Pelajaran Agama dan Budi Pekerti Digabung

Senin, 11-03-2013 15:19

Pelajaran Agama dan Budi Pekerti Digabung   : aktual.co
Mendikbud M Nuh (Foto: Aktual.co/Oke Dwi Atmaja)

Mendikbud mengatakan penggabungan mata pelajaran tersebut akan diberlakukan mulai sekolah paling rendah secara bertahap, seperti untuk sekolah dasar (SD) akan diawali dari kelas satu, SMP juga kelas satu begitu juga untuk SMA.


Jakarta, Aktual.co — - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan mata pelajaran agama nantinya akan digabungkan dengan pendidikan budi pekerti pada kurikulum baru yang akan diberlakukan mulai tahun ajaran baru 2013.

"Dalam kurikulum baru nanti mata pelajaran agama tidak berdiri sendiri, tetapi digabung dengan pendidikan budi pekerti, hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil anak didik yang mempunyai wawasan keagamaan baik dan budi pekertinya juga baik," katanya pada Dies Natalis ke-37 Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo di gedung Auditorum UNS Kentingan Solo, Senin (11/3). 

Mendikbud mengatakan penggabungan mata pelajaran tersebut akan diberlakukan mulai sekolah paling rendah secara bertahap, seperti untuk sekolah dasar (SD) akan diawali dari kelas satu, SMP juga kelas satu begitu juga untuk SMA.

"Jika semuanya sudah selesai baru diterapkan semuanya, sehingga tidak perlu khawatir bagi anak-anak yang sudah kelas dua atau kelas tiga baik bagi SMP maupun SMA/SMU," katanya.

Sementara Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo pada kesempatan tersebut mengatakan pihaknya sangat sependapat dengan program Mendikbud mengenai beasiswa bidikmisi, karena bisa menyentuh semua anak bangsa meski dari keluarga tidak mampu mempunyai prestasi dalam bidang akademis juga bisa kuliah di perguruan tinggi.

Ia berharap mahasiswa yang menerima beasiswa bidikmisi terus rajin belajar dan bersemangat untuk bisa mengubah dirinya bisa lebih baik lagi setelah lulus pendidikan dari perguruan tinggi.

Bibit juga mengatakan apa yang dilakukan dalam memimpin Jawa Tengah bekerja sama dengan perguruan tinggi yang ada termasuk dari swasembada beras yang telah diraih itu.

Jawa Tengah sekarang ini telah surplus beras 3,5 juta ton sampai tahun 2013, sementara untuk daging baru akan bisa dicapai tahun 2014. "Populasi sapi di Jawa Tengah ada 2,2 juta ekor dan ini kami terus menggenjotnya untuk dapat bisa swasembada daging," katanya.

Rektor UNS Ravik Karsidi dalam hal ini mengatakan pihaknya juga terus melakukan pembenahan-pembenahan baik yang menyangkut falitas perkuliahan maupun meningkatkan mutu dosen dengan mengirimkan tenaga pengajar untuk studi lebih tinggi lagi.

(Ant)
Epung Saepudin
Berita Terkait



Berita Lainnya



eXTReMe Tracker