Alami Gangguan Jiwa? MMHS Solusinya

Adi Adrian - Senin, 20-05-2013 10:18

Alami Gangguan Jiwa? MMHS Solusinya : aktual.co
ilustrasi stress (Foto: Aktual.co/Istimewa)
Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nova Riyanti Yusuf atau Noriyu bersama Kementerian Kesehatan akan meluncurkan Mobile Mental Health Service (MMHS). Peluncuran program tersebut karena warga Jakarta mulai mengalami depresi dan mengarah ke gangguan jiwa.

"Inisiatif munculnya program MMHS ini berangkat dari diskusi panjang saya dengan beberapa stakeholders terkait agar bagaimana memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang mudah, menjangkau masyarakat secara luas," kata Noriyu di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (20/5).

Dikatakan politisi Partai Demokrat itu, secara nasional, gangguan jiwa cukup meningkat.

"Gangguan mental emosional (cemas dan depresi) pada penduduk usia ≥ 15 tahun adalah 11,6 persen atau sekitar 19 juta penduduk. Sedang gangguan jiwa berat rata-rata sebesar 0,46 persen atau sekitar 1 juta penduduk," ujarnya.

Sedangkan khusus untuk Jakarta, tingkat depresi dibilang tertinggi dari semua daerah.

"Di Jakarta, tingkat gangguan jiwa mencapai 2,03 persen. Kasus bunuh diri di Jakarta sepanjang 1995-2004 mencapai 5,8 persen per 100 ribu penduduk, kebanyakan laki-laki. Dari 1.119 orang bunuh diri di Jakarta, 41 persen dengan cara gantung diri, 23 persen menenggak racun. Selain itu, 256 orang menemui ajal akibat overdosis obat," ungkap dia.

Setelah Jakarta, Noriyu juga akan meluncurkan program MMHS di Jawa Timur. Sebab, pasien gangguan jiwa di Jawa Timur meningkat secara signifikan.

"Dari informasi yang disampaikan Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya, dr Hendra Riyanto SpKJ MM, sebanyak 0,9 persen penduduk Jawa Timur mengalami gangguan jiwa berat. Jika diasumsikan penduduk Jatim kini sebanyak 37 juta jiwa, maka 0,9 persennya, yakni 333.000 orang mengalami gangguan jiwa berat," kata dokter jiwa itu.

Peluncuran MMHS yang merupakan kerjasama dengan Yayasan Metaforma Indonesia selaku pemilik 2 (dua) unit mobil MMHS dengan Direktorat Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Dalam pelaksanaan program ini, nantinya juga akan bekerjasama dengan beberapa LSM yang menaruh perhatian besar terhadap masalah kesehatan jiwa, kenakalan remaja, KDRT, dan penyalahgunaan narkoba.

Selama pelaksanaan program MMHS, akan dicatat dalam bentuk laporan dan dibuat buku yang berisi mengenai rangkaian kegiatan MMHS sekaligus evaluasi program MMHS sebagai sebuah model project. Data dan fenomena masalah kesehatan jiwa yang muncul dalam pengoperasian program MMHS, juga akan ditampilkan dalam buku ini.

"Buku tersebut akan diluncurkan pada momentum peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia pada tanggal 10 Oktober 2013," kata Noriyu.
Ismed Eka Kusuma -

Berani Melangkah
Komentar
Nama
Email
Komentar
Kode Verifikasi