Buruh Migas Tuntut Kenaikan Upah

Selasa, 20-11-2012 19:03

Buruh Migas Tuntut Kenaikan Upah  : aktual.co
Demo Buruh (Foto: Aktual.co/Oke Dwi Atmaja)

"Yang jelas, kami mengharapkan atau menuntut perubahan terhadap status kontrak 'outsourcing' menjadi kontrak tetap atau PKWTT, yakni pekerja waktu kontrak tak terbatas," katanya.


Jakarta, Aktual.co — Sekitar 900 buruh sektor minyak dan gas bumi (migas) yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Migas Cilacap berunjuk rasa menuntut peningkatan kesejahteraan.

Sebelum berunjuk rasa di halaman Gedung DPRD Cilacap, Selasa siang, para buruh yang bekerja di Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap itu berkumpul di Alun-Alun Cilacap.
  
Sesampainya di halaman DPRD Cilacap, mereka menggelar orasi dan teatrikal yang menggambarkan derita kaum buruh khususnya pekerja alih daya.

Mereka juga membawa berbagai poster dan spanduk, antara lain bertuliskan "Kami Butuh Masa Depan yang Jelas", "Kami Ingin Hidup Layak", dan "Hapuskan Alih Daya... Pertamina Adalah Anak Bangsa".

Saat ditemui di sela-sela unjuk rasa, Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Migas Cilacap Sudaryono mengatakan, buruh migas menuntut adanya perubahan.

"Yang jelas, kami mengharapkan atau menuntut perubahan terhadap status kontrak 'outsourcing' menjadi kontrak tetap atau PKWTT, yakni pekerja waktu kontrak tak terbatas," katanya.

Ia mengatakan, buruh migas menuntut pembenahan sistem kerja alih daya, pemberian upah layak berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL) bukan dari upah minimum kabupaten (UMK), dan masalah keadilan.

Menurut dia, masalah keadilan itu ditunjukkan dengan adanya diskriminasi di Pertamina.

"Contohnya, masalah perekrutan tenaga kerja. Pertamina kurang 'fair' karena dari pihak sekuriti dan IT tidak dilibatkan, sehingga ada kesan terjadi diskriminasi. Kita mengacu pada keadilan," katanya.

Selain itu, kata dia, para buruh alih daya tidak pernah menerima bonus meskipun terlibat dalam pekerjaan di Pertamina.

Oleh karena itu, katanya, aksi itu digelar guna memberikan dukungan terhadap perwakilan buruh yang akan berunding dengan manajemen Pertamina RU IV Cilacap di Gedung DPRD Cilacap atas undangan legislatif.

Menurut dia, massa yang turut berunjuk rasa berasal dari sembilan unit kerja di Pertamina RU IV Cilacap di antaranya Unit "Maintenance", Unit Wisma Griya Patra, Unit Area 70, Unit IT (Information Technology), Unit PHC (Pertamina Health Center), Unit Perumahan, Unit Kantor Luar Kilang, dan Unit Kantor Dalam Kilang.

"Masing-masing unit mengirimkan 100 orang. Kami mengimbau pekerja yang ada kegiatan dan tidak bisa ditinggalkan, untuk mempercayakannya kepada perwakilan yang akan berunding, sehingga mereka tetap bekerja," katanya.

Sebelumnya, kata dia, perwakilan buruh pernah berunding dengan manajemen Pertamina RU IV Cilacap dan pertemuan terakhir digelar pada 18 Oktober 2013.

"Secara umum, tuntutan kami sudah diterima dengan baik oleh manajemen Pertamina Cilacap meskipun dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa keputusan ini dari Jakarta (pusat)," katanya.

Sementara itu, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Cilacap berlangsung perundingan antara perwakilan buruh dan manajemen Pertamina RU IV Cilacap yang dijembatani Wakil Ketua DPRD Cilacap M Hanafi.

Turut dalam perundingan tersebut General Manager Pertamina RU IV Cilacap Teuku Khaidir yang didampingi sejumlah pejabat di perusahaan negara itu, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Cilacap Uong Suparno, serta sejumlah anggota DPRD Cilacap.

Dalam kesempatan tersebut, General Manager Pertamina RU IV Cilacap Teuku Khadir mengatakan, pihaknya telah menyampaikan aspirasi para buruh alih daya kepada manajemen Pertamina Pusat.

"Yang jelas bahwa kami, Pertamina RU IV Cilacap mendukung penuh dan patuh pada aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah termasuk undang-undang dan peraturan lainnya. Selama peraturan itu ada, kami akan mendengar dan menjalankan," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, Pertamina mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi terkait pekerja alih daya.

