Empat Tari Tradisional Nias Perlu Dipatenkan

Damai Oktafianus Mendrofa - Jum'at, 06-07-2012 09:29

Empat Tari Tradisional Nias Perlu Dipatenkan : aktual.co
Tari Baluse(Foto: Aktual.co/Damai)

Tari Maena, Tari Baluse (Tari Perang), Tari Moyo dan Lompat Batu dari Nias misalnya, adalah tarian diantara begitu banyak jenis tarian daerah di Indonesia yang tak ternilai harganya.


Medan, Aktual.co — Siapapun, jika di tanya tentang kekayaan khasanah budaya dan kesenian daerah di Indonesia, pasti berdecak kagum dan takjub. Bagaimana tidak, Indonesia dengan kepulauan sebanyak 17.504 pulau ini, menyimpan begitu banyak kebudayaan yang masih lestari dan bertahan dengan beragam keunikannya, hingga hari ini.

Tari Maena, Tari Baluse (Tari Perang), Tari Moyo  dan Lompat Batu dari Nias misalnya, adalah tarian diantara begitu banyak jenis tarian daerah di Indonesia yang tak ternilai harganya. Namun sangat disayangkan, ke empat tarian dari Pulau Nias yang ditempuh selama 8 – 10 jam perjalanan dari Kota Sibolga itu, hingga hari ini masih belum kunjung didaftarkan ke UNESCO alias dipatenkan.

Turunan Gulo, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Masyarakat Nias Indonesia Prov. Sumatera Utara, ketika diwawancara aktual.co di pantai Kalangan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis  (5/7), mengatakan bahwa ke empat tarian itu belum juga didaftarkan.

"oh..belum-belum di daftarkan " ujar Turunan, singkat.

Turunan menambahkan, bahwa pendaftaran ke empat tarian dari Pulau Nias itu akan dipikirkan untuk mendaftarkan atau mematenkannya.

Sebagaimana diketahui, bahwa kasus pengklaiman kesenian dan kebudayaan Indonesia bukan sekali saja terjadi. Tari pendet dari Bali, lagu Rasa Sayange dari Ambon, Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur, dan terakhir beberapa bulan yang lalu yakni Tari Tor-tor dari Tapanuli dan alat musik Gondang Sembilan dari Tapanuli Selatan, pernah menjadi sasaran empuk pengklaiman, negara jiran Malaysia. Masihkah kita berleha?
Ratih -
Berita Terkait

UCAPAN SELAMAT PRESIDEN


Berita Lainnya



eXTReMe Tracker