Sejarah Asal Mula Halal Bihalal dan Budaya Sungkem

Rabu, 07-08-2013 12:53

Sejarah Asal Mula Halal Bihalal dan Budaya Sungkem : aktual.co
Ilustrasi sungkeman. (Foto: Istimewa/Aktual.co)

Jakarta, Aktual.co — Seorang budayawan terkenal Dr Umar Khayam (alm), menyatakan bahwa tradisi Lebaran merupakan terobosan akulturasi budaya Jawa dan Islam. Kearifan para ulama di Jawa mampu memadukan kedua budaya tersebut demi kerukunan dan kesejahteraan masyarakat. Akhirnya tradisi Lebaran itu meluas ke seluruh wilayah Indonesia, dan melibatkan penduduk dari berbagai pemeluk agama.


Jakarta, Aktual.co — Seorang budayawan terkenal Dr Umar Khayam (alm), menyatakan bahwa tradisi Lebaran merupakan terobosan akulturasi budaya Jawa dan Islam. Kearifan para ulama di Jawa mampu memadukan kedua budaya tersebut demi kerukunan dan kesejahteraan masyarakat. Akhirnya tradisi Lebaran itu meluas ke seluruh wilayah Indonesia, dan melibatkan penduduk dari berbagai pemeluk agama.

Untuk mengetahui akulturasi kedua budaya tersebut, kita cermati dulu profil budaya Islam secara global. Di negara-negara Islam di Timur Tengah dan Asia (selain Indonesia), sehabis umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri tidak ada tradisi berjabatan tangan secara massal untuk saling memaafkan. Yang ada hanyalah beberapa orang secara sporadis berjabatan tangan sebagai tanda keakraban.

Menurut tuntunan ajaran Islam, saling memaafkan itu tidak ditetapkan waktunya setelah umat Islam menyelesaikan ibadah puasa Ramadan, melainkan kapan saja setelah seseorang merasa berbuat salah kepada orang lain, maka dia harus segera minta maaf kepada orang tersebut. Bahkan Allah SWT lebih menghargai seseorang yang memberi maaf kepada orang lain (Alquran Surat Ali Imran ayat 134).

Budaya Sungkem
Dalam budaya Jawa, seseorang sungkem kepada orang yang lebih tua adalah suatu perbuatan yang terpuji. Sungkem bukannya simbol kerendahan derajat, melainkan justru menunjukkan perilaku utama. Tujuan sungkem, pertama, adalah sebagai lambang penghormatan, dan kedua, sebagai permohonan maaf, atau nyuwun ngapura. Istilah ngapura tampaknya berasal dari bahasa Arab ghafura.

Para ulama di Jawa tampaknya ingin benar mewujudkan tujuan puasa Ramadan. Selain untuk meningkatkan iman dan takwa, juga mengharapkan agar dosa-dosanya di waktu yang lampau diampuni oleh Allah SWT. Seseorang yang merasa berdosa kepada Allah SWT bisa langsung mohon pengampunan kepada-Nya. Tetapi, apakah semua dosanya bisa terhapus jika dia masih bersalah kepada orangorang lain yang dia belum minta maaf kepada mereka?

Nah, di sinilah para ulama mempunyai ide, bahwa di hari Lebaran itu antara seorang dengan yang lain perlu saling memaafkan kesalahan masingmasing, yang kemudian dilaksanakan secara kolektif dalam bentuk halal bihalal. Jadi, disebut hari Lebaran, karena puasa telah lebar (selesai), dan dosa-dosanya telah lebur (terhapus).

Dari uraian di muka dapat dimengerti, bahwa tradisi Lebaran berikut halal bihalal merupakan perpaduan antara unsur budaya Jawa dan budaya Islam.

Sejarah Halal Bihalal
Sejarah asal mula halal bihalal ada beberapa versi. Menurut sebuah sumber yang dekat dengan Keraton Surakarta, bahwa tradisi halal bihalal mula-mula dirintis oleh KGPAA Mangkunegara I, yang terkenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa. Dalam rangka menghemat waktu, tenaga, pikiran, dan biaya, maka setelah salat Idul Fitri diadakan pertemuan antara Raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana. Semua punggawa dan prajurit dengan tertib melakukan sungkem kepada raja dan permaisuri.

Apa yang dilakukan oleh Pangeran Sambernyawa itu kemudian ditiru oleh organisasi-organisasi Islam, dengan istilah halal bihalal. Kemudian instansi-instansi pemerintah/swasta juga mengadakan halal bihalal, yang pesertanya meliputi warga masyarakat dari berbagai pemeluk agama.