"Kami juga melindungi pekerja 'outsourcing' untuk keberlangsungan kerja. Ini juga bagian dari jawaban kantor pusat setelah kami berkomunikasi tentang sistem 'outsourcing'," katanya.

Menurut dia, Pertamina pada 2013 akan melakukan kontrak "multi years" yang berlaku untuk beberapa tahun, tidak lagi per tahun.

Ia mengatakan, saat ini Pertamina juga sedang merekrut pekerja alih daya yang berpengalaman untuk menjadi pekerja Pertamina.

"Ini sedang berlangsung. Tentunya kami akan melihat dan disesuaikan dengan standar yang ada," kata Teuku Khaidir.

Terkait masalah upah, dia mengatakan, upah yang diberikan Pertamina kepada pekerja alih daya telah melebihi KHL maupun UMK.

Menurut dia, berdasarkan data 2012, KHL di Cilacap sebesar Rp903.969 dan UMK sebesar Rp852.000.

Ia mengatakan, upah minimum yang diberikan untuk pekerja alih daya di lingkungan Pertamina RU IV Cilacap sebesar Rp1.183.000.

"Itupun hanya untuk 13 persen (pekerja alih daya), dan 87 persen lainnya jauh lebih besar," katanya.

Menurut dia, jumlah pekerja alih daya di Pertamina RU IV Cilacap mencapai 1.884 orang, pekerja tetap 1.400 orang, dan 39 kontraktor.

Sementara untuk permasalahan lainnya, kata dia, merupakan kebijakan Pertamina Pusat, sedangkan Pertamina RU IV Cilacap hanya menjalankannya.

Kendati demikian, dia mengatakan, Pertamina akan tetap mendengar dan menjalankan segala peraturan yang diberlakukan oleh pemerintah.

Ketua DPRD Cilacap Fran Lukman yang datang menjelang berakhirnya perundingan itu menyarankan para pekerja alih daya bersama manajemen Pertamina RU IV Cilacap yang didampingi anggota DPRD Cilacap untuk datang ke Pertamina Pusat di Jakarta guna menyampaikan aspirasi yang tidak bisa diputuskan di Cilacap.

"Oleh karena kenaikan upah sebesar lima persen dari KHL bisa diputuskan di Cilacap (Pertamina RU IV, red.), berarti permasalahan yang tidak bisa diputuskan, akan dibawa ke pusat. Silakan perwakilan pekerja datang ke Jakarta untuk menyampaikan usulan dengan didampingi manajemen Pertamina RU IV Cilacap dan anggota DPRD Cilacap," katanya.

Usai mendengarkan masukkan dari Ketua DPRD Cilacap itu, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.
(Ant)
Epung Saepudin -



