Kembangkan Senjata Penghancur Dengan Korsel, Indonesia Rugi Rp1,6 T

Wahyu Romadhony - Sabtu, 02-03-2013 21:54

Kembangkan Senjata Penghancur Dengan Korsel, Indonesia Rugi Rp1,6 T : aktual.co
TB Hasanuddin (Foto: Aktual.co/Bowo) (Foto: Aktual.co/Istimewa)
Jakarta, Aktual.co— Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengecam sikap Kementrian Pertahanan (Kemenhan) yang tertutup soal kerjasama pengembangan pesawat Korean Fighter eXperiment (KFX) dengan pemerintah Korea Selatan (Korsel)."Kita baru tahu kalau ada kerjasama itu setelah ada informasi kerjasama dibatalkan secara sepihak oleh Korsel padahal kita sudah serahkan uang Rp1,6 triliun," ujarnya kepada Aktual.co, Sabtu (2/3).

Hasanuddin mengatakan Komisi I DPR berencana segera memanggil Menteri Pertahanan dan Panglima TNI untuk menjelaskan proyek KFX ini. "Kerugian ini tanggung jawab Menteri Pertahanan," tegas dia.

Kerja sama Indonesia dan Korea Selatan untuk membangun pesawat KFX dimulai pada 2001, dibiayai bersama oleh Indonesia dan Korea Selatan. Dalam proyek itu, pemerintah Indonesia diwajibkan menyetor sekitar 20 persen dari total dana Rp80 triliun yang dibutuhkan.

Politisi PDIP tersebut menilai tidak selayaknya Indonesia terlibat dalam pengembangan senjata temput pemusnah masal ini."tidak pas  negara Indonesia menganut prinsip bebas aktif kenapa  ikut membuat senjata penghancur. Selain itu ada konflik antara Korsel dan Korut keduanya sama-sama sahabat kita," ujarnya.
Faizal Rizki

Berani Melangkah
Komentar
Nama
Email
Komentar
Kode Verifikasi