Candi Kidal Spirit Perjuangan Pembebasan Dari Perbudakan pada Masa Lampau

Slamet Mulyono - Senin, 28-01-2013 05:03

Candi Kidal Spirit Perjuangan Pembebasan Dari Perbudakan pada Masa Lampau  : aktual.co
Candi Kidal (Foto: Aktual.co/Slamet Mulyono)

Anusapati meninggal karena dibunuh oleh Tohjaya karena merebut kekuasaan sebagai keyakinan akibat kutukan Empu Gandring yang meninggal karena dibunuh Ken Arok.


Malang, Aktual.co — Candi Kidal merupakan salah satu candi warisan dari kerajaan Singhasari yang dibangun pada tahun 1248 Masehi untuk penghormatan pada upacara pemakaman Cradha untuk Raja Anushanatha atau Anusapati.

Anusapati meninggal karena dibunuh oleh Tohjaya karena merebut kekuasaan sebagai keyakinan akibat kutukan Empu Gandring yang meninggal karena dibunuh Ken Arok.

Menurut juru kunci candi Kidal M. Rabun, lokasi ini banyak dikunjungi turis manca negara mulai Amerika, Belanda, Jerman sampai  Swedia. Namun sangat disayangkan perhatian pemerintah Kabupaten Malang sangat minim sekali .

Candi Kidal yang terletak di desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang sudah mengalami pemugaran mulai jaman Belanda sampai era bupati  M. Said.

“Pak Said dulu sering kesini melihat lihat kondisi candi Kidal,” ujarnya kepada Aktual.co.

Banyak hal menarik dari Candi Kidal. Dari segi arsitektur sampai pernak pernik hiasan candi. Candi ini dibuat dari batu andhesit dan berdimensi geometris vertikal dimana kaki candi nampak agak tinggi dengan tangga masuk ke atas kecil .

Kesan candi menampakan kesan ramping. Atap candi terdiri atas tiga bagian dengan permukaan atas cukup luas tanpa hiasan ratna atau stupa.

”Konon dulu tiap pojok candi dari lapisan dibuat dari intan,” kata Rabun.

Hiasan kepala Kala nampak menyeramkan matanya melotot penuh. Ciri khas candi Jawa Timur an dengan memberikan corak taring patung.

Disudut kanan dan kiri terdapat jari tangan dengan mudra dengan sikap mengancam. Dilihat dari sisi usia Candi Kidal ini candi paling tua di Jawa Timur karena di masa periode Kerajaan Airlangga  (11 M – 12M) dan kerajaan Kediri (12 -13 M ) tidak meninggalkan candi tetapi candi Belahan dan Jolotundo yang bukan merupakan sebuah candi.

Candi Kidal dibangun pada masa transisi dari kerajaan Jawa Tengah an dan Jawa Timur an.

Pengunjung yang mengunjungi candi Kidal akan dimanjakan dengan relief Garuda yang melukiskan Garuda dalam membebaskan sang ibu dari perbudakan.
Faizal Rizki
Berita Terkait



Berita Lainnya

  • 18 Jul 2014 13:27:33
    "Ritual untuk tanaman maupun binatang piaraan merupakan refleksi humanisasi dan penghormatan petani tehadap tanaman, hewan dan aneka sumberdaya alam (hutan, sumber air)," kata Prof Windia yang juga ketua pusat penelitian subak Universitas Udayana di Denpasar, Jumat (18/7).
  • 15 Jul 2014 11:44:37
    "Ya, ada kenduri ketupatan setelah 15 hari Ramadan dijalankan," kata salah seorang warga Kelurahan Sumber Karya Kota Binjai Mahruzar, di Binjai, Selasa (15/7).
  • 14 Jul 2014 03:37:00
    "Makan kacang tak lengkap rasanya jika tidak disertai pisang. Kami senang bisa ke pasar ini untuk memilih kacang kesukaan untuk dibawa pulang," kata Dewi Abdulah, seorang pengunjung.
  • 12 Jul 2014 07:45:00
    Proses mumifikasi yang dilakukan suku Angga sangat teliti dan cermat, langkah pertama adalah menggorok lutut, siku dan kaki mayat serta lemak di tubuh mayat dikeringkan sepenuhnya. Setelah itu tiang bambu yang sudah dilubangi ditusukan ke perut mayat agar darah mengalir keluar, tetesan darah yang keluar tersebut dioleskan ke rambut dan kuit kerabat dari mayat tersebut, hal ini dipercayai akan memindahkan kekuatan dari orang yang sudah meninggal kepada kerabatnya.
  • 11 Jul 2014 06:21:00
    Sesuai dengan namanya, Tari Rampak Bedug adalah sebuah tarian yang menggunakan bedug sebagai salah satu alat utamanya. Tari Rampak Bedug bisa ditemui di beberapa daerah di wilayah Banten. Rampak artinya adalah serempak, jadi Tari Rampak Bedug bisa diartikan sebagai menari sambil menabuh bedug secara bersama-sama dan serempak.


eXTReMe Tracker