Berita Lainnya

  • 23 Sep 2014 14:38:56
    Wakapuspen Tentara Nasional Indonesia (TNI) Fx Agus Susilo, didampingi jajarannya membuat lubang resapan biopori di Lapangan Parkir GOR A. Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (23/9/2014). Dalam rangka memeriahkan Peringatan ke-69 Hari TNI Tahun 2014, TNI mulai gerakan pembuatan Lubang Resapan Biopori yang merupakan salah satu wujud upaya TNI untuk melestarikan lingkungan dan penghijauan, karena kehidupan dan aktivitas mikro organisme membuat tanah menjadi gembur dan subur. AKTUAL/PUSPEN TNI
  • 22 Sep 2014 15:00:34
    "Setelah ratifikasi ini, pemerintah seharusnya mendorong pemberantasan kejahatan kehutanan dan perkebunan lintas negara,"
  • 22 Sep 2014 12:46:07
    "Undang-Undang Perubahan Iklim harus segera dibentuk, sungguh tidak adil jika dampak perubahan iklim harus ditanggulangi oleh generasi yang akan datang,"
  • 22 Sep 2014 07:46:00
    Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mencatat sedikitnya 15 ribu warga setempat menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada September 2014.
  • 22 Sep 2014 07:34:00
    Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, menargetkan pengurangan penggunaan kendaraan pribadi di wilayah tersebut, dapat terwujud pada 2017.
  • 22 Sep 2014 06:18:00
    Pemerintah Kota Jayapura, Provinsi Papua, melalui Dinas Pendidikan setempat, terus menggelar pertemuan baik melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dan gugus untuk menyelaraskan penerapan Kurikulum 2013 di tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Dasar di wilayah itu.
  • 21 Sep 2014 11:44:55
    Istri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Shinta Nuriyah Wahid (tengah) didampingi Puteri Indonesia Pariwisata 2014 dan Miss Earth Indonesia Water 2014 saat mengikuti kegiatan peringatan Hari Perdamaian Dunia di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (21/9/2014). Kegiatan yang digagas oleh The Wahid Institute ini dalam rangka memecahkan rekor MURI Hari Perdamaian Dunia dengan peserta terbanyak. AKTUAL/TINO OKTAVIANO
  • 19 Sep 2014 12:00:48
    "Seluas 2.398 hektare hutan cagar biofer dan 21.914 lahan pertanian dan perkebunan di Riau terbakar,"
  • 19 Sep 2014 11:30:34
    "Berdasarkan data hotspot dari satelit MODIS pada Selasa (17/9) tercatat 1.236 titik atau mengalami penurunan dibanding hotspot Senin (16/9) mencapai 1.614 titik,"
  • 18 Sep 2014 18:53:36
    Pelaksana Harian Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), Hanibal Hamidi (tengah), saat menjadi narasumber dalam acara diskusi di Jalan Gedung Peluru, Jakarta, Kamis (18/9/2014). Hadir dalam acara tersebut Pakar Kesehatan UI, Budi Hartono, Praktisi Kesehatan, Mahindria. Hanibal mengatakan, secara komprehensif lingkungan dengan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rantai sehat dan sakit. Lingkungan yang dikenal dengan udara yang segar dan sebagainya akibat gas emisi yang tidak baik, tumbuh-tumbuhan yang kurang yang direpsentasikan paru-paru dunia, memang berhubungan dengan kesehatan atau budaya sehat. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB
  • 18 Sep 2014 13:37:02
    Pengunjung memadati kios penjual batu mulia/akik di Pasar Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta, Rabu (18/9/2014). Indonesia merupakan salah satu pasar sekaligus produsen berbagai batu permata terbesar di dunia. Potensi pasar dan industri batu permata di Indonesia ini mencapai triliunan rupiah per tahun. AKTUAL/TINO OKTAVIANO
  • 16 Sep 2014 20:22:09
    "Yang paling mendesak buku itu harus dicabut dari peredaran dulu," kata Wasekjen PBNU H Abdul Mun’im DZ di kantor PBNU Jakarta Pusat, Selasa (16/9) sore menanggapi peredaran buku SKI untuk kelas VII MTs terbitan Kemenag 2014.
  • 16 Sep 2014 17:07:01
    Konvensi Perdagangan Internasional Terhadap Satwa dan Tumbuhan yang Terancam Punah (CITES) menetapkan lima spesies hiu dan pari manta yang terancam punah masuk dalam daftar Appendix II mulai 14 September.
  • 16 Sep 2014 03:30:08
    Sebagai warga negara, jika memang diberikan tanggung jawab sebagai menteri, saya menganggapnya sebuah tugas yang harus diemban, sekaligus sebagai tantangan yang tidak mudah
  • 15 Sep 2014 17:15:24
    "Terjadi 19 kali gempa vulkanik dalam, 32 kali gempa vulkanik dangkal, dan 10 kali gempa hembusan. Status Siaga (level III)," ujarnya.
  • 15 Sep 2014 16:13:53
    "Gunung Slamet terus menunjukkan penurunan hingga hari ini setelah sebelumnya meletus pada Jumat (12/9),"
  • 15 Sep 2014 13:28:36
    Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) turun ke jalan saat menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta, Senin (15/9/2014). Dalam aksinya, mereka membawa Sepuluh Tuntutan Rakyat (Sepultura) di antaranya menghapus sistem kerja kontrak dan outsourcing. AKTUAL/TINO OKTAVIANO
  • 15 Sep 2014 12:41:20
    Guntur Terbakar, Pendakian Masih Diperbolehkan
  • 15 Sep 2014 12:28:46
    Pengelola Perizinan Duga Kebakaran Gunung Guntur Disengaja
  • 15 Sep 2014 12:24:15
    Harga Anjlok Saat Musim Panen, Pemerintah Tak Peduli‎
  • 15 Sep 2014 06:04:42
    Mereka meluncurkan situs www.beranimelawanmafia.com.
  • 15 Sep 2014 03:36:24
    Gempa 5,6 SR itu berada pada koordinat Lintang 1.13 derajat Lintang Utara (LU) dan Bujur 97.18 derajat Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 14 km.
  • 15 Sep 2014 01:00:57
    Saya baru dua kali datang ke sini dan sudah bisa mengisyaratkan nama. Namun, agak kesulitan kalau isyarat huruf F karena suka terbalik
  • 15 Sep 2014 00:16:55
    Tim yang terdiri dari arkeolog, geologi, geo fisika, arsitektur dibantu TNI, Kemendikbud, gubernur dan bupati, tengah melakukan penelitian permulaan dari tanggal 7 sampai 31 September.
  • 14 Sep 2014 19:43:12
    “Kami sangat berharap pak Jokowi-JK ada kebijakan untuk mengangkat ribuan bidan PTT se-Indonesia menjadi PNS”


eXTReMe Tracker