Omzet Pedagang Kurma Melorot Drastis
21 Jul 2012 19:50:27
Ilustrasi (Foto:tribunnews.com)
Jakarta, Aktual.co — Kalangan pedagang kurma di Pasar Tanah Abang, Jakarta mengatakan
penjualan kurma tahun ini menurun 50 persen dibandingkan 2011. Berkurangnya minat pembeli ditengarai karena bertepatan dengan tahun
ajaran baru.
"Tahun lalu saya bisa menjual 10 dus kurma atau
100 kilogram, tetapi tahun ini hanya lima dus. Bisa saja uang mereka
sedang terpakai untuk keperluan masuk sekolah anak," kata penjual kurma, Nanang,
di Jakarta, Sabtu (21/7).
Nanang mengatakan omzetnya bisa mencapai
Rp15 juta per hari tahun lalu, namun 2012 ini hanya Rp7,8 juta. Untuk
itu Nanang tidak berani mengambil keuntungan yang terlalu tinggi dari
per kilogram kurma yang dijualnya.
Nanang menyatakan dia
mengambil keuntungan hanya Rp8.000 per kilogram atau 30 persen dari harga kurma.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan tahun lalu, karena dia bisa
mengambil untung hingga 100 persen.
Dia mencontohkan, kurma
jenis Madinah dia beli dengan harga Rp27.000 lalu dijual ke pembeli
seharga Rp35.000 - Rp40.000 per kilogram. Untuk kurma jenis Mesir, dia
jual dengan harga Rp25.000 per kilogram.
Banyak saingan
Pedagang kurma yang lain, Ahmad Fauzi (23) mengaku penjualan kurma di
Tanah Abang lebih baik tahun lalu dibandingkan sekarang. Tahun lalu
dalam sehari dia bisa menjual kurma 100 kilogram per hari, sedangkan
sekarang rata-rata hanya 20 kilogram.
Dia mengatakan
penurunan ini disebabkan makin banyak pedagang kurma di Tanah Abang dan
sekitarnya. Kondisi ini sangat berpengaruh pada penurunan omzet
dagangannya. "Jumlah pasokan tetap lancar. Banyak pedagang kurma juga sih, tapi ya hitung-hitung bagi rejeki," kata Ahmad Fauzi.
(Ant)
Oki Baren
Kirim Komentar