Oknum TNI Dituntut 18 Bulan, SIKAP: Oditur Melindungi Korps

Damai Oktafianus Mendrofa - Kamis, 19-09-2013 18:20

Oknum TNI Dituntut 18 Bulan, SIKAP: Oditur Melindungi Korps : aktual.co
Koordinator Sikap, Suhardi (Foto: Aktual.co/Damai Oktafianus Mendrofa)

"Ada kesan mengambil pasal-pasal ringan untuk menjerat korban, apakah ini upaya melindungi korps?," kata Adi kepada wartawan dalam konfrensi pers yang di gelar di sekretariat IKOHI, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Kamis (19/9) siang.


Medan, Aktual.co — Terkait tuntutan yang dinilai sangat ringan kepada oknum TNI berpangkat Praka, Meirizal Zebua yang berdinas di Komando Daerah Meliter I Bukit Barisan (BB), Suhardi menilai ada kesan Oditur selaku penuntut melindungi Korpsnya.

"Ada kesan mengambil pasal-pasal ringan untuk menjerat korban, apakah ini upaya melindungi korps?," kata Adi kepada wartawan dalam konfrensi pers yang di gelar di sekretariat IKOHI, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Kamis (19/9) siang.

Adi menuturkan, persidangan militer yang digelar di Pengadilan Militer 0102 jalan Ngumban Surbakti, Medan, kemarin Rabu (18/9) diketuai Hakim Ketua James dan Oditur Meliter Dhini Aryanti, terdakwa dituntut dengan Pasal 80 ayat 1 UU Perlindungan Anak jo Pasal 55 subsider Pasal 351 ayat 1 jo Pasal 55 dengan membayar uang restitusi kepada korban sebesar Rp25 juta.

Dikatakan Adi, melihat tuntutan yang dinilai sangat ringan itu, pihaknya melihat sistem peradilan militer masih belum bisa memberikan keadilan bagi korban.

"Kita ragu kasus ini, hanya dituntut 1,6 Tahun, padahal melihat kasusnya itu seharusnya bisa dituntut dengan pasal 170 KUH Pidana dengan tuntutan 5 tahun dan ditahan," kata dia.

Melihat hasil dari tuntutan yang dilayangkan oditur tersebut, Adi juga menilai akan menjadi momok tersendiri. Adanya kesan ragu dan takut bagi para korban yang mendapatkan kekerasan dari militer untuk mendapat ekses keadilan.

Yang lebih menarik kata Adi, bahwa terdakwa Meirizal Zebua saat ini merupakan tersangka yang juga sedang berperkara dalam kasus pencurian dengan kekerasan.

"Kenapa oknum TNI ini masih coba dipertahankan, kita tidak mau terlalu jauh intervensi agar dilakukan pemecatan, tapi kita minta ketegasan Mahkamah Militer," tegasnya.

Mahkamah Militer, sambung Adi lagi harus mampu menunjukkan profesionalitasnya dalam menangani kasus-kasus oknum TNI apalagi kasus terhadap masyarakat sipil.

Apalagi sejatinya, secara tegas dalam UU no 31 tahun 1997 mengatur tentang yuridiksi peradilan militer, dimana bagi anggota militer yang melakukan tindak pidana umum akan diadili di peradilan umum.

"Artinya perlu adanya revisi terkait permasalah tersebut," tandasnya.

Tentunya, kata Adi lagi, harus mengacu pada Tap MPR nomor 6 dan 7 tahun 2000 yang menyatakan bahwa kejahatan-kejahatan yang berkaitan dengan tindak pidana umum, maka TNI dan Polri harus tunduk pada peradilan sipil.

Sementara itu, Yetno Sagitwo, orang tua korban EP dalam penuturannya mengatakan harapannya atas ditegakkannya keadilan dalam kasus penganiayaan terhadap anaknya tersebut.

"Saya sebagai orang tua, saya berharap pelaku penyiksaan ini bisa di adili seadil-adilnya pak," sembari mengeluhkan adanya kesan peradilan militer yang tidak berpihak kepada mereka.

Erwin Manalu dari Kontras menambahkan, pihaknya terkait kasus ini meminta Pangdam I Bukit Barisan dapat bertindak dengan tegas terhadap anak buahnya.

