Lumbung Pangan dan Energi Negeri!

Kamis, 12-09-2013 13:00

 Lumbung Pangan dan Energi Negeri! : aktual.co
Bupati Bojonegoro Suyoto

SEJAK Saya pasang profil Bojonegoro lumbung pangan dan energi, beberapa kontak blackberry massenger (BBM) menanyakan apa, mengapa dan bagaimana caranya? Kita tahu Indonesia adalah pengimpor. Tidak kurang 800 ribu barrel bahan bakar perhari dan beras 2,6 juta ton setahun.


SEJAK Saya pasang profil Bojonegoro lumbung pangan dan energi, beberapa kontak blackberry massenger (BBM) menanyakan apa, mengapa dan bagaimana caranya? Kita tahu Indonesia adalah pengimpor. Tidak kurang 800 ribu barrel bahan bakar perhari dan beras 2,6 juta ton setahun.

Daging, kedelai, jagung, gandum, buah-buahanan juga impor. Bojonegoro ingin mengisi ruang ini. Dalam hal energi, cadangan minyak di Bojonegoro cukup besar. Saat ini sudah diproduksi 63 ribu barrel. Akhir tahun depan bisa mencapai 200 ribu barrel, atau setara dengan 20 persen produksi Indonesia. Sementara untuk gas akan diproduksi 200 mmcfd pada tahun 2017.

Kita harus all out mensukseskannya. Kita harus memanfaatkan peluang ini untuk pemberdayaan masyarakat lokal. Dorong agar industri migas berada di Bojonegoro dan memastikan pendapatan migas untuk pembangunan berkelanjutan.

Dalam hal pangan, saat ini Bojonegoro memproduksi 900 ribu ton gabah (surplus 450 ribu ton). Ke depan Bojonegoro mentargetkan produksi gabah 1,5 juta ton gabah, lewat intensifikasi, peningkatan produksi dan peningkatan indek pertanaman.

Dengan ini Bojonegoro berpeluang menyumbang minimal 1/4 kebutuhan Indonesia. Lalu dengan sapi 150an ribu ekor, kambing 136 ribu ekor. Belum lagi ayam, telur dan ikan yang akan terus tumbuh. Untuk ikan dan pertanian, seiring dengan program seribu embung, seribu kolam, pembangunan waduk dan dam gerak.

Bojonegoro bisa menanam 500 ribu jambu merah, memperbaiki bibit pisang, memaksimalkan produksi jagung, kedelai, dan tanaman holtikultura. Jika program ini berhasil, maka surplus pangan akan terjadi, bisa dijual keluar dalam bentuk aslinya atau dibuat industri pangan.

Suatu saat Bojonegoro bermimpi dimanapun ada supermarket, di situ ada produk pangan Bojonegoro. Untuk ini kita perbaiki benih, pola tanam, SDM, pembiayaan, penyiapan industri (swasta dan BUMD), dan pemasaran. Tentu seluruh infrastruktur dasar yang diperlukan. Inilah obsesi Bojonegoro, The country's source of energy and food. Hanya dengan cara ini Bojonegoro berpeluang meningkatkan kesejahteraan rakyat, mencukupi Indonesia. Ayo Bojonegoro! Mari kita bangun Indonesia dari Bojonegoro.

Suyoto, Bupati Bojonegoro
Ari Purwanto
Berita Terkait

Dibawah HL


Berita Lainnya

  • 29 May 2015 10:00:40
    Beberapa hari ini masyarakat kembali dikejutkan dengan sebuah fenomena, kali ini yang muncul adalah fenomena beras plastik. Teror beras plastik sangat meresahkan masyarakat melebihi isu “begal” beberapa waktu silam lalu. Bahkan dalam perkembangannya beras plastik ini sudah sempat dikonsumsi di beberapa daerah seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang.
  • 27 May 2015 15:20:42
    Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI), Andriyana menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang masih belum menunjukkan bukti keberpihakan terhadap pribumi selama delapan bulan menahkodai Indonesia.
  • 23 May 2015 14:50:59
    Mengingat gerakan 17 tahun yang lalu, seluruh rakyat terutama mahasiswa memadati jalan-jalan untuk menuntut Rejim Fasis Soeharto yang telah berkuasa 32 tahun agar turun dan mengakhiri penghisapan dan penindasan rakyat Indonesia. Rakyat dan mahasiswa mempunyai tuntutan yakni adili Soeharto, Hapuskan Dwi fungsi ABRI, Ciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN, tegakkan Supremasi hukum dan laksanakan amandemen UUD 1945.
  • 20 May 2015 17:07:52
    “Berlanjutnya Kekacauan Sistem Negara, Krisis Kepemimpinan Nasional dan Ketidakpastian Kebijakan di Era Presiden Joko Widodo”
  • 20 May 2015 17:06:21
    “Berlanjutnya Kekacauan Sistem Negara, Krisis Kepemimpinan Nasional dan Ketidakpastian Kebijakan di Era Presiden Joko Widodo”
  • 20 May 2015 17:05:16
    “Berlanjutnya Kekacauan Sistem Negara, Krisis Kepemimpinan Nasional dan Ketidakpastian Kebijakan di Era Presiden Joko Widodo”
  • 20 May 2015 17:04:19
    “Berlanjutnya Kekacauan Sistem Negara, Krisis Kepemimpinan Nasional dan Ketidakpastian Kebijakan di Era Presiden Joko Widodo”
  • 18 May 2015 22:40:34
    107 tahun sejak kebangkitan nasional dan jelang 70 tahun usia Kemerdekaan kita, bangsa kita terhambat kemajuannya oleh sebuah persoalan besar, yakni penjajahan baru alias neokolonialisme. Ini nampak sangat nyata dalam kehidupan politik, ekonomi, dan sosial-budaya bangsa kita. Cita-cita bersama kita sebagai sebuah bangsa, yakni masyarakat adil dan makmur, makin terkoyak oleh menguatnya kesenjangann ekonomi antara si kaya dan si miskin, ketimpangan pembangunan antara Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur, ketimpangan antar pusat dengan pinggiran, dan lain sebagainya.
  • 18 May 2015 12:01:08
    Itulah mengapa Sejak awal pemerintahannya Jokowi sangat getol bicara infrastruktur. Tidak main main, infrastruktur yang dimaksud adalah infrastruktur raksasa seperti Tol Laut, Tol darat, Pelabuhan, Bandara, Kereta Api, Monorel, MRT, dll, yang semuanya adalah infrastruktur yang menelan dana sekitar ratusan triliun Rupiah.


eXTReMe Tracker