Amalan yang Bisa Memuluskan Seseorang Untuk Masuk Surga (Bag. 2)

Rabu, 19-02-2014 05:52

Amalan yang Bisa Memuluskan Seseorang Untuk Masuk Surga (Bag. 2) : aktual.co
Jalan ke Surga dan Neraka (Ilustrasi)

8. Sudah Terbebas dari Utang Dalam hidup ini, manusia seringkali melakukan hubungan muamalah dengan sesamanya, salah satunya adalah transaksi jual beli. Namun dalam proses jual beli tidak selalu hal itu dilakukan secara tunai atau seseorang tidak punya uang padahal ia sangat membutuhkannya, maka ia pun meminjam uang untuk bisa memenuhi kebutuhannya, inilah yang kemudian disebut dengan utang.


Jakarta, Aktual.co — Berikut ini adalah kelanjutan dari amalan-amalan yang bisa melancarkan seseorang untuk bisa masuk surganyna Allah, yaitu:

8. Sudah Terbebas dari Utang
Dalam hidup ini, manusia seringkali melakukan hubungan muamalah dengan sesamanya, salah satunya adalah transaksi jual beli. Namun dalam proses jual beli tidak selalu hal itu dilakukan secara tunai atau seseorang tidak punya uang padahal ia sangat membutuhkannya, maka ia pun meminjam uang untuk bisa memenuhi kebutuhannya, inilah yang kemudian disebut dengan utang.

Rasulullah saw bersabda:
“Berhati-hatilah dalam berutang, sesungguhnya berutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) pada siang hari.” (HR. Baihaki).

Namun apabila manusia yang berutang tidak mau memperhatikan atau tidak mau membayarnya, maka hal itu akan membawa keburukan bagi dirinya, apalagi dalam kehidupan di akhirat nanti.

Rasulullah saw bersabda:
“Utang itu ada dua macam, barangsiapa yang mati meninggalkan utang, sedangkan ia berniat akan membayarnya, maka saya yang akan mengurusnya, dan barangsiapa yang mati, sedangkan ia tidak berniat akan membayarnya, maka pembayarannya akan diambil dari kebaikannya, karena di waktu itu tidak ada emas dan perak.”  (HR. Thabrani).

9. Peka Terhadap Peringatan
Peka terhadap peringatan membuat seseorang mudah menerima segala peringatan dan nasihat dari siapapun agar waspada terhadap segala bahaya dalam kehidupan di dunia dan akhirat, sikap ini merupakan sesuatu yang amat penting karena setiap manusia amat membutuhkan peringatan dari orang lain, karenanya orang seperti itu akan mudah menempuh jalan hidup yang benar sehingga mendapat jaminan akan masuk ke dalam surga.

Orang seperti ini digambarkan oleh Rasulullah saw sebagai orang yang berhati seperti burung sebagaimana disebutkan dalam sabdanya:
“Akan masuk surga kelak kaum-kaum yang hati mereka seperti hati burung.” (HR. Ahmad dan Muslim).

10. Orang yang Bisa Menahan Amarah
Al ghadhab atau marah merupakan salah satu sifat yang sangat berbahaya sehingga ia telah menghancurkan manusia, baik secara pribadi maupun kelompok. Ada beberapa bahaya dari sifat marah yang harus diwaspadai. Pertama, merusak iman, karena semestinya bila seseorang sudah beriman dia akan memiliki akhlak yang mulia yang salah satunya adalah mampu mengendalikan dirinya sehingga tidak mudah marah kepada orang lain.

Rasulullah saw bersabda:
“Marah itu dapat merusak iman seperti pahitnya jadam merusak manisnya madu.”  (HR. Baihaki).

Kedua, mudah mendapatkan murka dari Allah swt terutama pada hari kiamat, karena itu pada saat kita hendak marah kepada orang lain mestinya kita segera mengingat Allah sehingga tidak melampiaskan kemarahan dengan hal-hal yang tidak benar.

Ketiga, mudah marah juga akan mudah menyulut kemarahan orang lain sehingga hubungan kita kepada orang lain bisa menjadi renggang bahkan terputus sama sekali. Oleh karena itu, seseorang baru disebut sebagai orang yang kuat ketika ia mampu mengendalikan dirinya pada saat marah sehingga kemarahan itu dalam rangka kebenaran bukan dalam rangka kebathilan.

Rasulullah saw bersabda:
“Orang kuat bukanlah yang dapat mengalahkan musuh, namun orang yang kuat adalah orang yang dapat mengontrol dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Apabila seseorang mampu menahan amarahnya, maka dia akan mendapatkan nilai keutamaan yang sangat besar dari Allah swt, dalam hal ini Rasulullah saw menyebutkan jaminan surga untuknya:
“Janganlah engkau marah dan surga bagimu,” (HR. Ibnu Abid Dunya dan Thabrani).

