Candi Peninggalan Kertanegara

Raminah - Jum'at, 22-06-2012 11:38

Candi Peninggalan Kertanegara : aktual.co
Candi Jawi (Foto: Aktual.co/Istimewa)

Candi Jawi adalah candi tempat penyimpanan abu jenazah Raja Kertanegara.


Jakarta, Aktual.co —Pernah ke Candi Jawi? Candi Jawi memang masih asing di telinga kita. Candi Jawi merupakan candi peninggalan bersejarah Hindhu-Buddha Kerajaan Singhasari yang di bangun sekitar abad ke 13, dan terletak di kecamatan Prigen, Pasuruan, Jawa Timur.  Letak candi ini ada di pertengahan jalan raya antara Kecamatan Pandaan dan kecamatan Prigen dan Pringebukan.

Banyak orang mengira bahwa Candi Jawi merupakan tempat pemujaan atau tempat peribadatan Buddha, namun sebenarnya tempat ini berfungsi untuk tempat menyimpan abu dari raja terakhir Singhasari Kertanegara. Sebagian dari abu tersebut juga di simpan pada candi Singhasari. Kedua candi tersebut memiliki hubungan dengan Candi jago yang merupakan tempat peribadatan Raja Kertanegara.

Kertanegara sengaja membuat candi Jawi jauh dari pusat kerajaan karena di kawasan ini pengikut ajaran Siwa Buddha sangatlah kuat. Dan ada dugaan bahwa kawasan Candi jawi merupaka basis pendukung Kertanegara.

Candi Jawi memliki keunikan yaitu berupa relief di bagian dindingnya, namun sangat disayangkan relief ini belum ada yang bisa membacanya, mungkin karena pahatanya yang telalu tipis atau karena kurangnya informasi yang mendukung.

Salah satu fragmen yang ada pada dinding candi menceritakan keberadaan candi Jawi itu sendiri, pada sisi timur terdapat Candi Perwara sebanyak 3 buah, keadaan 3 perwara tersebut saat ini biasa dibilang rata  dengan tanah, kemudian ada Candi Bentar yang merupakan pintu gerbang candi, yang terletak di sebelah Barat. Serta sisa-sia dari bangunan tersebut masih ada dan bentuknya lebih mirip dengan batu bata karena gerbang tersebut terbuat dari batu bata yang berwarna merah.

Selain itu keunikan lain yang ada di candi Jawi adalah batu yang digunakan sebagai bahan bangunannya terdiri dari dua jenis, bagian bawahnya terdiri dari batu hitam, sedangkan yang atas terdiri dari batu putih, sehingga banyak yang mengira bahwa candi tersebut dibangun dalam dua preode yang berbeda. 

Mungkin anda penasaran dengan Candi Jawi yang memang belum setenar dengan candi Borobudur, tak ada salahnya anda berkunjung ke candi ini karena anda akan mengetahui nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalam candi tersebut.
Faizal Rizki



Berita Lainnya

  • 30 Jul 2014 01:46:40
    Tim mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta membuat dan mengembangkan motif batik kontemporer "Anime Batik".
  • 29 Jul 2014 13:23:54
    Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya setiap hari raya Idul Fitri, Kraton Yogyakarta menggelar acara Grebek Syawal dengan mengeluarkan 7 buah Gunungan sebagai hajad dalem atau sedekah raja kepada rakyatnya bertempat di pelaratan Masjid Agung Kauman, Selasa (28/7).
  • 28 Jul 2014 22:31:41
    "Khusus malam puasa (tarawih), karena amal jariah para jama'ah akan langsung dihitung dan disampaikan oleh pengurus masjid kepada jama'ah setiap harinya,"
  • 27 Jul 2014 15:50:13
    “Karena Ini hampir lebaran mas, jadi saya memang biasa bersih-bersih makam orang tua saya,” katanya saat ditemui Aktual.co usai berziarah makam, Minggu (27/7).
  • 27 Jul 2014 13:35:49
    "Alek Bantai Adat dan Rantam ini merupakan budaya masyarakat Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara secara turun temurun," kata tokoh masyarakat Tiku Suada Hakim di Jorong Sungai Nibuang Minggu (27/7).
  • 27 Jul 2014 06:15:05
    Ribuan warga di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat melaksanakan tradisi "maleman" setiap malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan yang dilaksanakan secara bergantian pada setiap lingkungan.
  • 25 Jul 2014 11:06:22
    "Ekskavasi arkeologi di Situs Mnuraidi dan Situs Kampung Tua Padwa di wilayah Biak Selatan ditemukan sejumlah tinggalan arkeologi berupa fragmen tembikar hias maupun polos," kata ketua tim eksplorasi Balai Arkeologi Jayapura Erlin N Djami di Jayapura, Jumat (25/7).
  • 18 Jul 2014 13:27:33
    "Ritual untuk tanaman maupun binatang piaraan merupakan refleksi humanisasi dan penghormatan petani tehadap tanaman, hewan dan aneka sumberdaya alam (hutan, sumber air)," kata Prof Windia yang juga ketua pusat penelitian subak Universitas Udayana di Denpasar, Jumat (18/7).


eXTReMe Tracker