"Kita minta Pangdam Kodam I Bukit Barisan untuk lebih tegas lagi, jangan hanya waktu dilantik dia ber eforia, tapi harus lebih membina kedalam," katanya.

Menurut Erwin, jika ketidak adilan ini dibiarkan, maka yang akan timbul adalah kekhwatiran masyarakat sipil ke depan.

"Sudah jelas-jelas rencana pembunuhan, kita khwatir ini menjadi pembiaran ke depan, agar tidak ada korban-korban berikutnya dan meminta okmil bekerja secara profesional. Kami meminta pelaku dipecat dari dinas kemiliterannya," tegas Erwin.
Ismed Eka Kusuma -
Berita Terkait



Berita Lainnya

  • 1 Aug 2014 12:36:37
    Humas PT Trans Jakarta, Sri Ulina Pinem mengatakan kalau hal tersebut dilakukan untuk mendorong kemudahan, kenyamanan dan efisiensi waktu antri untuk para pengguna Trans Jakarta dalam menaiki moda transportasi terintegrasi pertama di Jakarta ini.
  • 1 Aug 2014 12:18:07
    "Tahun ini kami prediksi terjadi peningkatan 25,5 persen, atau sebesar 17.500 orang, menjadi 68.000 orang pendatang baru ke Kota Jakarta,"
  • 1 Aug 2014 12:06:32
    Kepala Dinas Dukcapil DKI, Purba Hutapea menjelaskan bagi para pendatang baru yang menginjakan kakinya di DKI Jakarta wajib mematuhi peraturan. Pemkot DKI melarang pendatang baru untuk menjadi pedagang kaki lima, dilarang tinggal di luar tempat yang ditentukan (misalnya di bantaran kali).
  • 1 Aug 2014 11:49:11
    Kepala Dinas Dukcapil DKI, Purba Hutapea mengatakan bahwa dari data yang dimiliki oleh Disdukcapil selama beberapa tahun para pendatang tersebut terbagi menjadi tiga kategori.
  • 1 Aug 2014 11:31:23
    Pasca Lebaran tahun ini sendiri wajah-wajah yang siap mengisi ruang ibukota diperkirakan berjumlah lebih dari 68 ribu pendatang baru bakal mengadu peruntungan di Jakarta. Dari jumlah pendatang baru diperkirakan 60 persennya memiliki bekal ijazah tingkatan Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP) bahkan ada yang tingkat Sekolah Dasar mencoba peruntungannya di DKI Jakarta.
  • 31 Jul 2014 23:05:05
    DMI melalui imam-imam masjid di seluruh negeri dalam kesempatan Jumat besok, menyerukan qunut nazilah dan salat gaib untuk para syuhada korban keganasan Zionis Israel di Palestina
  • 31 Jul 2014 19:13:47
    Beberapa warga mengais sisa dari kebakaran yang melanda pemukiman padat penduduk di Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat, Kamis (31/7/2014). Kebakaran diduga akibat arus pendek listrik dan menghanguskan 25 rumah yang dihuni 67 kepala keluarga dengan 209 jiwa. Aktual/Tino Oktaviano
  • 31 Jul 2014 18:20:37
    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terus memantau pekan-pekan pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2014 yang melibatkan 30 juta penduduk Indonesia.
  • 31 Jul 2014 14:26:10
    Pedagang es cincau yang membuka lapaknya di sepanjang Jalur Haurwangi-Citarum tepatnya di Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jabar, meraup keuntungan hingga jutaan rupiah perhari dari kemacetan.
  • 31 Jul 2014 13:45:07
    "Jumlah ini sedikit mengalami peningkatan dibandingkan kedatangan pada hari H (Lebaran)," kata Komandan Regu Satu Dishub Terminal Kampung Rambutan Sugiyono, Kamis (31/7).
  • 31 Jul 2014 13:19:12
    "Informasi yang kami peroleh dari Ketua RT setempat, api berasal dari sebuah rumah kosong yang ditinggal mudik, kebanyakan warga pada pulang kampung, kemungkinan besar karena hubungan arus pendek, karena banyak colokan listrik yang tidak dicabut," kata perwira piket Suku Dinas Damkar PB Jakarta Pusat Sugeng, Kamis (31/7).
  • 31 Jul 2014 12:59:46