11. Ikhlas Menerima Kematian Anak dan Orang yang Dicintai
Setiap orang yang berumah tangga pasti mendambakan punya anak, karena anak itu menjadi harapan masa depan dan kesinambungan keluarga. Karenanya bahagia sekali seseorang bila dikaruniai anak, baik laki maupun perempuan.

Karena itu saat anak lagi disayang dan amat diharapkan untuk mencapai masa depan yang baik tapi tiba-tiba meninggal dunia, maka banyak orang tua yang tidak ikhlas menerima kenyataan itu. Bila sebagai orang tua kita ikhlas menerima kematian anak, maka hal ini bisa memberi jaminan kepada kita untuk bisa masuk surga.

Rasulullah saw bersabda:
“Tidaklah mati tiga anak seseorang, lalu dia merelakannya (karena Allah) kecuali dia masuk surga”. Seorang wanita bertanya: “atau dua orang anak juga, wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “atau dua anak” (HR. Muslim).

Meskipun demikian, sedih atas kematian anak tetap boleh dirasakan karena tidak mungkin rasanya kematian anggota keluarga tanpa kesedihan, Rasulullah saw sendiri amat sedih atas kematian anaknya, namun kesedihan yang tidak boleh berlebihan seperti meratap.

12. Bersaksi Atas Kebenaran Al-Qur’an
Al-Qur’an merupakan kitab suci yang tidak perlu diragukan lagi kebenarannya oleh setiap muslim, namun kenyataan menunjukkan tidak semua muslim mau bersaksi dalam arti menjadi pembela kebenaran Al-Qur’an dari orang yang menentang dan meragukannya, bahkan tidak sedikit muslim yang akhimya larut dengan upaya kalangan non muslim yang berusaha meragukan kebenaran mutlak Al-Qur’an.

Bersaksi atas kebenaran Al-Qur’an juga harus ditunjukkan dengan penyebaran nilai-nilainya dalam kehidupan masyarakat dan yang lebih penting lagi adalah kebenaran Al-Qur’an itu ditunjukkan dalam sikap dan prilakunya sehari-hari.

Orang seperti inilah yang mendapat jaminan masuk surga oleh Allah swt sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:
"Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari Kitab-Kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah beriman, Maka catatlah Kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Ouran dan kenabian Muhammad saw). Mengapa Kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada Kami, Padahal Kami sangat ingin agar Tuhan Kami memasukkan Kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?” Maka Allah memberi mereka pahala terhadap Perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya)." (QS. Al-Maidah: 5]: 83-85).

13. Berbagi Kepada Orang Lain
Banyak kebaikan yang harus kita lakukan dalam hidup ini sehingga kebaikan-kebaikan yang kita laksanakan itu membuat kita menjadi manusia yang dirasakan manfaat keberadaan kita bagi orang lain sehingga apapun yang kita miliki memberi manfaat yang besar bagi orang lain apalagi bila hal itu memang amat dibutuhkan oleh manusia.

Salah satunya adalah bila seseorang memberikan binatang ternak yang dimiliki seperti kambing untuk kemudian dinikmati susunya oleh banyak orang. Bila ini dilakukan, jaminan surga dijanjikan oleh Allah swt

14. Hakim yang Benar
Dalam hidup ini banyak sekali perkara antar manusia yang harus diselesaikan secara hukum sehingga diperlukan pengadilan yang mampu memutuskan perkara secara adil, untuk itu diperlukan hakim yang adil dan bijaksana sehingga ia bisa memutuskan perkara dengan sebaik-baiknya. Bila ada hakim yang baik, maka ia akan mendapat jaminan bisa masuk ke dalam surga.

Rasulullah saw bersabda:
"Hakim-hakim itu ada tiga golongan, dua golongan di neraka dan satu golongan di surga: Orang yang mengetahui yang benar lalu memutus dengannya, maka dia di surga. Orang yang memberikan keputusan kepada orang-orang di atas kebodohan, maka dia itu di neraka dan orang yang mengetahui yang benar lalu dia menyeleweng dalam memberikan keputusan, maka dia di neraka." (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’l, Ibnu Majah dan Hakim).

Oleh karena itu, ketika seorang muslim menjadi hakim, maka ia harus menjadi hakim yang benar, yakni hakim yang tahu tentang kebenaran dan ia memutuskan perkara secara benar.

