Penghuni Lapas Klaten Bantu Korban Banjir Jepara

Minggu, 23-02-2014 05:00

Penghuni Lapas Klaten Bantu Korban Banjir Jepara : aktual.co
Ilustrasi Lapas (Foto: Aktual.co/Damai Oktafianus Mendrofa)

Sejumlah remaja yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klaten, Jawa Tengah, membantu perlengkapan sekolah untuk para pelajar di Kabupaten Jepara yang menjadi korban banjir.


Jakarta, Aktual.co — Sejumlah remaja yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klaten, Jawa Tengah, membantu perlengkapan sekolah untuk para pelajar di Kabupaten Jepara yang menjadi korban banjir.

"Bantuan yang diberikan kepada pelajar di Kabupaten Jepara, yakni tas punggung sederhana yang merupakan hasil karya remaja penghuni Lapas Klaten serta buku darurat yang bisa digunakan oleh para pelajar," kata Koordinator Sahabat Kapas sebagai pendamping remaja penghuni Lapas Klaten, Dian Sasmita, di Jepara, Sabtu (22/2).

Ia mengatakan hal itu, di sela penyerahan bantuan tas beserta alat tulis dan makanan kepada pelajar Madrasah Tsnawiyah Safinatul Huda Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, Jepara.

Ia mengatakan, remaja penghuni Lapas Klaten memang memiliki keahlian di bidang cetak dan sablon, karena selama ini mereka didampingi untuk memiliki keahlian untuk membangun kemandirian mereka kelak.

Karya mereka yang disumbangkan kepada pelajar di Jepara, yakni tas yang terbuat dari kain blacu yang tertera tulisan "on jail dan sahabat kapas" dan buku tulis darurat yang terbuat dari kertas bekas.

Penghuni Lapas Klaten yang terlibat dalam pembuatan tas dan buku tulis darurat tersebut, kata dia, ada sembilan orang dengan usia antara 14 hingga 18 tahun.

Jumlah paket bantuan yang diberikan kepada pelajar taman kanak-kanak dan MTs di Jepara sebanyak 300 paket.

Untuk bantuan lain, seperti alat tulis dan makanan, kata dia, merupakan sumbangan para donatur.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, kata dia, diwakili oleh empat pengurus Sahabat Kapas bersama 20 relawan dari Mahasiswa UII Yogyakarta.

Sebelum menyerahkan paket bantuan kepada anak TK Pertiwi di Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, para relawan juga melakukan "traumatic healing" atau menghilangkan sikap trauma anak TK atas bencana banjir yang dialami sebelumnya.

"Para siswa juga antusias diajak bermain dan bernyanyi," ujarnya.

Ia mengakui anak-anak TK tersebut cukup responsif dan terlihat cukup gembira ketika diajak untuk bermain dan bergembira bersama para relawan dari UII Yogyakarta yang sebelumnya sudah berpengalaman dalam melakukan "traumatic healing".

Seorang guru MTs Safinatul Huda Desa Sowan Kidul, Fathul Huda mengakui aktivitas belajar mengajar di MTs Safinatul Huda memang terhenti sejak 27 Januari hingga 3 Februari 2014 akibat tergenang banjir.

Pada 12 Februari 2014, katanya, aktivitas belajar mengajar kembali aktif, namun Selasa (18/2) kembali banjir dan Kamis (20/2) aktivitas belajar normal kembali. Jumlah siswanya, kata dia, sekira 200 anak.
(Ant)
Ari Purwanto
Berita Terkait

UCAPAN SELAMAT PRESIDEN


Berita Lainnya



eXTReMe Tracker