Dana Sertifikasi Guru 2013 Dipastikan Tidak Cukup

Selasa, 12-03-2013 21:55

Dana Sertifikasi Guru 2013 Dipastikan Tidak Cukup : aktual.co
Ilustrasi dana sertifikasi guru (Foto: fokusriau.com)
Jakarta, Aktual.co — Pembayaran tunjangan profesi seluruh guru pemegang sertifikasi di Indonesia tahun 2013 dipastikan kembali mengalami kekurangan.

Ketua Komisi D DPRD Kota Jambi, Fuad Safari, mengatakan, informasi tersebut didapatnya dari Kemendikbud yang disampaikan oleh Kasubdit Program kementrian terkait, pekan lalu di Jakarta.

"Menurut Kasubdit Program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Was Bandar, pekan lalu di Jakarta, pembayaran dana sertifikasi 2013 ini dipastikan akan mengalami kekurangan," kata Fuad, di Jambi, Selasa (12/3).

Menurut dia, anggaran negara yang tersedia untuk pembayaran itu hanya 43,5 triliun, sementara kebutuhan mencapai Rp51 triliun, sehingga ada kekurangan sebesar Rp7,5 triliun.

"Pengakuan Was Bandar, akan terjadi kekurangan pada 2013 sebesar Rp7,5 sampai 8 triliun di seluruh Indonesia," katanya, usai menyambangi Kemendikbud di Jakarta bersama Dinas Pendidikan Kota Jambi dan forum guru dalam rangka mencari tahu soal keterlambatan pembayaran tunjangan profesi guru-guru di kota tersebut selama 3 bulan di tahun 2011 dan 2012.

Disebutkan Fuad, kekurangan pembayaran tahun 2013 ini dipastikan akan dibayarkan pada tahun 2014 dan kekurangan 2014 akan dibayarkan di tahun 2015.

Sementara itu di Kota Jambi, katanya, kekurangan pembayaran tahun 2011 dan 2012 mencapai Rp8,5 milyar.

Kekurangan itu belum dapat dibayarkan pada tahun 2013 ini, meski Pemerintah Kota memiliki dana sebesar Rp8,1 milyar dari sisa transfer pembayaran sertifikasi tahun sebelumnya.

Menurut Fuad Safari, pembayaran tidak dapat dilakukan, sebab dana sebesar Rp8,1 Milyar yang sedianya akan digunakan untuk pembayaran itu tidak ada aturannya.

"Dana sebesar Rp8,1 milyar sebenarnya berasal dari sisa pembayaran sertifikasi tahun sebelumnya yang ditransfer pusat sebanyak 4 kali," katanya.

Namun, Dibeberkan politisi Partai Demokrat itu, berdasarkan keterangan pihak Kemendikbud, dana tersebut dianggap tidak bertuan, sehingga tidak dapat digunakan untuk apapun, sebab belum ada PMK yang mengaturnya.

"Dana sebesar Rp8,1 milyar tersebut ternyata tidak dapat digunakan. Dana tersebut tidak bertuan, sebab tidak ada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang membolehkan dana itu digunakan," katanya.

Secara umum, katanya, kekurangan dana tunjangan profesi (sertifikasi) para guru di kota tersebut memang berasal dari pusat dan terjadi di hampir seluruh daerah di Indonesia.

Untuk itu dia berharap, Dinas Pendidikan dan bagian keuangan Pemerintah Kota Jambi mencari jalan atau melaporkan soal itu ke Pemerintah Pusat dalam rekonsiliasi tanggal 16-18 Maret mendatang.

"Kami minta bagian keuangan dan dinas pendidikan melaporkan soal dana sisa itu ke Kementrian Keuangan agar dapat digunakan untuk pembayaran kekurangan sertifikasi guru pada 2013 ini.
(Ant)
Tri Wibowo -

Berani Melangkah
Komentar
  • adi
    15 Apr 2013 16:27:06
    betul gak,sing penting merata
  • adi
    15 Apr 2013 16:24:57
    alangkah baiknya dana sertifikasi untuk guru GTT,guru PNS kan udah di gaji pemerintah,semua biar adil
Nama
Email
Komentar
Kode Verifikasi