Allah swt berfirman:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat." (QS An Nisa [4]:105).
Nur Lail -
Berita Terkait



Berita Lainnya

  • 23 Sep 2014 06:38:00
    1. Kepercayaan Tidak bisa dipungkiri, kalau kehidupan pernikahan harus dibangun atas landasan saling percaya satu sama lain. Sang suami haruslah percaya kalau istrinya adalah wanita yang salihah yang setia. Begitu pun dengan istri yang juga harus percaya kalau suaminya adalah suami yang shalih dan setia.
  • 22 Sep 2014 20:33:50
    1. Dibangun oleh para malaikat Kaum muslimin meyakini bahwa pembangunan ka’bah pertama kali dilakukan oleh para malaikat, sebagaimana disebutkan Imam Ibnu adh Dhiya bahwa telah diriwayatkan dari Ali bin al Husein bahwa dia telah ditanya tentang awal mula thawaf mengelilingi baitullah beliau menjawab Sesungguhnya Allah Swt telah berfirman: "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (QS. Al Baqoroh : 30).
  • 22 Sep 2014 19:47:10
    1. Pisang Al-Qur`an juga menyebut pisang sebagai salah satu buah-buahan surga, "Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon-pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya." (al-Waaqi'ah [56]: 28-33).
  • 22 Sep 2014 07:05:00
    "Ketahuilah bahwa banyak dosa yang rontok karena keringat yang menetes ketika bekerja," Kata Habib Hasan.
  • 20 Sep 2014 14:12:00
    Parnia memiliki pengalaman berhadapan dengan kematian 20 tahun lalu. Saat itu pasien yang ia kenal dekat meninggal sehingga memotivasinya untuk meneliti kematian dan melawannya.
  • 18 Sep 2014 06:37:00
    Prosesi pengucapan dua kalimat syahadat dipandu salah seorang ulama setempat, Tgk Bukhari, disaksikan Kepala PN Lhoksukon, Abdul Aziz dan Kepala Rutan Lhoksukon, M Saleh.
  • 18 Sep 2014 04:37:00
    "Buat masyarakat Natuna yang jarang ke luar daerah mungkin tidak masalah, karena informasi yang mereka juga terbatas. Lain dengan kami yang terbiasa dengan banyak pilihan merek saat tinggal di kota besar, tentu kagok. Tapi apa lagi mau dibuat, kami terpaksa mengikuti apa yang ditawarkan pasar. Karena tidak mungkin setiap pekan belanja ke Batam," kata Agus.
  • 18 Sep 2014 04:03:00
    Jarang ada yang tahu Tanjungpinang di Provinsi Kepulauan Riau, Sangihe di Sulawesi Utara atau Larantuka di Nusa Tenggara Timur. Padahal daerah itu juga memiliki kekayaan dan keindahan alam yang tidak kalah dengan daerah di Pulau Jawa.
  • 16 Sep 2014 06:59:00
    Pada tahun 1971, seorang doktor dari negeri Mesir mengatakan kepada awak media di Eropa bahwa air Zamzam itu tidak sehat untuk diminum. Asumsinya didasarkan bahwa kota Mekah itu berada di bawah garis permukaan laut. Air Zamzam itu berasal dari air sisa buangan penduduk kota Mekah yang meresap, kemudian mengendap terbawa bersama-sama air hujan dan keluar dari sumur Zamzam.
  • 16 Sep 2014 02:43:00
    Hingga saat ini Taman IndiRa sudah lebih berkembang. Jumlah muridnya pun semakin banyak hingga 50 anak. Setelah sukses dengan Taman IndiRa di kampung Bulakan, Lis juga mendirikan Taman IndiRa di kawasan Jombang, Tangerang Selatan.
  • 16 Sep 2014 02:14:00
    Sudah lebih dari lima tahun terakhir Lis, panggilan akrab Euis Lisminarti, bergaul dengan keluarga pemulung di Kampung Bulakan, Pondok Ranji, Tangerang Selatan, Banten. Dia mendirikan "Taman IndiRa" sebagai tempat anak-anak pemulung bersekolah.
  • 11 Sep 2014 02:03:00
    Adalah siswi SMP Putri Luqman al Hakim Hidayatullah, Surabaya, Yustika Asih, yang menulis surat cinta tentang Undang-Undang Jilbab bagi Polwan kepada Kapolri Jenderal Pol Sutarman dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Hari Hijab Internasional.
  • 10 Sep 2014 07:04:00
    Pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa di Padang Arafah ini dapat disebut sebuah kisah cinta abadi, kisah pencarian kasih sayang yang berakhir dengan kebahagiaan. Padang Arafah menjadi saksi sejarah bagaimana Nabi Adam selama ratusan tahun mencari isterinya setelah diusir dari Surga.
  • 10 Sep 2014 06:33:00
    Ibunya adalah seorang wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan sang Ibu. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.
  • 9 Sep 2014 08:04:45
    Kajian QS Yaasin 77‎


eXTReMe Tracker