Festival Nasional Tari Kreasi Baru Anak-Anak 2013 Digelar di Jatim

Jum'at, 28-06-2013 13:33

Festival Nasional Tari Kreasi Baru Anak-Anak 2013 Digelar di Jatim : aktual.co
Pembukaan Festival Nasional Tari Kreasi Baru Anak-Anak Tahun 2013

Festival Nasional Tari Kreasi Baru Anak-Anak Tahun 2013 digelar di Gedung Cak Durasim Taman Budaya Propinsi Jawa Timur, 27-29 Juni 2013.


Surabaya, Aktual.co — Festival Nasional Tari Kreasi Baru Anak-Anak Tahun 2013 digelar di Gedung Cak Durasim Taman Budaya Propinsi Jawa Timur, 27-29 Juni 2013.

Menurut Ketua Pelaksana, Sulistyo S. Tirtokusumo, acara ini dilakukan dalam rangka upaya penguatan jati diri dan pembangunan karakter melalui seni budaya.

"Festival ini digelar sebagai tradisi membangun citra kebudayaan Indonesia dan wujud upaya untuk memajukan kebudayaan nasional. Melalui seni tari, anak-anak dapat mengekspresikan ide, perasaan, kreativitas dan aktualisasi diri," menurut Sulistyo yang juga Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman Propinsi Jawa Timur dalam keterangan pers kepada Aktual.co, Jumat (28/6).

Diharapkan, sambungnya, acara ini juga menjadi wahana yang baik bagi para koreografer. Garapan yang diciptakan diharapkan mampu memotivasi anak-anak, tentunya seiring dengan komposisi, proses, terciptanya tari
anak. Garapan betul-betul dikhususkan  untuk ditarikan oleh anak-anak.

Festival Nasional Tari Kreasi Baru Anak-Anak Tahun 2013 diikuti oleh 603 orang peserta dari 30 kontingen yang akan menampilkan karya tari dari 30 propinsi. Adapun tiga propinsi yang tidak mengikuti festival ini yaitu propinsi Bali, Papua Barat dan Papua.

Festival dibuka pada tanggal 27 Juni 2013 dan dilanjutkan dengan ditampilkannya karya tari dari 9 propinsi, yaitu Tundu-Tundu Kapu (Sulawesi Utara), Manggaro (Sumatera Barat), Pret Kampretan (Jawa Timur), Besamo Kito Kuek (Bengkulu), Kayu Manis (Jawa Tengah), More Buya (Sulawesi Tengah), Go’Ole (Maluku Utara), Bedug Warnane (Banten) dan Layang Melayang Layang (Riau).

Pada tanggal 28 Juni 2013 akan ditampilkan karya tari dari 10 propinsi yaitu Kancet Tuyaa Bangen (Kalimantan
Timur), Penunggu Banyu (Sumatera Selatan), Embok-Embokan (DKI Jakarta), Bituo (Gorontalo), Enggo Sambunyi (Maluku), Gelagat Bermain (Kepulauan Riau), Golak Canda (Sumatera Utara), Hapungkal Lingu
Nalatai (Kalimantan Tengah), Cuccuppenerio (Sulawesi Barat) dan Kacokang (Kalimantan Barat).

Pada tanggal 29 Juni 2013 akan ditampilkan karya tari dari 11 propinsi, yaitu Ringkak Gandes Budak Buruan (Jawa Barat), Tren U Blang Raya (Aceh), A’Karena (Sulawesi Selatan), Gundang-Gundangan (Lampung), Lulo Hada (Sulawesi Tenggara), Luci Genyi (Jambi), Bejorak (Nusa Tenggara Barat), Goprak (D.I.Yogyakarta), Antu Bekitok (Bangka Belitung), Bapamenan (Kalimantan Selatan), Kanyako (Nusa Tenggara Timur).
Ari Purwanto
Berita Terkait



Berita Lainnya

  • 18 Jul 2014 13:27:33
    "Ritual untuk tanaman maupun binatang piaraan merupakan refleksi humanisasi dan penghormatan petani tehadap tanaman, hewan dan aneka sumberdaya alam (hutan, sumber air)," kata Prof Windia yang juga ketua pusat penelitian subak Universitas Udayana di Denpasar, Jumat (18/7).
  • 15 Jul 2014 11:44:37
    "Ya, ada kenduri ketupatan setelah 15 hari Ramadan dijalankan," kata salah seorang warga Kelurahan Sumber Karya Kota Binjai Mahruzar, di Binjai, Selasa (15/7).
  • 14 Jul 2014 03:37:00
    "Makan kacang tak lengkap rasanya jika tidak disertai pisang. Kami senang bisa ke pasar ini untuk memilih kacang kesukaan untuk dibawa pulang," kata Dewi Abdulah, seorang pengunjung.
  • 12 Jul 2014 07:45:00
    Proses mumifikasi yang dilakukan suku Angga sangat teliti dan cermat, langkah pertama adalah menggorok lutut, siku dan kaki mayat serta lemak di tubuh mayat dikeringkan sepenuhnya. Setelah itu tiang bambu yang sudah dilubangi ditusukan ke perut mayat agar darah mengalir keluar, tetesan darah yang keluar tersebut dioleskan ke rambut dan kuit kerabat dari mayat tersebut, hal ini dipercayai akan memindahkan kekuatan dari orang yang sudah meninggal kepada kerabatnya.
  • 11 Jul 2014 06:21:00
    Sesuai dengan namanya, Tari Rampak Bedug adalah sebuah tarian yang menggunakan bedug sebagai salah satu alat utamanya. Tari Rampak Bedug bisa ditemui di beberapa daerah di wilayah Banten. Rampak artinya adalah serempak, jadi Tari Rampak Bedug bisa diartikan sebagai menari sambil menabuh bedug secara bersama-sama dan serempak.


eXTReMe Tracker