Idul Fitri, Kenapa Muslim di Indonesia Makan Ketupat?

Rabu, 07-08-2013 13:05

Idul Fitri, Kenapa Muslim di Indonesia Makan Ketupat? : aktual.co
Ilustrasi ketupat. (Foto: Istimewa/Aktual.co)

Jakarta, Aktual.co — Makan ketupat di hari raya Idul Fitri Sudah menjadi tradisi ‘wajib’ dalam menyambut hari kemenangan umat muslim setelah satu bulan berpuasa. Namun, tahukah anda sejarah di balik adanya makanan ketupat di hari raya Idul Fitri?


Jakarta, Aktual.co — Makan ketupat di hari raya Idul Fitri Sudah menjadi tradisi ‘wajib’ dalam menyambut hari kemenangan umat muslim setelah satu bulan berpuasa. Namun, tahukah anda sejarah di balik adanya makanan ketupat di hari raya Idul Fitri?

Ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga kepada masyarakat Jawa. Beliau membudayakan sebuah tradisi, yaitu setelah Lebaran, masyarakat setempat menganyam ketupat dengan daun kelapa muda lalu disii dengan beras.

Setelah selesai dimasak, ketupat itu diantarkan ke anggota keluarga atau kerabat yang dituakan. Sejak itu, ketupat jadi lambang kebersamaan. Selain itu, ternyata ketupat punya filosofi tersendiri yaitu anyaman-anyaman pada kulit ketupat itu mencerminkan betapa banyaknya kesalahan manusia.

Setelah dibelah dua, terlihatlah isi ketupat yang berwarna putih, menggambarkan kebersihan dan kesucian hati manusia, setelah menahan nafsu dengan berpuasa dan memohon ampun atas segala kesalahan.

Kini warisan dari Sunan Kalijaga ini masih tetap dipertahankan bahkan sudah bukan milik Jawa saja tetapi sudah menjadi makanan Asia Tenggara, hal ini dapat dilihat di Malaysia masih dijumpai ketupat.

Tujuan dari tradisi makan ketupat bersama keluarga maupun tetangga diharapkan menjadi momen untuk saling mengakui kesalahan. Selain dari makna mengakui kesalahan, makna tersembunyi dari ketupat, bentuk segi empat ternyata wujud dari prinsip “kiblat papat lima pancer” yang berarti empat arah mata angin dan satu pusat.

Prinsip tersebut kalau diotak-atik maknanya berarti empat arah mata angin utama, yaitu timur, selatan, barat, dan utara yang bertumpu di satu pusat. Bila salah satu arah mata angin itu hilang, maka keseimbangan alam goyah. Terjemahan bebas filosofi tersebut bisa dikaitkan dengan arah jalan hidup manusia.

Ke mana pun arah yang ingin ditempuh manusia hendaknya tidak akan lepas dari pusatnya, yaitu Allah SWT. Oleh sebab itu, agar tidak goyah maka manusia harus tetap ingat kepada Sang Khalik sebagai pusat dari segalanya.

Ada pula yang mengartikan prinsip “kiblat papat lima pancer” bahwa ke mana pun manusia menuju, pasti selalu kembali kepada Allah SWT.

Penggunaan janur sebagai kemasan ketupat pun memiliki makna tersembunyi. Janur dalam bahasa Arab yang berasal dari kata “jaa a al-nur” bermakna telah datang cahaya. Sedangkan masyarakat Jawa mengartikan janur dengan “sejatine nur” (cahaya). Dalam arti lebih luas berarti keadaan suci manusia setelah mendapatkan pencerahan cahaya selama bulan Ramadan.

Selain itu, tradisi makan ketupat lebaran yang masih langgeng sampai saat ini adalah penggunaan sayur opor sebagai pasangannya. Sayur opor pun memiliki makna filosofi , jika dilihat dari asal-usul bahan dasarnya yang menggunakan santan kelapa. Bahasa Jawa dari santan ialah “santen” yang memunyai makna “pangapunten” atau memohon maaf.

