraksi Partai Golkar tak lain diduga atas perintah Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Sebab, Jusuf Kalla tak punya bargaining terhadap Jokowi.
  • 27 Mar 2015 15:13:35
    "Kalau mereka punya satu gagasan perjuangan politik yang mereka lakukan, boleh-boleh saja. Parpol baru butuh satu energi besar, butuh adanya satu tokoh yang punya daya tarik. Sekaligus termasuk finansialnya yang mungkin bisa daya tarik juga,"
  • 27 Mar 2015 15:09:17
    Rombongan Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja di Terminal Bandara Juanda Surabaya, Sidoarjo Jawa Timur. Hal ini menyusul tentang keselamatan dan kenyamanan jasa penerbangan yang ada di Bandara Juanda Surabaya, pascaterjadinya kecelakaan pesawat AirAsia.
  • 27 Mar 2015 14:42:29
    Biasanya, kepala negara yang melakukan kunjungan luar negeri dalam rangka kunjungan kerja atau undangan, disambut oleh pimpinan negara tersebut (presiden atau perdana menteri).
  • 27 Mar 2015 14:18:36
    Tidak benar, jika dikatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sengaja membidik tokoh-tokoh Islam. Siapapun yang melakukan korupsi, apapun latar belakangnya, akan dikejar oleh KPK.
  • 27 Mar 2015 13:49:42
    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kunjungi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam upaya pencegahan korupsi di sektor Sumber Daya Alam (SDA). Pasalnya banyaknya Sumber Daya Alam di daerah yang menurutnya jauh dari pengawasan pemberantasan korupsi sehingga menimbulkan praktek korupsi di sektor kekayaan alam.
  • 27 Mar 2015 13:27:29
    Selain itu, ada agenda lain diantaranya Perppu Pimpinan KPK, usulan kapolri, dan beberapa agenda yang telah dibacakan saat rapat paripurna.


eXTReMe Tracker