Benda Cagar Budaya Riau Terancam Rusak

Jum'at, 18-10-2013 14:48

Benda Cagar Budaya Riau Terancam Rusak : aktual.co
Lambang Provinsi Riau

"Ancaman kerusakan bisa terjadi karena benda cagar budaya tertimbun tanah, berlumut, dan retak akibat pengaruh hujan serta gangguan tangan manusia mengurangi keaslian bentuk BCB itu," kata Ramli Sanur, dalam laporan akhir Raperda tentang Cagar Budaya Riau, di Pekanbaru, Jumat (18/10).


Jakarta, Aktual.co — Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional DPRD Riau, Ramli Sanur, mengatakan benda cagar budaya di Riau banyak yang tidak terawat dengan baik sehingga pelestarian peninggalan situs bernilai sejarah itu terancam rusak dan relif aslinya akan memudar.

"Ancaman kerusakan bisa terjadi karena benda cagar budaya tertimbun tanah, berlumut, dan retak akibat pengaruh hujan serta gangguan tangan manusia mengurangi keaslian bentuk BCB itu," kata Ramli Sanur, dalam laporan akhir Raperda tentang Cagar Budaya Riau, di Pekanbaru, Jumat (18/10).

Menurut dia, seluruh situs yang tidak terawat itu merupakan penemuan-penemuan situs bersejarah yang telah didaftarkan sebagai benda cagar budaya.

Ia mengatakan, BCB tersebut penting mendapatkan penanganan perawatan dan pengurusan yang baik karena Riau adalah pusat kebudayaan Melayu dan merupakan salah satu kebudayaan yang ada di Indonesia.

"Berdasarkan catatan sejarah bahwa sejumlah suku asli mendiami daerah ini seperti Sakai, Bonai, Akit, Hutan, Petalangan, Talangmamak, Duano dan lainnya dilengkapi dengan BCBnya," ucapnya.

Ia mencontohkan terdapat sejumlah peninggalan sejarah seperti candi dan artefak, mulai dari prasejarah hingga ke periode Hindu dan Budha.

Bahkan, beberapa kajian ilmiah menyatakan imperium Sriwijaya pun pernah bertapak di kawasan ini. Selain itu di pinggir empat sungai besar Siak, Kampar, Rokan dan Indragiri dan anak-anak sungainya yang membelah kawasan ini selama berabad-abad pernah bertapak sejumlah kerajaan seperti Gazib, kemudian Siak Sri Inderapura, Kampar dan Palalawan dan Gunung Sahilan.

Berikutnya Rokan dan Kunto Darussalam, Tambusai, Rambah serta Kepenuhan dan Kerajaan Keritan, Indragiri dan Kandis.

"Namun mirisnya memang benda cagar budaya ini dibiarkan selalu tidak terurus dan terawat," imbuhnya dan menambahkan perlu dilakukan pendataan dan didaftarkan sebagai cagar budaya Provinsi Riau.

Oleh karena itu, fraksi PAN DPRD Provinsi Riau menyetujui Raperda pelestarian cagar budaya ini segera disahkan menjadi perda.

Ia memandang dalam Raperda itu PAN kewenangan mengatur dan melestarikan cagar budaya ini tidak hanya menjadi kewenangan Pemprov Riau seperti di atur dalam UU No. 11 tahun 2011 tahun 2010 tentang cagar budaya tetapi juga semua pihak.

Pentingnya segera disahkannya Raperda itu menjadi Perda sekaligus dalam rangka pemberian kewenangan kepada Pemda dan pemberian ruang partisipasi masyarakat dalam mengelola cagar budaya, juga meliputi sistem manajerial perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan cagar budaya sebagai warisan luhur bangsa. 
(Ant)
Nur Lail -
Berita Terkait