    "Tidak ada yang memberikan mereka izin dagang di dalam Monas. Para PKL itu masih saja tidak ada aturan, mereka asal loncat untuk bisa masuk. Mereka itu seakan-akan tidak pedulikan keindahan Monas," ujar Direktur Unit Pengelola Monumen Nasional (Monas), Rini Hariyani, saat dimintai konfirmasinya terkait PKL di kawasan taman Monas, Kamis (31/7).
  • 31 Jul 2014 12:52:27
    "Untuk arus balik sendri akan terjadi pada H+5 dan H+6 nanti, mungkin akan terjadi kepadatan." Kata Simon di Jakarta, Kamis (31/7).
  • 31 Jul 2014 12:48:09
    Untuk menangani atau mengantisipasi Arus balik yang terjadi di Terminal Pulo Gadung, pihak Terminal sudah mengantisipasi dengan menyediakan angkutan Dalam Kota khususnya Trans Jakarta (Bus Way) jurusan Pulo Gadung - Harmoni akan beroparasi 24 jam penuh untuk para Pemudik yang akan datang ke Terminal Pulo Gadung Jakarta Timur.
  • 31 Jul 2014 12:42:34
    Pengunjung Monas yang memenuhi lokasi wisata kali ini juga dibenarkan oleh Direktur Unit Pengelola Monumen Nasional (Monas), Rini Hariyani. Menurutnya, jumlah pengunjung Monas selama libur Lebaran tahun ini telah melebihi target pengunjung yang ditetapkan pihaknya.
  • 31 Jul 2014 12:37:28
    Pengamat Tata Kota dari UniversitasTrisakti, Yayat Supriyatna bahwa PKL sebenarnya sudah diberikan ruang khusus tetapi tempat tersebut kurang menarik.
  • 31 Jul 2014 11:24:12
    "Nggak semua kendaraan yang melintas punya sistem rem tangan yang normal, sehingga saat berhenti di tanjakan mereka membutuhkan ganjar, dan kami bantu mereka," kata Didin (34) petugas ganjal di Tanjakan Lewo Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya, Kamis.
  • 31 Jul 2014 11:11:04
    Saat libur lebaran bagi keluarga yang merayakan hari lebaran dengan tidak melakukan mudik pulang kampung, memilih menghabiskan masa liburan dengan berekreasi ke tempat-tempat wisata. Di kawasan wisata Ancol Taman Impian pada hari Kamis (31/7) sejumlah pengunjung nampak mulai memadati tempat wisata tersebut.
  • 31 Jul 2014 10:58:11
    Dikatakan Syahdonan kalau pihaknya sengaja melakukan penertiban pasca Lebaran, karena mayoritas PKL meninggalkan lapaknya untuk mudik Lebaran. "Setelah ditertibkan, kami akan menjaga lokasi yang sudah bersih itu siang malam," imbuhnya.
  • 31 Jul 2014 10:46:00
    “sesuai instruksi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Untuk membersihkan setiap lokasi mangkal PKL,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (31/7).
  • 31 Jul 2014 10:36:54
    Arus balik Pelabuhan Merak Kamis pagi (31/7) terlihat lengang dan sepi dari penumpang pejalan kaki maupun pengguna kendaraan. Suasana arus lalu lintas berjalan lancar tanpa kepadatan kendaraan.
  • 31 Jul 2014 10:07:49
    "Hari ini arus balik mulai mengalir, tetapi puncaknya akan terjadi pada hari Sabtu dan Minggu," kata Kepala Dinas Perhubungan Sulteng, Hendro Surahmat, di Palu, Kamis (31/7).
  • 31 Jul 2014 08:37:07
    "Terhitung sejak Januari 2014 telah terjadi penyesuaian harga kantong darah dari sebelumnya Rp250 ribu pada tahun sebelumnya," ungkap Sekretaris Palang Merah Indonesia, Ferry Moningka, di Biak, Kamis (31/7).
  • 31 Jul 2014 07:54:48
    "Arus kendaraan yang kembali ke kota asalnya akan meningkat pada Kamis ini, sedangkan Selasa dan Rabu kemarin cenderung lebih banyak kendaraan warga lokal yang berwisata," terang Kasatlantas.
  • 30 Jul 2014 22:26:54
    Dari pagi kemarin sekitar pukul 09.15 WIB hingga saat ini jumlah korban 15 orang tewas dan 3 orang masih dalam pencarian tim SAR gabungan.


eXTReMe Tracker