Duta Timor Leste Ambil Bagian PKB

Minggu, 02-06-2013 12:34

Duta Timor Leste Ambil Bagian PKB : aktual.co
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Duta kesenian dari Timor Leste ikut ambil bagian pada pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-35 yang akan dilepas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 15 Juni 2013 di Denpasar.


Jakarta, Aktual.co — Duta kesenian dari Timor Leste ikut ambil bagian pada pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-35 yang akan dilepas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 15 Juni 2013 di Denpasar.

"Timor Leste merupakan negara pendatang baru yang kini ikut serta dalam perhelatan kesenian akbar tahunan di daerah kita," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ketut Suastika di Denpasar, Minggu.

Ia mengemukakan, dalam acara pelepasan pawai, pementasan yang ditampilkan akan menyesuaikan dengan tema PKB ke-35 yakni "Taksu, Membangkitkan Daya Kreatif dan Jati Diri".

"Tema ini sengaja kami angkat untuk mendorong para pegiat seni atau pun mereka yang memiliki keahlian seni supaya lebih mengembangkan kreativitasnya, tetapi tak terlepas dari karakternya masing-masing," ucapnya.

Menurut dia, partisipasi dari negara yang pernah bergabung dengan Indonesia itu tak hanya dalam pawai pembukaan, namun juga dalam salah satu pagelaran yang diadakan selama sebulan penuh di ajang PKB.

"Timor Leste akan melengkapi penampilan dari beberapa negara asing lainnya yang sudah mengkonfirmasi akan turut berkesenian di PKB seperti Amerika Serikat, Prancis, India, Jepang dan korea," kata Suastika.

Berbeda dengan pawai tahun lalu yang dilengkapi dengan penampilan mobil hias, pawai kali ini semua seniman menampilkan atraksi seni dengan berjalan kaki.

Pawai PKB, jelas dia, juga dimeriahkan penampilan atraksi seni dari perwakilan daerah lain di Tanah Air, seperti Papua dan Sumenep (Madura). Hal ini sejalan dengan misi PKB untuk mempererat dan memperekat semua komponen bangsa.

"Presiden akan membuka PKB di Taman Budaya Denpasar pada 15 Juni 2013 mulai pukul 20.00 Wita, siang harinya atau pukul 14.00 Wita, Presiden akan melepas pawainya di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandi," ujar Suastika.

Seniman dari perwakilan kabupaten/kota di Bali dan peserta dari negara lain, dalam pawainya akan menyajikan atraksi seni dengan berjalan kaki dari perempatan Jalan Puputan Renon-Jalan Pemuda hingga depan kantor Bank Pembangunan Daerah Bali di kawasan Renon.
(Ant)
Ari Purwanto
Berita Terkait



Berita Lainnya

  • 18 Jul 2014 13:27:33
    "Ritual untuk tanaman maupun binatang piaraan merupakan refleksi humanisasi dan penghormatan petani tehadap tanaman, hewan dan aneka sumberdaya alam (hutan, sumber air)," kata Prof Windia yang juga ketua pusat penelitian subak Universitas Udayana di Denpasar, Jumat (18/7).
  • 15 Jul 2014 11:44:37
    "Ya, ada kenduri ketupatan setelah 15 hari Ramadan dijalankan," kata salah seorang warga Kelurahan Sumber Karya Kota Binjai Mahruzar, di Binjai, Selasa (15/7).
  • 14 Jul 2014 03:37:00
    "Makan kacang tak lengkap rasanya jika tidak disertai pisang. Kami senang bisa ke pasar ini untuk memilih kacang kesukaan untuk dibawa pulang," kata Dewi Abdulah, seorang pengunjung.
  • 12 Jul 2014 07:45:00
    Proses mumifikasi yang dilakukan suku Angga sangat teliti dan cermat, langkah pertama adalah menggorok lutut, siku dan kaki mayat serta lemak di tubuh mayat dikeringkan sepenuhnya. Setelah itu tiang bambu yang sudah dilubangi ditusukan ke perut mayat agar darah mengalir keluar, tetesan darah yang keluar tersebut dioleskan ke rambut dan kuit kerabat dari mayat tersebut, hal ini dipercayai akan memindahkan kekuatan dari orang yang sudah meninggal kepada kerabatnya.
  • 11 Jul 2014 06:21:00
    Sesuai dengan namanya, Tari Rampak Bedug adalah sebuah tarian yang menggunakan bedug sebagai salah satu alat utamanya. Tari Rampak Bedug bisa ditemui di beberapa daerah di wilayah Banten. Rampak artinya adalah serempak, jadi Tari Rampak Bedug bisa diartikan sebagai menari sambil menabuh bedug secara bersama-sama dan serempak.


eXTReMe Tracker