Berita Lainnya

  • 20 Sep 2014 07:30:00
    "Prosesi sedekah laut diawali dengan doa dan kirab dari Masjid Shokahah, Tambak Mulyo," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Kasturi, di Semarang, Jumat (19/9).
  • 20 Sep 2014 04:28:00
    Kepala UPTD Noviyanti di Padang, Jumat (19/9), mengatakan pihaknya telah menyiapkan 61 naskah kuno untuk dipamerkan kepada masyarakat.
  • 19 Sep 2014 03:32:00
    Pasir itu diangkatnya ke bak sebuah truk yang sudah disediakan di dekat lokasi tersebut. Tidak peduli bedak putih di wajah para ibu tersebut berubah menghitam setelah hampir seluruh tubuh mereka berlumuran lumpur warna hitam dari sungai di Jalan A Yani, depan gedung RRI Banjarmasin itu.
  • 18 Sep 2014 20:53:44
    "Festival karawitan ini memang rutin digelar setiap tahun, dan penyelenggaraan kali ini diikuti 17 kelompok karawitan yang dikirim dari masing-masing 17 kecamatan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul, Bambang Legowo usai pembukaan festival itu, Kamis (18/9).
  • 18 Sep 2014 14:41:43
    Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko melepas Tim Seni Budaya TNI ke Republik Rakyat Tiongkok, dan pengangkatan Penasehat Ahli Panglima TNI dalam suatu upacara di Ruang Hening Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis (18/09/2014). Upacara tersebut dihadiri oleh Dato Sri Prof. Dr. Tahir M.B.A, selaku Penasihat Ahli Panglima TNI Bidang Kesejahteraan Prajurit, Peter Sondakh selaku Penasihat Ahli Panglima TNI Bidang Ekonomi,  Kasum TNI Laksdya TNI Ade Supandi, S.E., Irjen TNI Letjen TNI Syafril Mahyudin. para Asisten Panglima TNI dan Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya. AKTUAL/PUSPEN TNI
  • 18 Sep 2014 10:54:37
    "Selain itu, festival ini juga bertujuan meningkatkan promosi dan melestarikan seni budaya serta olahraga tradisional Barito Selatan," ucap Raden Sudarto atau yang lebih dikenal dengan H Alex itu.
  • 18 Sep 2014 02:15:00
    Wakil Ketua Timnas Peneliti Situs Megalit Gunung Padang, Ali Akbar, Rabu (17/9), mengatakan, meskipun penelitian tengah berjalan, namun kunjungan wisata ke situs tersebut, tidak ditutup, namun ada jarak tertentu agar tidak mendekati lokasi penelitian.
  • 17 Sep 2014 20:11:34
    "Kami memelihara dan merawat situs secara fisik dengan membangun drainase saluran air, perkuatan lereng, dan jalan setapak untuk pengunjung," katanya di Situs Gunung Padang, Cianjur, Rabu (17/9).
  • 17 Sep 2014 03:41:00
    Wakil Ketua Timnas Peneliti Situs Megalit Gunung Padang, Ali Akbar, Selasa (16/9), mengatakan, beberapa artefak yang ditemukan sebelumnya, seperti mata tobak, trak logam, tongkat, gerabah, dan lainnya, rata-rata sudah ada sejak 5200 SM ditemukan pada kedalam 2 hingga 3 meter.
  • 16 Sep 2014 20:53:31
    Tak hanya itu, pesona keindahan batik, ternyata mampu menarik berbagai kalangan untuk mempelajari cara pembuatannya. Di kota Malang, batik mempunyai tempat tersendiri bagi para pecinta dan seniman, salah satunya yakni Batik Celaket yang kini sudah dikenal di dunia.
  • 16 Sep 2014 06:04:00
    "Benda ini telah diamati dan diperkirakan asli buatan manusia zaman dulu, dimana batunya dipangkas di semua permukaan dan digerinding atau digosok, sehingga menjadi halus termasuk permukaannya," kata Ali Akbar Timnas Peneliti Gunung Padang, Senin (15/9).
  • 15 Sep 2014 19:21:15
    "Ulos Batak atau kain tenun ikat ini dikerjakan oleh 20 orang anggota kelompok perajin binaan Bank Indonesia secara bergantian selama sekitar tujuh bulan," ujar Asisten Direktur Bank Indonesia, Susi Masniari Nasution, di Balige, Minggu (14/9).
  • 15 Sep 2014 04:32:54
    Tradisi ritual 'Kabuenga' yang dianggap mengandung nilai-nilai sakral oleh masyarakat Wakatobi, di masa lampai digelar sekali dalam setahun, yakni pada setiap usai merayakan Hari Raya Idul Fitri.
  • 14 Sep 2014 08:18:42
    "Ada 10.334 buah koleksi yaitu berupa aksara dan bahasa yang tersimpan di Museum" kata Pustakawan Perpustakaan Nasional RI, Sanwani Sanusi, di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Minggu (14/9).
  • 13 Sep 2014 15:43:07
    Sejumlah Penari Topeng menghibur pengunung Monas, Jakarta, Sabtu (13/9/2014). Pemerintah Provensi DKI Jakarta mengelar acara festival budaya lebaran betawi dengan menampilkan kesenian betawi dan rumah betawi di Monas. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB
  • 12 Sep 2014 06:06:00
    Pemilik Sanggar Seni Arrdy Ambardi di Kulon Progo, Kamis (11/9), mengatakan bengkel gamelan miliknya menerima jasa reparasi berbagai jenis gamelan yang rusak hingga restorasi gamelan menjadi seperti baru lagi.
  • 11 Sep 2014 06:07:00
    Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho dalam sambutannya mengatakan, dalam perjalanannya, pelaksanaan FDT awalnya dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten setempat.
  • 10 Sep 2014 23:21:52
    Benda keramik, antara lain berupa guci, teko, dan mangkuk, tersebut ditemukan di kawasan penambangan pasir di kompleks Situs Liyangan, kawasan lereng Gunung Sindoro.
  • 9 Sep 2014 23:50:02
    "Untuk mendukung hal itu dalam waktu dekat meluncurkan buku Seni Lukis Klask Bali," kata Pemilik Museum Seni Lukis Klasik Bali, Nyoman Gunarsa, di Semarapura, Klungkung, Selasa (9/9).
  • 9 Sep 2014 21:11:04
    Anggota DPR Kabupaten Aceh Barat dari Fraksi Partai Aceh (PA) Bantalidan di Meulaboh, Selasa (9/9) mengatakan, "beut sifeut 20" merupakan kegiatan keagamaan yang selalu dilakukan oleh masyarakat. Karenanya butuh upaya mempertahankan kegiatan ini melalui pengembangan kebudayaan.
  • 9 Sep 2014 20:10:03
    "Kita berharap ukiran-ukiran asal daerah ini dipanjang di seluruh kantor yang ada di Jayapura. Hotel di daerah itu juga harus pajang," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Jayapura, Bernard Fingkreuw, di Jayapura, Selasa (9/9).
  • 9 Sep 2014 19:56:04
    "Kesenian wayang ini, sebenarnya masih banyak penggemarnya. Selain lucu dan unik, pagelaran wayang ini paling murah biayanya," ucap Suhardi.
  • 9 Sep 2014 06:06:00
    "Kami menemukan pecahan benda-benda kuno, seperti keramik, logam, tembikar, dan tulang belulang," kata Ketua Tim Penelitian Benteng Kota Lama Semarang, Novida Abbas, di Semarang, Senin (8/9).


eXTReMe Tracker