Sampai pada tahap ini halal bihalal telah berfungsi sebagai media pertemuan dari segenap warga masyarakat. Dan dengan adanya acara saling memaafkan, maka hubungan antarmasyarakat menjadi lebih akrab dan penuh kekeluargaan.

Karena halal bihalal mempunyai efek yang positif bagi kerukunan dan keakraban warga masyarakat, maka tradisi halal bihalal perlu dilestarikan dan dikembangkan. Lebih-lebih pada akhir-akhir ini di negeri kita sering terjadi konflik sosial yang disebabkan karena pertentangan kepentingan.

Makna Idul Fitri
Ada tiga pengertian tentang Idul Fitri. Di kalangan ulama ada yang mengartikan Idul Fitri dengan kembali kepada kesucian. Artinya setelah selama bulan Ramadan umat Islam melatih diri menyucikan jasmani dan rohaninya, dan dengan harapan pula dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT, Maka memasuki hari Lebaran mereka telah menjadi suci lahir dan batin.

Ada yang mengartikan Idul Fitri dengan kembali kepada fitrah, atau naluri religius. Hal ini sesuai dengan Alquran Surat Al-Baqarah ayat 183, bahwa tujuan puasa adalah agar orang yang melakukannya menjadi orang yang takwa atau meningkat kualitas religiusitasnya.

Ada pula yang mengartikan Idul Fitri dengan kembali kepada keadaan di mana umat Islam diperbolehkan lagi makan dan minum siang hari seperti biasa. Di kalangan ahli bahasa Arab, pengertian ketiga itu dianggap yang paling tepat.

Dari ketiga makna tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam memasuki Idul Fitri umat Islam diharapkan mencapai kesucian lahir batin dan meningkat kualitas religiusitasnya. Salah satu ciri manusia religius adalah memiliki kepedulian terhadap nasib kaum yang sengsara. Dalam Surat Al-Ma’un ayat 1 -3 disebutkan, adalah dusta belaka kalau ada orang mengaku beragama tetapi tidak mempedulikan nasib anak yatim. Penyebutan anak yatim dalam ayat ini merupakan representasi dari kaum yang sengsara.

Oleh karena itu dapat kita pahami, bahwa umat Islam yang mampu wajib memberikan zakat fitrah kepada kaum fakir miskin, dan pemberian zakat tersebut paling lambat sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Aturan ini dimaksudkan, agar pada waktu umat Islam yang mampu bergembira ria merayakan Idul Fitri jangan ada orang-orang miskin yang sedih, atau sampai menangis, karena tidak ada yang dimakan.

Agama Islam sangat menekankan harmonisasi hubungan antara si kaya dan si miskin. Orang-orang kaya diwajibkan mengeluarkan zakat mal (harta), untuk dibagikan kepada delapan asnaf (kelompok), di antaranya adalah kaum fakir miskin.

Dari uraian di muka dapat disimpulkan, bahwa Idul Fitri merupakan puncak dari suatu metode pendidikan mental yang berlangsung selama satu bulan untuk mewujudkan profil manusia yang suci lahir batin, memiliki kualitas keberagamaan yang tinggi, dan memelihara hubungan sosial yang harmonis.

Penulis: Drs H Ibnu Djarir, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah.
Disadur ulang dari http://tanbihun.com