Disadur ulang dari situs http://www.kumpulansejarah.com

Heriyono
Berita Terkait



Berita Lainnya

  • 21 Jul 2014 13:46:49
    “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, lalu ia berkata, Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)-ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS [63]: 10).
  • 18 Jul 2014 06:19:00
    3. Manahan berbagai macam godaan Godaan untuk berbelanja barang-barang diskon akan menghantui Anda di hari-hari terakhir bulan Ramadan. Ditambah lagi berbagai macam kesibukan untuk menyambut Idul Fitri. Hati-hati ya, jangan sampai kesibukan duniawi sampai membuat Anda terlena dan lupa, kalau sebenarnya jiwa Anda juga haru di-recharge.
  • 15 Jul 2014 15:47:51
    1. Tauhid Inilah sebab teragung. Siapa yang tidak bertauhid, maka kehilangan ampunan dan siapa yang memilikinya maka telah memiliki sebab ampunan yang paling agung.
  • 15 Jul 2014 15:06:14
    1. “Seluruh amal anak Adam adalah untuknya kecuali Puasa. Sesungguhnya Puasa itu untuk-Ku...” Muncul pertanyaan, “Bukankah seluruh amal adalah untuk Allah dan bukankah Allah yang membalas semua amal?” Para ulama telah banyak mendiskusikan makna kalimat hadits tersebut. Berikut beberapa penafsiran yang dihimpun oleh Ibnu Hajar Al-‘Asqalany dalam kitabnya, Fathul-Bari.
  • 15 Jul 2014 14:28:38
    Jelas sekali disebutkan dalam ayat ke-183 surat Al-Baqarah di atas bahwa tujuan diwajibkannya Puasa Ramadan adalah agar pelakunya mencapai derajat takwa dan dengan ketakwaan itulah manusia menjadi mulia.
  • 15 Jul 2014 06:28:00
    Ketika terjadi bencana alam gempa bumi 6,2 skala Richter pada 2012 yang menyebabkan kerusakan parah ratusan bangunan di berbagai desa di Kecamatan Lindu, pemerintah terpaksa melebarkan 'jalan tikus' yang biasa dilewati penduduk rata-rata menjadi dua meter agar pengangkutan bahan bangunan dan makanan untuk korban gempa bisa lebih lancar.
  • 15 Jul 2014 06:23:00
    "Saya mau makan mie tapi harus pake telur," pinta anak kelas 4 SD yang sedang mengikuti ibunya Netty Palit mengunjungi beberapa desa di Kecamatan Lindu untuk kegiatan kerohanian.
  • 15 Jul 2014 05:39:00
    "Sekarang ini banyak yang berpiknik di Masceti. Bahkan, pencinta yoga sering melakukan aktivitas di kawasan pantai itu. Jauh berbeda dengan Masceti dulu, yang tidak diperhitungkan sebagai objek wisata karena lingkungannya kurang menarik dilihat," kata wanita yang berkeinginan memperjuangkan eksistensi Tari Parwa di wilayah Pejeng Kangin.
  • 15 Jul 2014 05:30:00
    Sebelum di Tampaksiring, program pemberdayaan dilakukan di Desa Taro. Langkah ini ditempuh mengingat dahulu kala, warga Taro masih tergolong masyarakat yang berpikiran lugu dan gampang mengambil keputusan menjual tanah kepada orang luar.
  • 15 Jul 2014 05:21:00
    "Saya mendirikan sekolah setingkat PAUD dan TK berbasis alam sejak tahun 2010. Kami biasa mengajak anak-anak belajar di bawah pohon, dan berlatih mengenali angka dengan menghitung jumlah daun, ranting atau bunga," kata Ida Ayu Rusmarini, pendiri sekolah alam sekaligus penggagas berdirinya kelompok Putri Toga Turus Lumbung Puri Damai.
  • 14 Jul 2014 16:05:38
    “Kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak) mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya.” (QS. Ath Thalaq: 6). Dalam ayat ini dikatakan bahwa pemberian upah itu segera setelah selesainya pekerjaan.
  • 11 Jul 2014 15:27:12
    Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa memberi buka puasa pada orang yang berpuasa maka baginya semisal pahala mereka tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala mereka." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Darimi. Jami Shahihah).
  • 11 Jul 2014 15:15:15
    Fakta 1 : Adanya Yahudi yang Sadis & Bengis terhadap orang muslim, serta senantiasa melanggar perjanjian Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (Al-Maidah 82).


eXTReMe Tracker