Heriyono
Berita Terkait



Berita Lainnya

  • 1 Oct 2014 02:39:00
    Siswa lain tidak kalah semangat menanyakan hal yang sama. Mereka adalah siswa kelas V dan VI Sekolah Dasar Negeri Taman, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang pada Senin (29/9) kedatangan relawan Kelas Inspirasi atau KI.
  • 27 Sep 2014 16:18:21
    Rasulullah Shallallahu’ alaihi Wasallam bersabda, ”Mahukah kamu keberitahu suatu harta simpanan (perhiasan) yang sangat baik? Yaitu wanita solehah, yang apabila kamu melihatnya, ia menyeronokkan. Apabila kamu perintah, dia patuh. Dan apabila ditinggal pergi, dia selalu menjaga diri dan harta suaminya.” (Riwayat Abu Dawud)
  • 27 Sep 2014 07:10:00
    Dan inilah artinya kalau disingkat" 1. As = Orang bodoh, keledai 2. Ass = pantat
  • 26 Sep 2014 19:42:50
    1. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya maka derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis karena takut Allah. Dan orang yang takut akan Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
  • 25 Sep 2014 20:19:47
    Hal mendasar yang perlu kita pahami terlebih dahulu adalah pernikahan bukanlah sekedar menyatukan dua insan untuk eksis dan berdaya secara finansial. Lebih dari itu, tujuan pernikahan dalam islam sendiri adalah terealisasinya ketenangan, cinta dan kasih sayang bagi pasangan suami istri. Lebih tepatnya adalah sakinah, mawaddah wa rahmah.
  • 25 Sep 2014 05:38:00
    5. Tariklah napas Anda dalam-dalam Melakukan tarik napas dalam-dalam baik utnuk menenangkan tubuh Anda. Dengan teknik itu, Anda membiarkan udara masuk ke dalam paru-paru dan seluruh tubuh. Dengan menarik napas dalam-dalam, berarti membiarkan energi negatif keluar bersamaan dengan hembusan napas yang Anda keluarkan.
  • 24 Sep 2014 20:22:34
    Tak ada angin tak ada hujan kagetlah ia saat itu menemukan sebuah pesan yang tiba-tiba datang yang berisikan mengenai bukti pembayaran salah satu kliennya. Hal itu sama sekali tak ia bayangkan dan rencanakan, dia sendiri tak pernah mengerti akan diantarkan rezekinya lewat jalur itu.
  • 24 Sep 2014 07:33:00
    Doa “Hasbunallah Wani’mal Wakil…” tersebut berisi pernyataan ketergantungan kita kepada Allah SWT, memohon perlindungan-Nya, dan mengembalikan semua masalah kepada-Nya. Doa “Hasbunallah Wani’mal Wakil…” ini tercantum dalam Al-Quran dan Hadits.
  • 23 Sep 2014 07:24:00
    Larangan mencukur rambut dan memotong kuku bagi pengkurban Menurut Usztad. Makin Hidayat, menerangkan bahwa, Larangan tersebut hanya berlaku untuk yang menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Memang ada beberapa hukum yang harus dilakukan kepada yang akan pergi ibadah haji, salah satunya adalah dengan larangan mencukur rambut dan memotong kukunya".
  • 23 Sep 2014 06:38:00
    1. Kepercayaan Tidak bisa dipungkiri, kalau kehidupan pernikahan harus dibangun atas landasan saling percaya satu sama lain. Sang suami haruslah percaya kalau istrinya adalah wanita yang salihah yang setia. Begitu pun dengan istri yang juga harus percaya kalau suaminya adalah suami yang shalih dan setia.
  • 22 Sep 2014 20:33:50
    1. Dibangun oleh para malaikat Kaum muslimin meyakini bahwa pembangunan ka’bah pertama kali dilakukan oleh para malaikat, sebagaimana disebutkan Imam Ibnu adh Dhiya bahwa telah diriwayatkan dari Ali bin al Husein bahwa dia telah ditanya tentang awal mula thawaf mengelilingi baitullah beliau menjawab Sesungguhnya Allah Swt telah berfirman: "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (QS. Al Baqoroh : 30).
  • 22 Sep 2014 19:47:10
    1. Pisang Al-Qur`an juga menyebut pisang sebagai salah satu buah-buahan surga, "Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon-pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya." (al-Waaqi'ah [56]: 28-33).
  • 22 Sep 2014 07:05:00
    "Ketahuilah bahwa banyak dosa yang rontok karena keringat yang menetes ketika bekerja," Kata Habib Hasan.
  • 20 Sep 2014 14:12:00
    Parnia memiliki pengalaman berhadapan dengan kematian 20 tahun lalu. Saat itu pasien yang ia kenal dekat meninggal sehingga memotivasinya untuk meneliti kematian dan melawannya.
  • 18 Sep 2014 06:37:00
    Prosesi pengucapan dua kalimat syahadat dipandu salah seorang ulama setempat, Tgk Bukhari, disaksikan Kepala PN Lhoksukon, Abdul Aziz dan Kepala Rutan Lhoksukon, M Saleh.
  • 18 Sep 2014 04:37:00
    "Buat masyarakat Natuna yang jarang ke luar daerah mungkin tidak masalah, karena informasi yang mereka juga terbatas. Lain dengan kami yang terbiasa dengan banyak pilihan merek saat tinggal di kota besar, tentu kagok. Tapi apa lagi mau dibuat, kami terpaksa mengikuti apa yang ditawarkan pasar. Karena tidak mungkin setiap pekan belanja ke Batam," kata Agus.
  • 18 Sep 2014 04:03:00
    Jarang ada yang tahu Tanjungpinang di Provinsi Kepulauan Riau, Sangihe di Sulawesi Utara atau Larantuka di Nusa Tenggara Timur. Padahal daerah itu juga memiliki kekayaan dan keindahan alam yang tidak kalah dengan daerah di Pulau Jawa.


eXTReMe Tracker